Seorang Pendeta Kandidat Presiden Jerman
Senin, 20 Februari 2012 | 9:37
Joachim Gauck merupakan seorang pendeta dan mantan aktivis anti komunis Jerman Timur. [Reuters] Partai politik besar di Jerman sudah menetapkan pengganti
Christian Wulff sebagai presiden negara itu.Kesepakatan ini membuat pemilihan
presiden yang akan berlangsung bulan depan menjadi formalitas saja.
Kanselir Jerman, Angela Merkel menyatakan dukungannya untuk Joachim Gauck, seorang
pendeta dan mantan aktivis pembela HAM Jerman Timur untuk menjadi Presiden
Jerman.
Nama Gauck ini diusulkan Partai Sosial Demokrat dan Partai Hijau
untuk menggantikan Wulff yang dituduh terlibat dalam kasus korupsi.
Setelah mundurnya Christian Wulff, tarik ulur
pencarian kandidat presiden baru Jerman berjalan a lot, dan sempat membawa
koalisi hitam kuning Jerman ke ambang krisis hebat.
Tapi Minggu (19/2) malam, koalisi pemerintah CSU/CDU dan FDP
serta partai oposisi besar SPD dan Partai Hijau kembali sepakat sebut satu nama
untuk kandidat presiden.
Menurut Kanselir Jerman Angela
Merkel, Joachim Gauck menjadi kandidat presiden baru Jerman. Demikian
disampaikan Merkel yang merupakan ketua partai CDU, Minggu malam, dalam konferensi pers bersama dengan
ketua Partai CSU, FDP, SPD, dan Partai Hijau.
Dalam konferensi pers di Berlin
tersebut Joachim Gauck juga hadir.
Merkel memuji Gauck sebagai pengajar
demokrasi yang sebenarnya. "Tema utama dari Gauck adalah gagasan kebebasan
dan tanggung jawab. Dan itulah yang mengaitkan saya secara pribadi dari segala
perbedaan yang saya alami dengan Joachim Gauck,” katanya.
Lebih lanjut ditambahkan Merkel,
pria ini dapat memberikan impuls-impuls penting kepada kami untuk tantangan
saat ini dan di masa depan.
Joachim Gauck yang dikenal
sebagai pembela hak warga di bekas Jerman Timur dan kini berusia 72 tahun itu,
diperkirakan akan memperoleh suara mayoritas dalam pemungutan suara di Parlemen
Jerman sebagai presiden baru, menggantikan Christian Wulff yang
mengundurkan diri Jumat (17/2) lalu.
Guncang Koalisi
Sebelum nominasi Joachim Gauck,
koalisi pemerintah hitam kuning berada di ambang krisis. Ketua Partai CDU
Angela Merkel menegaskan di lingkungan pimpinan Uni Kristen CDU/CSU, bahwa ia
tidak akan mendukung pencalonan Joachim Gauck.
Tapi jajaran pimpinan Partai Liberal
Demokrat (FDP) tetap mendukung Gauck.
Secara mengejutkan dengan suara bulat FDP
mendukung Gauck, kandidat presiden yang diajukan partai oposisi dua tahun lalu.
Dengan demikian dapat terjadi
bahwa dalam sidang parlemen untuk memilih presiden baru Jerman, CDU/CSU tidak
dapat menyodorkan kandidatnya sendiri.
Pada Mei 2010, setelah mundurnya
Presiden Horst Köhler, Joachim Gauck dicalonkan oleh partai oposisi sosial
demokrat SPD dan Partai Hijau untuk jabatan Presiden Jerman. Gauck yang
tidak terikat suatu partai dan mantan ketua komisi khusus dinas penyidik
dokumen Jerman Timur, Stasi, mendapat simpati besar di kalangan masyarakat.
Meski demikian tanggal 30 Juni dalam putaran ketiga pemilihan presiden,
Joachim Gauck kalah dari kandidat koalisi pemerintah CDU/CSU dan FDP, Christian
Wulff.
Dalam beberapa jajak pendapat setelah mundurnya Wulff Jumat lalu, Joachim
Gauck tetap menjadi favorit di kalangan warga. Sekitar 50 persen warga Jerman
percaya Gauck layak menjabat presiden Jerman. [DW/BBC/L-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
