Julio Iglesias, Terus Bernyanyi Sebelum Ajal Tiba
Rabu, 23 November 2011 | 13:07
Julio Iglesias [google] Suara dan pembawaannya yang khas selalu berhasil menarik
perhatian kaum hawa. Bahkan, pada usianya yang menginjak angka 68, dia masih
belum kehilangan pesonanya. Dia, Julio Iglesias, penyanyi bersuara khas yang
akan menggelar konser di Jakarta awal Desember ini.
Lama tak terdengar kabarnya, penyanyi asal Spanyol ini akan
menggelar konser Julio Iglesias Live in
Jakarta di The Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, pada 4 Desember 2011.
Kehadirannya tentu saja akan menjadi obat kerinduan bagi penggemarnya di
Indonesia.
Apalagi, konsernya kali ini diiringi dengan promosi album
terakhirnya yang berjudul 1.
Dalam wawancara dengan harian Investor Daily, ayah dari penyanyi Enrique Iglesias ini
mengungkapkan kebahagiaannya bisa tampil kembali di Indonesia. ”Saya tidak akan
berhenti bernyanyi dan tampil menghibur. Saya akan kembali, dan kembali,
kembali lagi. Saya akan terus bernyanyi sebelum ajal menjemput. Bernyanyi
membuat saya muda dan kuat,” kata Julio.
Julio dikenal sebagai penyanyi yang memiliki suara khas dan
gayanya yang flamboyan. Tak heran jika sebagian besar penggemarnya adalah kaum
hawa. Tak hanya gaya dan suara, daya pikat Julio bagi perempuan adalah
lirik-lirik lagu yang dibawakannya. Julio dianggap menjadi salah satu penyanyi
pria yang mampu menyentuh perasaan terdalam wanita.
Julio Iglesias yang lahir di Madrid, Spanyol, pada 23
September 1943 adalah putra sulung Dr Julio Iglesias Puga dan Maria Del Rosario
de la Cueva y Perignat. Masa kecilnya ia habiskan bersama adiknya Carlos
Iglesias.
Ketika remaja, tak ada niat Julio untuk menjadi penyanyi.
Cita-citanya adalah menjadi seorang pemain sepakbola. Ia adalah penjaga gawang
Real Madrid Junior.
Selain itu, ia juga tetap menyelesaikan kuliahnya di Fakultas
Hukum di Complutense University, Madrid, Spanyol.
Satu hal yang tak pernah dilupakan dan mengubah jalan
hidupnya adalah peristiwa kecelakaan pada 22 September 1963.
Tepat satu hari
sebelum ulang tahunnya yang ke-20. Saat itu, ia bersama teman-temannya
mengalami kecelakaan mobil serius.
Separuh badannya mengalami lumpuh. Ia pun harus menjalani
terapi hingga satu setengah tahun.
Saat itu, harapan bahwa dia akan mampu
berjalan kembali sangat tipis. Perawat yang mengasuhnya, Eladio Magdaleno,
memberikan sebuah gitar.
Ia mulai bernyanyi untuk menghapus impiannya sebagai atlet.
Ia kecewa karena terpaksa terbaring di tempat tidur dan tidak bisa meneruskan
kariernya sebagai pesepakbola. Kemudian ia mulai belajar memainkan gitar,
nada-nada dasar guna menyelaraskan bait-bait puisinya dengan musik.
Setiap harinya, Julio melewatkan waktunya berjam-jam untuk
mendengarkan radio dan menggubah puisi.
Bait-baitnya terkesan sedih dan
romantis, yang sebagian besar mempertanyakan misi manusia dalam kehidupan ini.
Tak pernah terlintas dalam benaknya bahwa di kemudian hari ia akan menjadi
penyanyi.
Keteguhan pribadinya dan kehendaknya yang kuat untuk hidup
membuat ia bisa berjalan kembali. Dukungan keluarga juga sangat besar artinya.
Bahkan ayahnya, sengaja meninggalkan profesinya selama lebih dari setahun untuk
membantu proses rehabilitasi putranya.
Pada tahun 1971, ia menikahi wanita Filipina yang berprofesi
sebagai wartawan, bernama Isabel Preysler dan memiliki tiga anak yakni Chabeli
Iglesias, Julio Iglesias Jr, dan Enrique Iglesias.
Namun, pernikahan berakhir
pada 1979.
Julio telah merilis tak kurang dari 79 buah album dalam 14
bahasa. Ia telah menjual lebih dari 300 juta keping album di seluruh dunia.
Menurut Sony Music, Iglesias merupakan salah satu dari sepuluh besar artis
dengan penjualan album terbaik sepanjang masa.
Hingga saat ini, ia juga telah
melakukan sekitar 5.000 konser.
Kini, ketika akan datang ke Indonesia Julio sangat
bergembira. Indonesia bukanlah tempat yang awam bagi Julio.
”Saya cinta Indonesia.
Saya seakan merasa seperti bagian dari orang Indonesia. Indonesia sudah menjadi
bagian dari diri saya,” katanya.
Ia mengaku sudah mengunjungi Jakarta pada 1976, sebagai
turis. Ia sudah kenal dengan budaya Indonesia. Bahkan ia membangun sebuah rumah
di Caribian yang diperuntukkan untuk orang Indonesia.
Menurut Julio, rumahnya
sudah dihuni sebanyak 20-25 dari orang Indonesia, khususnya dari Bali.
Miranda Rijnsburger, model asal Belanda yang menjadi isteri
keduanya, ditemukan Julio saat ia berada di Indonesia 21 tahun lalu. Jadi tak
heran jika ia bisa menyebut bahwa dirinya memiliki keterikatan dengan tempat
yang namanya Indonesia.
Dalam kariernya, Julio juga sempat mencicipi suara-suara
Indonesia. Seperti berduet dengan Anggun C Sasmi dan Andre Hehanusa. Julio juga
pernah merekam lagu-lagu dalam bahasa Indonesia. Pada tahun 2006, Ia merilis
album Romantic Classics di Asia
dengan beberapa tembang berbahasa Indonesia.
”Ya, saya sangat menikmati berduet dengan penyanyi
Indonesia. Ke depannya saya tidak akan menolak jika ada tawaran berkolaborasi
kembali bernyanyi. Dengan senang hati saya akan menerimanya,” ujarnya.
Sepanjang 2011 dia sudah menggelar konser di
Amerika Serikat, Kanada, Spanyol, Portugal, Amerika Selatan, Rusia,
dan Brasil. Selanjutnya, selain di Indonesia, ia juga akan tampil di
Malaysia, Jepang, Israel, dan Georgia hingga akhir tahun ini. [K-11]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
