SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 25 Mei 2013
Pencarian Arsip

Serangan Terbaru di Suriah, 30 Tewas
Selasa, 15 Mei 2012 | 9:21

Kelompok Islam radikal mengklaim melakukan serangan bom di Kota Damaskus. [AFP] Kelompok Islam radikal mengklaim melakukan serangan bom di Kota Damaskus. [AFP]

[DAMASKUS] Sedikitnya 30 orang, termasuk 23 tentara,  tewas dalam bentrokan yang terjadi di Kota Rastan, Suriah, Selasa (15/5).

Sejak aksi protes menentang rezim Presiden Suriah  Bashar al-Assad dimulai, PBB memperkirakan sebanyak 9.000 orang tewas.

Pemantau HAM Suriah mengatakan, puluhan orang lainnya terluka dalam serangan yang terjadi di Provinsi Homs. Kota Rastan itu merupakan basis oposisi yang kuat selama pemberontakan Suriah.

Kelompok HAM yang berbasis di Inggris menyatakan tiga pasukan tentara melakukan serangan.  Jika memang serangan itu dapat dikonfirmasi, akan menjadi serangan mematikan bagi pasukan keamanan selama 14 bulan unjuk rasa menentang Presiden Bashar al-Assad.

Peristiwa itu terjadi setelah pasukan pemerintah meluncurkan serangan pada akhir pekan, meskipun PBB menyerukan gencatan senjata yang seharusnya berjalan sejak sebulan yang lalu.

Pemantau menambahkan, serangan juga terjadi di desa yang dihuni penganut Sunni, di bagian utara Hama, menewaskan lima orang.

Aktivis mengatakan, setidaknya 30 orang tewas pada Minggu (14/5), dan sebagian besar korban merupakan warga sipil. Jumlah korban tidak dapat diverifikasi secara independen, karena wartawan asing dilarang masuk ke Suriah.

Sanksi Uni Eropa PBB mengatakan, sekitar 189 pemantau berada di Suriah, sejumlah dua per tiga dari seluruh pemantau yang akan dikirimkan sebagai bagian dari rencana perdamaian Utusan PBB-Liga Arab Kofi Annan.

Menteri Luar Negeri Inggris William Hague mengatakan, gencatan senjata tidak sepenuhnya terlaksana. "Pembunuhan, serangan, kekerasan masih berlangsung di Suriah. Jadi sangat penting kami tetap melakukan tekanan terhadap rezim Assad," katanya.

Sementara itu, Uni Eropa telah menjatuhkan sanksi ke-15 terhadap Suriah, sebagai upaya untuk meningkatkan tekanan kepada pemerintah.

Uni Eropa tidak secara resmi memberikan rincian sanksi yang telah disepakati, tetapi diplomat Uni Eropa mengatakan, 27 negara anggotanya sepakat membekukan aset dan larangan visa terhadap dua perusahaan dan tiga orang yang dipercaya menjadi pendukung pemerintah.

PBB memperkirakan, setidaknya 9.000 orang tewas sejak protes pro demokrasi berlangsung sejak Maret 2011. [BBC/L-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN