Charles Saerang, Terus Berjuang demi Jamu
Kamis, 15 Maret 2012 | 7:38
Charles Saerang [SP/Joanito de Saojoao] Sekali lagi, pria keturunan
Tionghoa, Charles Saerang, mengantongi penghargaan atas upayanya membesarkan
usaha kecil menengah, terkait dengan pedagang dan supplier jamu di Indonesia.
Charles, yang juga merupakan Presiden Direktur Njonja Meneer sekaligus Ketua
Umum Gabungan Pengusaha Jamu Indonesia (GP Jamu), diberikan penghargaan oleh
Menteri Negara Koperasi dan UKM Syarief Hasan, di Gedung SMESCO Jakarta, pekan
lalu.
Penghargaan sebagai “Tokoh Pengusaha
dan Pemimpin Perusahaan Penggerak Kewirausahaan”, bagi Charles adalah berkat
yang tak ternilai. Namun, penghargaan ini tak akan bisa ia terima tanpa adanya
bantuan dan kerja keras dari para pedagang jamu di pinggir jalan, serta
karyawan-karyawan di PT Njonja Meneer.
Bagi Charles, penjaja jamu (mbok
jamu), dan pedagang jamu kaki lima yang biasanya memiliki warung-warung kecil,
adalah ujung tombak dari perdagangan jamu di Indonesia. Berkat merekalah,
masyarakat kelas bawah sampai menengah masih menjadikan jamu sebagai minuman
kesehatan.
Berkat mbok jamu dan pedagang jam kaki lima juga, perusahan jamu
seperti Njonja Meneer bisa bertahan di tengah gempuran masuknya minuman/produk
herbal dari luar negeri.
“Penghargaan yang saya terima ini,
menjadi alarm. Ke depannya, saya akan terus berusaha memperjuangan jamu bersama
dengan GP Jamu, agar bisa diterima sebagai minuman kesehatan, yang justru lebih
aman ketimbang obat-obatan farmasi. Sebab, bahan baku jamu, dijamin asli dari
tumbuh-tumbuhan dan bunga-bungaan. Tidak ada zat kimia dalam minuman jamu
kemasan,” tegas Charles saat ditemui SP, usai meraih penghargaan.
Sebagai Ketua Umum GP Jamu dan cucu
dalam Nyonya Meneer (Pendiri PT Njonja Meneer), Charles juga tengah berupaya
untuk memajukan dan mengembangkan produk jamu, hingga ke mancanegara. Dikatakan
Charles, upaya pemerintah dalam mengembangkan jamu hingga saat ini belum
maksimal. Ekspor jamu ke luar negeri, masih sulit dilakukan. Padahal,
permintaan jamu di luar negeri sangat banyak.
“Ambil contoh, di Arab Saudi dan Abu
Dhabi saja, sudah banyak permintaan jamu. Sayangnya, untuk bisa mengekspor
jamu, kami perlu bantuan dan dukungan pemerintah, khususnya dalam hal izin.
Permintaan saya sebagai Ketua Umum GP Jamu, adalah pemerintah mau mendukung
para pengusaha jamu,” ujarnya.
Sebelum mendapat penghargaan dari
Menteri Koperasi dan UKM, Charles juga diberikan penghargaan Prestasi Anak
Bangsa, terkait dengan upayanya melestarikan budaya mengkonsumsi minuman jamu. [A-23]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
