SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 2 September 2014
Pencarian Arsip

Thailand dan Pemberontak Gelar Perundingan Damai
Jumat, 1 Maret 2013 | 11:30

Perdana Menteri Malaysia Najib Razak (kanan) berjabat tangan dengan Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra (kiri) setelah konferensi pers bersama di kantor perdana menteri di Putrajaya, ibu kota  Malaysia, Kamis (28/2).[AFP]
Perdana Menteri Malaysia Najib Razak (kanan) berjabat tangan dengan Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra (kiri) setelah konferensi pers bersama di kantor perdana menteri di Putrajaya, ibu kota Malaysia, Kamis (28/2).[AFP]

[KUALA LUMPUR] Pemerintah Thailand akan melakukan perundingan damai dengan Barisan Revolusi Nasional (BRN) salah satu kelompok pemberontak muslim. Perundingan yang berupaya mengakhiri konflik berdarah ini akan digelar selama dua pekan di Kuala Lumpur, Malaysia.

“Kita harus bergerak maju secepat mungkin," kata Perdana Menteri Malaysia Najib Razak dalam konferensi pers di markas besar pemerintah, Putrajaya, Malaysia .

Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra mengatakan Thailand ingin melihat solusi yang langgeng di provinsi perbatasan selatan. Pemberontakan berlangsung selama sembilan tahun dan telah menewaskan lebih dari 5.500 jiwa.

Banyak warga dari provinsi selatan Thailand merupakan etnis Melayu Muslim yang menolak yang diatur pemerintah Thailand Buddha. Wilayah ini melihat hampir setiap hari terjadi konflik senjata dan serangan bom oleh gerilyawan mencari otonomi yang lebih luas.

Perjanjian untuk memulai pembicaraan damai ditandatangani di Kuala Lumpur, Malaysia  Kamis (28/2) oleh Letnan Jenderal Paradorn Pattanathabutr, sekretaris jenderal Dewan Keamanan Nasional Thailand, dan Hassan Taib, seorang perwakilan dari BRN.

“Thailand bersedia untuk terlibat dalam proses dialog inklusif dengan semua pihak terkait dan kelompok yang bersangkutan untuk mengatasi akar penyebab masalahnya,” ujar Yingluck.

Namun pemimpin Thailand tidak memberikan tanggal perundingan tersebut. Seorang pejabat Malaysia mengatakan pertemuan akan diawali dengan menentukan kesepakatan dasar untuk maju. Diharapkan, kelompok lain akan bergabung dalam nanti.

“Mari kita semua berharap dan berdoa bahwa serangkaian dialog yang akan dimulai dalam waktu dua minggu 'di Kuala Lumpur akan membawa hasil yang diinginkan,” ucap Najib.[Bangkok Post/AFP/U-5]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»