Nama Jean Dujardin Mendunia Berkat Film Bisu
Selasa, 28 Februari 2012 | 14:10
Jean Dujardin [google] Andai George Valentin bisa berteriak keras, tentu ia akan
melakukannya, tapi ia hanyalah seorang aktor dalam film bisu. George Valentin
adalah karakter yang dimainkan oleh Jean Dujardin dalam film The Artist.
Lewat karakter itu, Dujardin berhasil meraih Oscar untuk pemeran utama pria
terbaik. Itulah pertama kalinya aktor dari Prancis bisa mencuri Oscar.
Sebelum bermain dalam The Artist, nama Dujardin
mungkin tak pernah mendunia. Ia sama seperti aktor lain yang hanya bisa
bermimpi menjadi jawara di berbagai ajang. Namun ketika kesempatan datang
bersama sutradara Michel Hazanavicius, ia tak mau melewatkan begitu saja. Ia
menjadi aktor film bisu yang hanya mengandalkan ekspresi dan bahasa tubuh untuk
menjalankan plot cerita. Hasilnya, ia menjadi aktor terbaik di Cannes
International Film Festival, Golden Globe, Bafta, Screen Guilds of America, dan
sejumlah ajang lainnya.
Lewat film itu, ia berhasil mendapat 12 penghargaan dan
satu Oscar.
The Artist memang menjadi fenomena baru dalam
industri film saat ini. Di tengah maraknya film-film berbiaya besar dengan
teknologi canggih, film itu hadir dengan kesederhanaan. Tanpa suara dan hitam
putih. Michel Hazanavicius, yang menjadi sutradara sekaligus penulis skenario,
memang menjadi otak di belakang film itu. Namun kehadiran Dujardin yang
memerankan karakter George Valentin juga tak bisa dilepaskan begitu saja.
Hal
itulah yang membuat para juri di berbagai ajang penghargaan menilai Dujardin
layak mendapat apresiasi tertinggi.
“Saya jatuh cinta dengan negara Anda.” Kata-kata itu
meluncur di atas panggung setelah menerima Piala Oscar, kemarin. Ia lalu
menatap semua hadirin, yang sebagian besar adalah bintang-bintang top Hollywood
sambil berkata, ”Anda semua yang berada di sini malam ini telah menginspirasi
saya.”
Dujardin memang boleh bangga malam itu.
Dalam pagelaran
Academy Awards kali ini ia menyisihkan beberapa nama besar, seperti George
Clooney, Brad Pitt, dan Gary Oldman. Ia pun menjadi aktor pertama dari Prancis
yang berhasil meraih Oscar.
Dujardin yang lahir di Rueil-Malmaison, Hauts-de-Seine,
Île-de-France, Prancis, 19 Juni 1972 sebenarnya bukanlah aktor baru. Bersama
Hazanavicius ia pernah bermain dalam parodi mata-mata OSS 117.
Namun bagi Dujardin, dunia akting sebenarnya hanya
kecelakaan saja. Sebelum memulai aktingnya, ia adalah tukang kunci. Ia mencoba
serius pada akting ketika usianya 24 tahun. Sebuah masa yang dianggap telat
oleh mereka yang sudah fokus pada bidang itu.
Sambil bekerja sebagai tukang kunci, ia mulai membuat cerita
untuk sketsa komedi stand up. Ia menulis cerita dan memerankan sendiri
dalam berbagai pertunjukkan bar dan kabaret di Paris.
Kemampuannya mencuri perhatian ketika ia muncul di
pertunjukan pencarian bakat Perancis, Graines de. Saat itu ia bermain
dalam kelompok komedi Nous C Nous , yang dibentuk oleh anggota Teater Blanc
Carré.
Dalam rentang 1999-2003, Dujardin membintangi tayangan
telivisi produksi Prancis Gars Un, Une Fille, bersama aktris yang
kemudian menjadi isterinya, Alexandra Lamy. Pada tahun 2006, Dujardin
membintangi kisah layar lebar pertamanya, OSS 117, sebagai agen rahasia
Hubert Bonisseur de La Bath yang rasis dan seksis. Lewat peran itu ia
mendapatkan Etoile D'Or Award dan nominasi Penghargaan César untuk Aktor Terbaik.
Melihat kesuksesan itu, sutradara Hazanavicius membuat
sekuel OSS 177, OSS 117: Lost in Rio. Dujardin kembali bermain dalam
film itu. Pada tahun yang sama, Dujardin diajak sutradara Jan Kounen,
membintangi film 99F (99 franc), parodi yang diadaptasi dari sebuah
iklan.
Setelah itu ia sempat bermain dengan legenda Prancis,
Jean-Paul Belmondo, dan Albert Dupontel. Namanya mendunia ketika ia bermain
sebagai George Valentin dalam The Artist karya sutradara Michel
Hazanavicius.
Meski namanya sudah terkenal, sepertinya Dujardin tetap pada
pembawaannya yang rendah hati. Kesuksesannya merebut Piala Oscar tidak
membuatnya untuk pindah ke Amerika Serikat. “Saya bukan aktor Amerika, saya
aktor Prancis. Dan saya akan tetap melanjutkan karir keaktoran saya di Prancis.
Tapi jika saya mendapatkan peran lagi dalam sebuah film bisu di Amerika, saya
akan sangat senang sekali,” ujarnya yang disambut gelak tawa para hadirin di
ajang Academy Awards kemarin.
Dujardin memang pria rumahan yang mencintai keluarganya. Ia
tinggal di Paris bersama istrinya yang juga komedian. Dalam wawancara terpisah,
ketika ia ditanya apakah akan pindah ke Amerika Serikat setelah mendapatkan
Oscar, ia menjawab, "Oh, tidak, Saya terlalu Parisian. Dan saya
pikir Prancis akan marah kalau saya pergi. (Sebenarnya) saya berharap mereka
akan marah,” candanya. [berbagai sumber/SP/Kurniadi]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
