Eric Cantona Mengincar Kursi Presiden Prancis
Kamis, 12 Januari 2012 | 11:36
Eric Cantona [google] [PARIS] Mantan pemain sepakbola dan artis Eric Cantona
tertarik mencalonkan diri menjadi presiden Prancis, sehingga menambah
kegairahan pemilu Prancis. Pria berusia 45 tahun itu menyoroti isu kebutuhan
perumahan rakyat miskin. Mantan pemain klub Manchester United itu telah menulis
kepada wali kota akan mendapatkan 500 tanda tangan yang diperlukan untuk
mengikuti pemilihan umum presiden April nanti.
Dalam suratnya kepada wali kota, diungkap oleh harian Liberation, Cantona mengatakan para
warga sangat menyadari waktu yang ada dan menawarkan “kesempatan terbatas”
kepada kaum muda dan menghasilkan kekerasan ketidakadilan. Pemilik julukan Raja
Eric itu merasa berkewajiban untuk berbicara “pada masa negara kita menghadapi
pilihan
yang sulit” dan bahwa ketidakpastian ekonomi saat ini
memberinya rasa tanggung jawab.
“Mendapatkan 500 tanda tangan untuk menyampaikan pesannya
tentang perumahan dan kemiskinan akan memungkinkan saya untuk mengirim pesan
sederhana tapi jelas yakni sebuah pesan kebenaran dan rasa hormat,” katanya.
Cantona mengatakan ia memilih masalah perumahan sebagai isu
utama untuk menjadi presiden karena dia melihat kekhawatiran 10 juta orang dan
pentingnya perumahan.
Eric Daniel Pierre Cantona lahir pada 24 Mei 1966 telah
menjadi atlit sepakbola internasional sejak 1980-an.
Dia pernah bermain di klub
Manchester United, di mana ia memenangkan juara empat Liga Primer dalam lima
tahun dan FA Cup Doubles. Aktor iklan L'Oreal dan Nike itu pensiun dari
sepakbola pada 1997.
Cantona memulai karier sepakbolanya di klub SO Cailolais,
kemudian berganti-ganti klub hingga bermain untuk Manchester United pada
1992-1997 dan dikenal karena kejeniusan sekaligus ketidakdisiplinan, serta
komentar yang kontroversial. Setelah pensiun dari sepakbola, ia beralih ke
dunia akting.
Dia pernah membintangi film Looking
for Eric dan Elizabeth bermain dengan Cate Blanchett. Kemudian dia memulai
debutnya sebagai aktor panggung drama di Face
au Paradis, sebuah teater yang disutradarai istrinya Rachida Brakni.
Akhir tahun 2010, ia memasuki panggung politik dan ekonomi,
mendesak rekan-rekan untuk menarik uang tunai secara massal sebagai cara untuk
merusak perbankan. Meskipun demikian, sang istri justru muncul sebagai model
iklan sebuah bank. Para bankir dan politisi Prancis mengecam Cantona karena
tidak bertanggung jawab dan menyesatkan masyarakat.
Salah satu momentum paling kontroversial dari
Cantona adalah ketika memberikan tendangan dan meninju seorang penggemar ketika
ia berjalan keluar dari lapangan setelah diminta keluar dalam sebuah
pertandingan 1995.
Dia kemudian mengatakan kepada wartawan dengan pernyataan
anehnya: “Ketika burung camar mengikuti kapal nelayan, itu karena mereka
berpikir sarden akan dibuang ke dalam laut”. [Berbagai Sumber/D-11]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
