SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 19 Juni 2013
Pencarian Arsip

Sukhoi Superjet 100 Diharapkan Angkat Industri Penerbangan Rusia
Kamis, 10 Mei 2012 | 15:44

Pesawat Sukhoi Superjet-100 [google] Pesawat Sukhoi Superjet-100 [google]

[MOSKWA]  Superjet Sukhoi 100, pesawat jet Rusia jatuh di Indonesia, adalah pesawat penumpang merek baru buatan Rusia. Pembuatan pesawat itu dalam upaya untuk mengangkat industri penerbangan sipil Rusia, pasca krisis Soviet. Pesawat itu sangat penting bagi masa depan Rusia untuk menjadi pemain utama dalam pasar penerbangan modern dan meningkatkan citra dalam industri penerbangan.  

Akan tetapi kecelakaan terbaru di Indonesia akan semakin menghapuskan harapan Rusia untuk menjadi pembuatan pesawat paling banyak digunakan dan dipercaya. Padahal, Superjet sedang melakukan tour promosi ke enam negara Asia bertujuan mendongkrak penjualan.   Superjet merupakan produsen pesawat penerbangan jarak menengah. Superjet Sukhoi membawa hingga 98 penumpang untuk jarak tempuh sampai 4.600 kilometer.

Superjet merupakan pesaing langsung produsen pesawat serupa Embraer (Brazil) dan Bombardier (Kanada).  

Superjet baru menjalankan penerbangan komersial pertama, tahun lalu dan kecelakaan di Indonesia dipastikan menjadi bencana bagi produsen Superjet Sukhoi, yang dibuat oleh pembuat pesawat legendaris Rusia, Sukhoi. Dimana, pada era jet Soviet, Rusia telah memiliki catatan buruk sering mengalami kecelakaan pesawat.  

Sejauh ini produksi pesawat Superjet telah diterbangkan oleh dua maskapai penerbangan Aeroflot Rusia dan maskapai penerbangan Amenia, Armavia.  Superjet melakukan penerbangan komersil pertama dioperasikan oleh Armavia pada April 2011, diikuti Aeroflot pada akhir tahun lalu.  

Demonstrasi di Indonesia merupakan bagian dari rangkaian tur promo di Asia. Tur dimulai pada 3 Mei di Kazakhstan dan Pakistan. Setelah Indonesia, pesawat itu direncanakan melakukan penerbangan di Laos dan Vietnam. Indonesia telah ditetapkan untuk menjadi salah satu klien Sukhoi terbesar.  

 Agustus 2011, perusahaan pengangkutan regional, PT Sky Aviation, setuju membeli 12 pesawat dan Maskapai penerbangan Kartika juga setuju membeli 30 Superjet. Pengiriman pesawat akan dimulai tahun ini.   

Perusahaan Superjet merupakan perusahaan patungan antara Sukhoi dan Alenia Aeronautica, asal Italia. Alenia memiliki 25 persen dan satu persen di Pesawat Sipil Sukhoi, salah satu unit pengembangan pesawat jet Sukhoi. Alena juga memiliki saham 51 persen Superjet Internasional, yang menangani penjualan pesawat.  

Dalam rekam jejak Superjet Sukhoi, kecelakaan paling dramatik sejauh ini ketika sebuah pesawat mengalami kecelakaan kecil ketika sedang terbang oleh Aeroflot. Tiga hari lalu, Superjet Sukhoi hampir mengalami gagal mendarat di landasan pacu di pusat kota Rusia Kazan, meski tidak ada korban luka. Superjet Sukhoi Aeroflot pertama pernah diskor beberapa minggu karena masalah pendingin ruangan. [AFP/D-11]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN