SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 26 Mei 2013
Pencarian Arsip

Saudi Tutup Kedutaannya di Mesir
Minggu, 29 April 2012 | 11:19

Polisi Mesir menjaga kedutaan besar Arab Saudi dari aksi protes warga di Kairo. [Reuters] Polisi Mesir menjaga kedutaan besar Arab Saudi dari aksi protes warga di Kairo. [Reuters]

[KAIRO] Pemerintah Arab Saudi menutup kantor kedutaan dan konsulatnya di Mesir, menyusul aksi protes terhadap penahanan seorang pengacara Mesir di Arab Saudi.

Kantor berita pemerintah Saudi mengatakan, selain penutupan kantor kedutaan dan konsulatnya, mereka juga menarik duta besarnya dari Kairo. Penguasa militer Mesir telah menunjukan keterkejutannya atas langkah yang diambil pemerintah Arab Saudi.

Kantor berita Mesir, Mena, mengatakan, penguasa sementara Mesir, Jenderal Hussein Tantawi dikabarkan telah menghubungi Pemerintah Saudi, Sabtu (28/4), untuk menyelesaikan persoalan ini.

Aksi Saudi ini menandai eskalasi insiden penahanan yang semakin meruncing dalam beberapa hari belakangan ini. Gizawi sendiri sebelumnya ditahan pada awal bulan ini saat tiba di Arab Saudi, dengan tuduhan telah melakukan penghinaan kepada Raja Abdullah.

Fase Terburuk Sejumlah aktivis mengatakan, penahanannya Gizawi terkait dengan kritikannya yang menentang cara pemerintah Saudi dalam menangani sejumlah tahanan asal Mesir.

Keluarga Gizawi mengatakan, pemerintah Saudi melakukan penangkapan saat dia tengah melakukan perjalanan umroh ke negara itu. Namun, pemerintah Saudi mengatakan, Gizawi ditangkap karena kepemilikan obat terlarang. Dia dituduh membawa 20.000 anti depresi dalam tas pakaiannya.

Pihak keamanan Saudi juga meragukan informasi yang menyebutkan Gizawi akan melakukan umroh, karena dia tidak menganakan baju putih seperti yang biasa dikenakan orang yang sedang menjalankan umroh.

Sejumlah pengamat mengatakan, kondisi yang terjadi dalam hubungan diplomatik antara Saudi dan Mesir saat ini telah memasuki fase terburuk. Sebelumnya, Saudi pernah memutuskan hubungan diplomatik dengan Mesir, saat negara yang pernah dipimpin Hosni Mubarak ini melakukan perjanjian damai dengan Israel tahun 1979.

Saudi saat ini merupakan salah satu negara tujuan bagi warga Mesir untuk bekerja dan kerap terdengar kasus dimana warga Mesir diperlakukan tidak adil oleh hukum Saudi. [BBC/L-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN