SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 25 Mei 2013
Pencarian Arsip

Transaksi Jual Beli Leopard Nyaris Tuntas
Rabu, 9 Mei 2012 | 9:53

Tank Leopard [google] Tank Leopard [google]

Tak lama lagi, tank Leopard buatan Belanda akan merangkak di Indonesia. Kabinet  Belanda yang awalnya menolak menjualkan tank-tank bekas itu ke Indonesia, akhirnya mengalah juga.

Dua media Belanda yakni
Mediawatch dan harian De Volkskrant menyorot keputusan kabinet demisioner Belanda untuk menjual tank bekas jenis Leopard ke Indonesia. 

Menurut Mediawatch, kabinet Belanda pada awalnya tidak mendukung transaksi ini. Tapi atas desakan Menteri Pertahanan Hans Hillen, akhirnya setuju juga.

Menteri ini harus melakukan operasi penghematan anggaran dan sangat membutuhkan dana hasil penjualan senilai 200 juta euro. Menurut De Volkskrant, operasi penghematan di departemen pertahanan memangkas anggaran sekitar satu miliar euro.

Menteri Luar Negeri Belanda, Uri Rosenthal mendukung transaksi ini. Argumennya, tidak ingin menyinggung perasaan kalangan pemerintahan di Jakarta.

Dengan demikian, transaksi jual beli ini, dari sudut pandang kalangan pemerintahan, bisa dikatakan nyaris tuntas. Namun, lain di kabinet, lain pula di parlemen. Kabinet Belanda harus melaporkan rencana jual beli ini pada parlemen.

Pelanggaran HAM

Beberapa waktu lalu, melalui dukungan pada mosi Arjan al Fassed dari Partai Groenlinks (Kiri Hijau), mayoritas suara di Parlemen Belanda juga menentang penjualan tank ini.

Mereka menilai, transaksi ini bertentangan dengan kebijakan hak asasi manusia (HAM) Belanda. "Militer Indonesia melanggar HAM.
Dengan penjualan senjata ini, kabinet demisioner membantu pelanggaran tersebut," demikian Arjan al Fassed pada saat pengajuan mosi.

Dengan penolakan itu, masih ada kemungkinan Parlemen Belanda akan melarang transaksi jual beli ini. Di Indonesia,  beberapa pihak di DPR RI menyatakan tidak menyetujui pembelian senjata berat ini.

Mereka menilai, tank Leopard tidak cocok dengan kondisi geografi Indonesia. Singkat kata, meskipun Kabinet Belanda telah memutuskan bersedia menjual senjata berat ini pada Indonesia, masih belum pasti, apakah transaksi ini memang akan terjadi.

Yang jelas, jika rencana ini batal, Jerman dan Rusia sudah siap untuk memasok tank buatan mereka ke Indonesia. [RN/L-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN