UE Targetkan Dongkrak Investasi Otomotif di Indonesia
Selasa, 15 Mei 2012 | 8:57
Bendera Uni Eropa. [google] [DENPASAR] Nilai investasi Uni
Eropa (UE) di Indonesia untuk investasi otomotif masih kecil, yakni mencapai
US$ 300 juta.
Karena itu, Uni Eropa
menargetkan peningkatan nilai investasi di bidang otomotif hingga dua
kali lipat, melalui perjanjian kerja sama ekonomi komprehensif (Comprehensive
Economic Partnership Agreement/CEPA) dengan Indonesia.
"Kalau poin-poin kerja sama sudah terpenuhi, kami targetkan nilai
investasi Uni Eropa di Indonesia bisa naik dua kali lipat," ujar Duta
Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Brunei Darussalam, dan ASEAN, Julian Wilson,
dalam Dialog Bisnis Uni Eropa-Indonesia (EIBD) yang membahas tentang isu
otomotif di Kuta, Senin (14/5).
Wilson mengemukakan bahwa pada 2010-2011, nilai investasi
industri otomotif Uni Eropa di Indonesia mencapai US$ 300 juta. Namun, pangsa pasar Uni Eropa termasuk kecil di
Indonesia.
“Negara-negara Uni Eropa masih ada kecenderungan untuk
memilih negara tetangga, seperti Malaysia dan Thailand yang iklim investasinya
dianggap lebih kondusif," katanya.
Ia menganggap, regulasi investasi di Indonesia lebih rumit dibandingkan dengan
negara-negara ASEAN lainnya.
Di negara-negara ASEAN, lanjut dia, kalangan industri Uni
Eropa bisa memiliki saham hingga 100 persen, sedangkan di Indonesia maksimal 49
persen.
"Dengan komposisi kepemilikan saham yang hanya 49 persen dengan
kewajiban transfer teknologi, tidak ada artinya bagi kami. Sama halnya dengan
memberikan hadiah kepada seseorang," katanya. [137]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
