Tanggapi NATO, Rusia Uji Coba Rudal Antar Benua
Jumat, 25 Mei 2012 | 8:16
Rudal baru Rusia. [AP] [MOSKWA] Rusia dilaporkan berhasil menguji rudal jarak jauh
mereka. Uji coba rudal balistik antar benua ini, dianggap sebagai jawaban Rusia
atas rencana penempatan penangkis rudal NATO di Eropa.
Awal pekan, dalam pertemuan di Chicago, Amerika Serikat, Pakta Pertahanan
Atlantik Utara (NATO) menyatakan akan mengoperasikan tahap pertama perisai
pertahanan rudal NATO yang ditempatkan di Eropa.
Rusia menanggapi keputusan ini dengan cepat, dan melakukan uji coba rudal
jarak jauh baru.
“Ini merupakan tanggapan atas penempatan sistem anti-rudal
global milik AS,” demikian dikatakan mantan Kepala Strategi Militer Rusia,
Victor Essin kepada kantor berita Rusia Interfax.
Rudal baru milik Rusia ini dikabarkan akan sulit dideteksi oleh sistem
pertahanan seperti penangkis rudal NATO di Eropa.
Seorang juru bicara Kementrian Pertahanan Rusia mengatakan kepada kantor berita
Ria Novosti bahwa rudal tersebut
untuk meningkatkan kemampuan tempur militer Rusia, termasuk “kemampuan untuk
mengatasi sistem pertahanan rudal.”
Uji Coba Kedua
Rudal tersebut ditembakkan dari sebuah peluncur mobil di utara Rusia,
demikian dalam pernyataan yang dikeluarkan Kementerian Pertahanan Rusia.
Sesuai rencana, hulu ledak imitasi berhasil mendarat di Semenanjung
Kamchatka.
Menurut sumber militer, tes pertama rudal jenis ini mengalami kegagalan pada
September 2011. Dikatakan, rudal jatuh 10 kilometer dari tempat peluncuran.
Saat ini, Rusia memiliki ratusan rudal jarak jauh yang mampu mencapai
wilayah Amerika Serikat dan hampir 2.000 hulu ledak nuklir.
Namun sebagain besar rudal yang dimiliki diproduksi di era Uni Soviet.
Rusia
khawatir bahwa teknologi yang dipakai kala itu tidak akan mampu mengatasi
kemampuan sistem penangkis rudal NATO.
Di Chicago, NATO menyatakan bahwa sebagian dari sistem penangkis rudal
mereka telah siap dioperasikan.
Menurut Amerika Serikat, penempatan penangkis rudal di Eropa ini, salah
satunya adalah sebagai upaya untuk mempertahankan diri dari serangan rudal yang
mungkin dilancarkan Iran, dan sama sekali tidak membahayakan keamanan Rusia.
Presiden Vladimir Putin, sebelum terpilih kembali menjadi presiden, dalam
kampanyenya mengatakan akan kembali melakukan program persenjataan
besar-besaran.
Tahun lalu, Rusia membangun sistem radar anti-rudal di dekat perbatasan ke
Polandia. Bertepatan dengan uji joba rudal terbaru, Rusia juga melakukan uji
coba operasi radar anti-rudal di Siberia. [Rtr/AFP/DW/L-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
