Saudi Tutup Kedutaannya di Mesir
Minggu, 29 April 2012 | 11:19
Polisi Mesir menjaga kedutaan besar Arab Saudi dari aksi protes warga di Kairo. [Reuters] [KAIRO] Pemerintah Arab Saudi menutup kantor kedutaan dan
konsulatnya di Mesir, menyusul aksi protes terhadap penahanan seorang pengacara
Mesir di Arab Saudi.
Kantor berita pemerintah Saudi mengatakan, selain penutupan kantor kedutaan
dan konsulatnya, mereka juga menarik duta besarnya dari Kairo.
Penguasa militer Mesir telah menunjukan keterkejutannya atas langkah yang
diambil pemerintah Arab Saudi.
Kantor berita Mesir, Mena,
mengatakan, penguasa sementara Mesir, Jenderal Hussein Tantawi dikabarkan telah
menghubungi Pemerintah Saudi, Sabtu (28/4), untuk menyelesaikan persoalan ini.
Aksi Saudi ini menandai eskalasi insiden penahanan yang semakin meruncing
dalam beberapa hari belakangan ini. Gizawi sendiri sebelumnya ditahan pada awal
bulan ini saat tiba di Arab Saudi, dengan tuduhan telah melakukan penghinaan
kepada Raja Abdullah.
Fase Terburuk
Sejumlah aktivis mengatakan, penahanannya Gizawi terkait dengan kritikannya
yang menentang cara pemerintah Saudi dalam menangani sejumlah tahanan asal
Mesir.
Keluarga Gizawi mengatakan, pemerintah Saudi melakukan penangkapan saat dia
tengah melakukan perjalanan umroh ke negara itu.
Namun, pemerintah Saudi mengatakan, Gizawi ditangkap karena kepemilikan obat
terlarang. Dia dituduh membawa 20.000 anti depresi dalam tas pakaiannya.
Pihak keamanan Saudi juga meragukan informasi yang menyebutkan Gizawi akan
melakukan umroh, karena dia tidak menganakan baju putih seperti yang biasa
dikenakan orang yang sedang menjalankan umroh.
Sejumlah pengamat mengatakan, kondisi yang terjadi dalam hubungan diplomatik
antara Saudi dan Mesir saat ini telah memasuki fase terburuk.
Sebelumnya, Saudi pernah memutuskan hubungan diplomatik dengan Mesir, saat
negara yang pernah dipimpin Hosni Mubarak ini melakukan perjanjian damai dengan
Israel tahun 1979.
Saudi saat ini merupakan salah satu negara tujuan bagi warga Mesir untuk
bekerja dan kerap terdengar kasus dimana warga Mesir diperlakukan tidak adil
oleh hukum Saudi. [BBC/L-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
