SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 26 Mei 2013
Pencarian Arsip

Tim Ekspedisi 7 Summit Siap Taklukan Gunung Tertinggi Dunia
Selasa, 20 Maret 2012 | 8:30

Handaka Santosa, Wakil Presiden Direktur III Agung Podomoro Land dan Ketua Panitia 7 Summits Expedition Endriartono Sutarto berfoto bersama Tim Ekspedisi 7 Summits Indonesia. [SP/Hendro Situmorang] Handaka Santosa, Wakil Presiden Direktur III Agung Podomoro Land dan Ketua Panitia 7 Summits Expedition Endriartono Sutarto berfoto bersama Tim Ekspedisi 7 Summits Indonesia. [SP/Hendro Situmorang]

[JAKARTA] Tim 7 Summits Expedition Wanadri (Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung) siap mengangkat dan mensejajarkan Bangsa Indonesia dengan bangsa lain di dunia yang telah berhasil mendaki tujuh puncak dunia.

Pendakian ke puncak tujuh gunung tertinggi di dunia (Seven Summits) mencapai perjuangan terakhir yakni Puncak Sagarmatha-Everest (8.848 mdpl) di perbatasan Tibet dan Nepal.

Untuk mendaki puncak gunung paling tinggi sedunia itu, tim ekspedisi tujuh puncak dunia dari Wanadri itu pun mendapat dukungan penuh dari perusahaan properti PT Agung Podomoro Land (APL) Tbk.

Presiden Direktur APL Trihatma Kusuma Haliman mendukung panitia 7 Summits Expedition yang diketuai Endriartono Sutarto untuk mengharumkan nama bangsa di dunia dan peduli terhadap lingkungan.

“Perusahaan kami yang terbuka sudah peduli terhadap lingkungan sekitar seperti tidak mamakai air tanah tapi air dari PAM. Namun, ternyata ada masalah yang lebih luas yakni mencairnya es di puncak  gunung," jelas Handaka Santosa, Wakil Presiden Direktur III Agung Podomoro Land di Jakarta, Senin (19/3).

Dengan membantu ekspedisi tersebut, perusahaan menunjukkan perhatian terhadap pemanasan global. Selain itu, pihaknya berharap keberhasilan tersebut nantinya dapat memberikan motivasi dan inspirasi kepada anak muda lainnya untuk menjaga lingkungan.

Dukungan APL berupa bantuan dana untuk melanjutkan kegiatan pendakian ke puncak yang terakhir, yaitu Gunung Everest.

Handaka mengatakan dukungannya merupakan salah satu wujud kepedulian terhadap kelestarian lingkungan alam dan krisis pemanasan global serta dapat mengharumkan nama bangsa di dunia internasional. 

Ketua Panitia 7 Summits Expedition Endriartono Sutarto mengakui bahwa rangkaian ekspedisi yang sudah berlangsung sejak Januari 2010 hingga 2012 ini, tentu tidak lepas karena dukungan dari pihak beberapa sponsor yang salah satunya adalah APL.

Dia mengatakan ada tiga tujuan ekspedisi ini dilakukan oleh para pendaki muda Indonesia.

“Pertama, untuk mengangkat dan mensejajarkan pendaki Indonesia dengan pendaki gunung negara lain. Kedua, kami ingin mengkampanyekan fakta tentang global warming dan climate change yang kian memburuk. Terakhir, kita akan mempersiapkan dan melatih para pendaki tropis selanjutnya untuk mendaki gunung es dengan metodologi dan program latihan yang terukur,” ungkap dia.

Ditambahkan bahwa sekarang Indonesia bisa dikatakan tidak memiliki prestasi yang membanggakan. Sebelumnya, masyarakat bangga dengan menjuarai Piala Thomas dan Uber tapi setelah reformasi semua hilang. Padahal diperlukan sesuatu yang bisa dibanggakan.

Ia berharap dengan pendakian terakhir nanti di Sagarmatha-Everest pada 29 Maret hingga 9 Juni 2012 akan menjadi prestasi yang dapat membanggakan di mata dunia. S

ebelum ke Sagarmatha-Everest, tim telah menyelesaikan enam pendakian yaitu Vinson Massif (4.897 mdpl) di Antartika, Denali (6.194 mdpl) di Amerika Utara, Acocagua (6.962 mdpl) di Argentina, Elbrus (5.642 mdpl) di Rusia, Kilimanjaro (5.892 mdpl) di Tanzania, serta Puncak Ndugu-Ndugu atau Cartenz Pyramid (4.884 mdpl) di Papua. [H-15]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Data tidak tersedia.
Data tidak tersedia.
AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN