SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 22 Mei 2012
Pencarian Arsip

Julio Iglesias, Terus Bernyanyi Sebelum Ajal Tiba
Rabu, 23 November 2011 | 13:07

Julio Iglesias [google] Julio Iglesias [google]

Suara dan pembawaannya yang khas selalu berhasil menarik perhatian kaum hawa. Bahkan, pada usianya yang menginjak angka 68, dia masih belum kehilangan pesonanya. Dia, Julio Iglesias, penyanyi bersuara khas yang akan menggelar konser di Jakarta awal Desember ini.  

Lama tak terdengar kabarnya, penyanyi asal Spanyol ini akan menggelar konser Julio Iglesias Live in Jakarta di The Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, pada 4 Desember 2011. Kehadirannya tentu saja akan menjadi obat kerinduan bagi penggemarnya di Indonesia.

Apalagi, konsernya kali ini  diiringi dengan promosi album terakhirnya yang berjudul 1.

Dalam wawancara dengan harian Investor Daily, ayah dari penyanyi Enrique Iglesias ini mengungkapkan kebahagiaannya bisa tampil kembali di Indonesia. ”Saya tidak akan berhenti bernyanyi dan tampil menghibur. Saya akan kembali, dan kembali, kembali lagi. Saya akan terus bernyanyi sebelum ajal menjemput. Bernyanyi membuat saya muda dan kuat,” kata Julio.

Julio dikenal sebagai penyanyi yang memiliki suara khas dan gayanya yang flamboyan. Tak heran jika sebagian besar penggemarnya adalah kaum hawa. Tak hanya gaya dan suara, daya pikat Julio bagi perempuan adalah lirik-lirik lagu yang dibawakannya. Julio dianggap menjadi salah satu penyanyi pria yang mampu menyentuh perasaan terdalam wanita.

Julio Iglesias yang lahir di Madrid, Spanyol, pada 23 September 1943 adalah putra sulung Dr Julio Iglesias Puga dan Maria Del Rosario de la Cueva y Perignat. Masa kecilnya ia habiskan bersama adiknya Carlos Iglesias.

Ketika remaja, tak ada niat Julio untuk menjadi penyanyi. Cita-citanya adalah menjadi seorang pemain sepakbola. Ia adalah penjaga gawang Real Madrid Junior.

Selain itu, ia juga tetap menyelesaikan kuliahnya di Fakultas Hukum di Complutense University, Madrid, Spanyol. Satu hal yang tak pernah dilupakan dan mengubah jalan hidupnya adalah peristiwa kecelakaan pada 22 September 1963.

Tepat satu hari sebelum ulang tahunnya yang ke-20. Saat itu, ia bersama teman-temannya mengalami kecelakaan mobil serius. Separuh badannya mengalami lumpuh. Ia pun harus menjalani terapi hingga satu setengah tahun.

Saat itu, harapan bahwa dia akan mampu berjalan kembali sangat tipis. Perawat yang mengasuhnya, Eladio Magdaleno, memberikan sebuah gitar. Ia mulai bernyanyi untuk menghapus impiannya sebagai atlet.

Ia kecewa karena terpaksa terbaring di tempat tidur dan tidak bisa meneruskan kariernya sebagai pesepakbola. Kemudian ia mulai belajar memainkan gitar, nada-nada dasar guna menyelaraskan bait-bait puisinya dengan musik.

Setiap harinya, Julio melewatkan waktunya berjam-jam untuk mendengarkan radio dan menggubah puisi.

Bait-baitnya terkesan sedih dan romantis, yang sebagian besar mempertanyakan misi manusia dalam kehidupan ini. Tak pernah terlintas dalam benaknya bahwa di kemudian hari ia akan menjadi penyanyi.

Keteguhan pribadinya dan kehendaknya yang kuat untuk hidup membuat ia bisa berjalan kembali. Dukungan keluarga juga sangat besar artinya. Bahkan ayahnya, sengaja meninggalkan profesinya selama lebih dari setahun untuk membantu proses rehabilitasi putranya.

Pada tahun 1971, ia menikahi wanita Filipina yang berprofesi sebagai wartawan, bernama Isabel Preysler dan memiliki tiga anak yakni Chabeli Iglesias, Julio Iglesias Jr, dan Enrique Iglesias.

Namun, pernikahan berakhir pada 1979.

Julio telah merilis tak kurang dari 79 buah album dalam 14 bahasa. Ia telah menjual lebih dari 300 juta keping album di seluruh dunia. Menurut Sony Music, Iglesias merupakan salah satu dari sepuluh besar artis dengan penjualan album terbaik sepanjang masa.

Hingga saat ini, ia juga telah melakukan sekitar 5.000 konser.  Kini, ketika akan datang ke Indonesia Julio sangat bergembira. Indonesia bukanlah tempat yang awam bagi Julio.

”Saya cinta Indonesia. Saya seakan merasa seperti bagian dari orang Indonesia. Indonesia sudah menjadi bagian dari diri saya,” katanya.

Ia mengaku sudah mengunjungi Jakarta pada 1976, sebagai turis. Ia sudah kenal dengan budaya Indonesia. Bahkan ia membangun sebuah rumah di Caribian yang diperuntukkan untuk orang Indonesia.

Menurut Julio, rumahnya sudah dihuni sebanyak 20-25 dari orang Indonesia, khususnya dari Bali.

Miranda Rijnsburger, model asal Belanda yang menjadi isteri keduanya, ditemukan Julio saat ia berada di Indonesia 21 tahun lalu. Jadi tak heran jika ia bisa menyebut bahwa dirinya memiliki keterikatan dengan tempat yang namanya Indonesia.

Dalam kariernya, Julio juga sempat mencicipi suara-suara Indonesia. Seperti berduet dengan Anggun C Sasmi dan Andre Hehanusa. Julio juga pernah merekam lagu-lagu dalam bahasa Indonesia. Pada tahun 2006, Ia merilis album Romantic Classics di Asia dengan beberapa tembang berbahasa Indonesia.

”Ya, saya sangat menikmati berduet dengan penyanyi Indonesia. Ke depannya saya tidak akan menolak jika ada tawaran berkolaborasi kembali bernyanyi. Dengan senang hati saya akan menerimanya,” ujarnya.

Sepanjang 2011 dia sudah menggelar konser di Amerika Serikat, Kanada, Spanyol, Portugal, Amerika Selatan, Rusia, dan Brasil. Selanjutnya, selain di Indonesia, ia juga akan tampil di Malaysia, Jepang, Israel, dan Georgia hingga akhir tahun ini. [K-11]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Data tidak tersedia.
Data tidak tersedia.
AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN