Kim Jong-nam, Si Penentang Tradisi Dinasti di Korut
Selasa, 24 Januari 2012 | 12:51
Kim Jong-nam [google] Kadang di satu keluarga, ada anggota yang berlawanan dengan
tradisi keluarga, demikian juga dengan keluarga penguasa Korea Utara Kim
Jong-il. Kim Jong-nam, putra tertua dari Kim Jong-il memiliki kecenderungan
berlawanan dengan rezim Kim.
Anak dari Kim Jong-il dengan istri pertamanya, Song Hye-rim
itu lebih memilih meninggalkan kekuasaan sebagai penerus kekuasaan Korea Utara
demi gaya hidup “playboy” di resor perjudian di Makau, Tiongkok.
Jong-nam telah dicoret dari suksesi penerus kekuasaan rezim
Kim setelah insiden memalukan tertangkap ketika ingin mengunjungi Tokyo
Disneyland dengan menggunakan paspor palsu pada 2001. Insiden itu menyebabkan
dirinya mendapat julukan “beruang gendut” sesuai dengan nama paspor yang
digunakannya.
Sekarang, Kim Jong-nam mengungkapkan fakta di balik tirai
keluarganya dalam buku berjudul “Ayahku, Kim Jong-il dan Saya”, diterbitkan
oleh Bungei Shunju. Dalam buku, pria kelahiran 10 Mei 1971 itu menceritakan
hubungannya dengan sang ayah dan mengungkapkan pendapat terhadap adik tirinya
sekaligus penguasa Korut saat ini, Kim Jong-un.
Kim Jong-nam tidak memiliki ambisi politik untuk menjadi
penerus kekuasaan ayahnya sebagai pemimpin besar Korut. Dia menuliskan, sang
ayah masih menyayanginya sebagai anak sulung. Tetapi ayah tidak pernah
menempatkan dirinya berada di daftar suksesi karena Jong-nam menentang ide
suksesi turun temurun. Jong-nam mengatakan dia tidak ingin memerintah negara
itu karena berpikir dirinya tidak bisa menanggung peran itu atau tidak memiliki
kepercayaan diri.
Jong-nam berkata, bahkan jika beberapa orang
mengharapkannya, dia tidak ingin menghancurkan kehidupannya sendiri untuk
memenuhi harapan orang lain. Bagi Jong-nam, dorongan untuk memegang kekuasaan
tidak dapat dimengerti oleh mereka yang tidak berambisi, seperti dirinya.
"Saya selalu bingung tentang mengapa orang-orang
seperti Mubarak, Kadhafi tidak segera mengambil uang dan langsung pergi ke vila
mewah yang pasti bisa menjadi milik mereka. Penjelasannya mungkin bila Anda
seorang yang ingin memegang kekuasaan maka ia tidak ingin meninggalkannya.
Sebagian dari kita tidak mengerti, mereka malah memilih penjara, dipermalukan,
atau kematian daripada sebuah acara minum teh yang menyenangkan. Seperti saya
katakan tidak bisa dimengerti,” ucapnya.
Kim Jong-nam dinilai memiliki karakter yang sama dengan
ayahnya, seorang pemarah, sensitif dan memiliki bakat seni. Dia juga menulis
naskah film pendek sejak masih muda. Ayahnya membuat ruang film khusus untuk
dirinya. Jong-nam pernah ditunjuk sebagai pejabat senior di Kementerian
Keamanan Publik Korut dan kepala komite komputer Republik Rakyat Demokrasi
Korea pada 1998-2001. Kim Jong-nam
sekarang tinggal di Makau dalam pengawasan dan perlindungan pemerintahan
Tiongkok.
“Saya sedang diawasi atau dilindungi oleh pemerintah
Tiongkok, sebuah takdir yang tidak dapat saya hindari, tapi saya tidak memiliki
hubungan pribadi khusus dengan pejabat pemerintah Tiongkok. Namun Tiongkok
melindungi kami karena kami adalah keluarga dari pemimpin negara tetangga,
bukan karena pemerintah Tiongkok menganggap saya pemimpin berikutnya,” tandas
Jong-nam. [Independent/D-11]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
