Wartawan Jepang Tewas di Aleppo
Rabu, 22 Agustus 2012 | 7:27
Jurnalis Jepang yang tewas di Suriah. [Reuters] [DAMASKUS] Sejak
awal tahun ini, sudah lebih 21 jurnalis dan 6 Blogger yang tewas, kebanyakan di
kawasan perang. Mika Yamamoto tertembak lehernya, ketika pasukan pro rejim
Assad menyerang.
Seorang
wartawan Jepang, Mika Yamamoto, tewas akibat luka-luka yang ia alami saat
meliput pertempuran di Kota Aleppo, Suriah. Demikian dinyatakan lembaga
pemantau HAM Suriah.
Selain itu, tiga orang jurnalis lainnya, dari Lebanon,
Turki, dan sebuah Negara Arab menghilang dan tidak bisa dihubungi.
Sementara
lembaga pemantau HAM Suriah juga menyebutkan, bahwa Yamamoto terluka di kawasan
Suleimaniya, di mana pertempuran berlangsung hebat.
Kementrian
Luar Negeri Jepang mengkonfirmasi wafatnya Mika Yamamoto (45), yang bekerja
sebagai koresponden liputan perang bagi kantor berita Japan Press.
Juru Bicara Kemlu menyatakan, seorang rekannya
mengidentifikasi jenazah korban di lokasi.
Jenazahnya
sekarang telah diterbangkan ke Turki.
Kabar mengenai kematian seorang jurnalis
Asia dalam baku tembak di Aleppo mulai tersiar hari Senin.
Kepada radio
NHK, rekan Yamamoto di Japan Press, Kazutaka Sato, mengatakan
bahwa keduanya berada di Aleppo pada Senin bersama Pasukan Pembebasan Suriah,
ketika melihat barisan pasukan pemerintah.
Ketika pasukan itu mulai menembak,
keduanya berlari mencari perlindungan. Namun Yamamoto tertembak pada lehernya.
Kantor
berita Kyodo menggambarkan Mika
Yamamoto sebagai jurnalis veteran yang telah menerima penghargaan.
Menurut kantor
berita Japan Press, pengalamannya
meliput perang dan konflik di Afghanistan dan Irak .
Menurut LSM,
Reporter Lintas Batas, setiap 5 hari bisa terjadi satu orang jurnalis tewas
sehubungan tugasnya.
Sejak awal tahun ini di seluruh dunia, sudah lebih 21
Jurnalis dan 6 Blogger yang tewas, kebanyakan di kawasan perang.
Mika
Yamamoto adalah satu diantara sejumlah pekerja media yang tewas dalam
pertempuran di Suriah yang meledak Maret 2011 itu. Di antaranya, reporter
Amerika Marie Colvin, fotografer Perancis Remi Ochlik, jurnalis televise
Perancis Gilles Jacquier dan blogger Rami el-Sayed.
Suriah membatasi
liputan media asing di negaranya. Meski begitu sejumlah aktivis, jurnalis dan
koresponden asing yang siap menanggung resiko besar, berhasil menyelundup masuk
untuk meliput konflik di medan pertempuran.
Menurut PBB, dalam pertempuran antara pihak oposisi
dengan pasukan pro Bashar Al Assad, sudah lebih dari 18,000 ribu orang yang
tewas. Situasi di lokasi begitu buruk, sehingga sekitar 2,5 juta orang di
berbagai kota Suriah membutuhkan bantuan.
[Rtr/AFP/DW/L-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
