SBY Minta Tiongkok Hormati Posisi Laut Cina Selatan
Jumat, 10 Agustus 2012 | 4:58
Presiden SBY [google] [JAKARTA] Menteri Luar
Negeri Marty Natalegawa menegaskan bahwa Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono (SBY) berani untuk meminta pemerintah Tiongkok menghormati
posisi Laut Cina Selatan yang terletak di kawasan ASEAN.
”Kenapa takut? Tidak ada masalah. Kan memang untuk kepentingan Tiongkok
juga. Kalau seandainya jalur diplomasi tersumbat atau terganggu antara
ASEAN dan Tiongkok, misalnya soal Laut Cina Selatan bisa membawa dampak
yang lebih luas terhadap hubungan Tiongkok-ASEAN,”
katanya di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Kamis (9/8).
Tambah Marty, ASEAN juga memiliki kepentingan untuk bisa mengelola sengketa ini dengan baik karena sudah tercantum di
roadmap. Namun sayangnya, Menteri Luar Negeri dari 10
negara-negara anggota ASEAN gagal mencapai kesepakatan untuk
menghasilkan komunikasi bersama sebagai hasil dari pertemuan di Phnom
Penh bulan lalu.
Lantas Marty pun lalu berkeliling ke Filipina, Vietnam, Kamboja,
Malaysia dan Singapura untuk menjalankan diplomasi agar negara-negara
ASEAN mencapai satu suara. Hal itu memberikan hasil negara-negara ASEAN
sepakat pada pernyataan bersama mengenai konflik
Laut Cina Selatan yang meliputi enam poin prinsip mengenai Laut Cina
Selatan.
Terkait kedatangan Menteri Luar Negeri RRT Yang
Jiechi ke Istana Presiden di Jakarta pada Jumat (10/8) pukul 11.00 WIB,
Presiden SBY akan menemuinya sebagai kerangka untuk meningkatkan
hubungan bilateral antar kedua negara. Apalagi
selama ini kedua negara memiliki hubungan strategis dan dialog yang
baik. Di samping itu, tentunya isu Laut Cina Selatan akan menjadi
pembahasan karena isu kawasan dan kerjasama ASEAN dan Tiongkok juga akan
diangkat.
”Akan dibahas kerjasama ASEAN-Tiongkok. Dalam kerangka itu tidak
tertutup dibahas masalah Laut Cina Selatan kemudian masalah globalnya
mungkin masalah Suriah,” kata Marty. [O-2]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
