SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 22 Mei 2013
Pencarian Arsip

Ahmad Albar Jaga Semangat yang Tak Kunjung Padam
Senin, 23 April 2012 | 14:51

Ahmad Albar [google] Ahmad Albar [google]

Dulu, kariernya diawali ketika bermain dalam film Jenderal Kancil, karya Sumandjaja. Tapi namanya melegenda ketika menjadi penyanyi rock. Satu mimpi yang ingin diwujudkan adalah menggelar konser 40 tahun God Bless, band yang telah membuat namanya menjadi legenda hidup.  

Ahmad Albar, menjadi salah satu penyanyi rock legendaris di negeri ini. Di balik kehidupan pribadinya yang mirip “panggung sandiwara”, ia selalu menjadi idola saat beraksi di atas panggung. Kini, setelah usianya mencapai 66 tahun, ia terus menjaga semangatnya. “Usia boleh tua, tapi semangat harus tetap dijaga,” ujarnya.  

Dengan rambut kribonya, Iye –panggilan akrabnya-, selalu memukau penonton saat tampil di panggung. Lagu-lagu yang dibawakannya bersama God Bless menjadi hits yang tak pernah dilupakan. Kini, bersama band itu Iye sedang mempersiapkan album baru.  

Ahmad Syech Albar yang lahir di Surabaya, 16 Juli 1946, memulai kariernya dengan membintangi film anak-anak, Jenderal Kancil, sekitar tahun 1957. Kariernya di musik dimulai sejak usia sebelas tahun. Saat itu ia dan teman-temannya membentuk sebuah band bocah bernama Bintang Remaja. Tetapi dua tahun kemudian band ini bubar. Bersama Titi Qadarsih ia membentuk Kuarta Nada, dan nasibnya juga tak berbeda.   

Sekitar tahun 1960, Iye berangkat ke Belanda. Di negeri kincir angin itu, anak ke dua dari enam bersaudara ini ternyata tidak bisa melepaskan gairah bermusiknya. Ia membentuk grup musik Take Five (1966-1967), yang sempat mengikuti festival dan berhasil meraih gelar vokalis terbaik. Pada tahun-tahun 1967-1972 bersama grup Clover Leaf, Iye menghasilkan sembilan single. Beberapa lagu di antaranya, Don’t Spoil My Day dan Grey Clouds cukup diminati publik Belanda pada zamannya.  

Akhir 1972 bersama Ludwig Lemans, gitaris Clover Leaf, ia mengunjungi Indonesia. Di Tanah Air ia melihat dan mengamati kehidupan bermusik masyarakat Jakarta. Iye mencari musisi yang mau bergabung dengannya. Awal 1973, Iye bersama Fuad Hassan (drum), Donny Fattah (bass), Jockie Surjoprajogo (keyboard), dan Ludwig Lemans (gitar) mengadakan latihan di Puncak, Bogor, selama dua minggu, untuk menghadapi pergelaran musik di Taman Ismail Marzuki tanggal 5 Mei 1973.  

Dalam latihan mereka sepakat membentuk sebuah grup dengan nama God Bless. Kesuksesannya saat merilis album perdana bertajuk God Bless pada tahun 1975 membuat grup rock itu menjadi grup pembuka konser grup rock dunia Deep Purple di Jakarta.

Karena kesamaan model rambut, Ahmad Albar membentuk grup Duo Kribo bersama Ucok Harahap vokalis AKA Band.   Duet ini menelurkan tiga album, Neraka Jahanam (1977), Pelacur Tua (1978), dan Panggung Sandiwara (1978).

Ahmad Albar dinilai sempat mengecewakan sebagian penggemarnya ketika pada 1979 merilis album dangdut berjudul Zakia. Maklum ketika itu dangdut masih dipandang sebelah mata oleh sebagian masyarakat.  

Pada 1980 God Bless mengeluarkan album kedua berjudul Cermin. Ian Antono bergabung dalam kelompok musik cadas tersebut. Setelah itu God Bless vakum lama tetapi Ahmad Albar tetap bersolo karier atau tampil bersama penyanyi lain antara lain Gito Rollies dan Mus Mujiono.

Sepanjang 1980-an hingga pertengahan 1990-an, Ahmad Albar mengeluarkan album Syair Kehidupan (1980) bersama Ian Antono, Dunia Huru Hara dan Dunia Dibakar Api (1988) yang dibuat bersama pemusik Areng Widodo, Kartika (1989) bersama Gito Rollies, album Secita Cerita, Langkah Pasti, dan Scenario bersama Fariz RM, dan Tangan Baja bersama Farid Hardja, serta Jangan Ada Luka (1996) bersama lady rocker, Nicky Astria.  

Saat mencari vokalis untuk Gong 2000 yang digawangi Ian Antono, Albert Wijaya, Yaya Muktio (drum), Harry Anggoman (keyboard), dan Donny, pilihan jatuh pada Ahmad Albar. Ia dianggap yang terbaik saat itu. Konser Gong 2000 pada tahun 1991 di Parkir Timur Senayan Jakarta memuaskan sekitar 100.000 penonton. Grup ini kemudian menghasilkan empat album: Bara Timur (1991), Gong Live (1992), Laskar (1993), dan Prahara (2000).  

Kecemerlangannya di atas panggung ternyata tidak diikuti dalam kehidupan sehari-hari. Pernikahannya dengan artis Rini S Bono pun bubar pad atahun 1994. Tak hanya itu, tahun 2007, Iye ditangkap di rumahnya karena diduga terlibat kasus penemuan 490 ribu butir ekstasi di apartemen Taman Anggrek, Jakarta Barat. Polisi juga menuduh ia memiliki sebutir ekstasi yang ditemukan di dalam kamar mandinya. Hasil tes urine Ahmad Albar juga menunjukkan adanya kandungan narkoba.  

Ia akhirnya dijatuhi hukuman delapan bulan penjara potongan tahanan tujuh bulan dan denda 6 juta rupiah. Vonis ini lebih rendah dari tuntutan JPU, 1 tahun penjara. Iye akhirnya bebas pada tanggal 11 Juli 2008.   Perlahan, setelah berusaha melepaskan diri dari cengkraman narkoba, Iye coba kembali ke dunia hiburan.

Tahun 2010 lalu, ia ikut membintangi film D’Love. Kali ini ia pun diajak bemain dalam kisah Jenderal Kancil yang digarap sutradara Harry Dagoe.   “Sebenarnya kalau akting, saya sudah tidak punya mimpi lagi. Saat ini saya hanya ingin bikin konser God Bless. God Bless akan ulang tahun yang ke-40 nanti. Mudah-mudahan kita bisa bikin konser untuk mengenang perjalanan musik kami,” ujarnya. [SP/Kurniadi] 




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Data tidak tersedia.
Data tidak tersedia.
AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN