SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 22 Mei 2013
Pencarian Arsip

RI-Korut Sepakat Tingkatkan Kerja Sama
Selasa, 15 Mei 2012 | 12:38

Marty Natalegawa [google] Marty Natalegawa [google]

[JAKARTA]  Pemerintah Indonesia dan pemerintah Korea Utara sepakat untuk meningkatkan kerja sama di berbagai bidang termasuk di bidang politik, investasi dan juga saling mengenal kebudayaan kedua bangsa.

Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dalam keterangan pers di Kantor Presiden Jakarta, Selasa (15/5), usai mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima kunjungan kehormatan Presiden Republik Demokratik Rakyat Korea Kim Yong Nam di Istana Merdeka mengatakan hubungan diplomatik antara kedua negara yang sudah berlangsung cukup lama menjadi salah satu modal untuk peningkatan kerja sama.

"Peningkatan hubungan bilateral, tentu sudah pahami dan ketahui antara Indonesia dan Korea Utara sudah lama dan bersahabat. Sepanjang pertemuan kedekatan sangat tercerminkan. Melalui pertemuan, kedua presiden menegaskan perlu ditingkatkan hubungan bilateral antara lain meningkatkan kerja sama hubungan politik dan saling mengunjungi pejabat kedua negara," kata Marty.

Marty menambahkan,"di luar kerja sama politik ada tekad untuk tingkatkan hubungan ekonomi dan perdagangan. Secara khusus Presiden menunjuk Menko Perekonomian (Hatta Rajasa,red) , Mendag(Gita Wirjawan) dan Menperin(MS Hidayat,red) menindaklanjuti apa yang telah dibicarakan".

Menurut Menlu, di luar bidang ekonomi dan perdagangan, kedua pemimpin membahas kerja sama di bidang budaya. Adanya kedekatan rakyat antara kedua negara yang sudah terjalin, kerja sama budaya perlu dikedepankan.

"Secara khusus Presiden Kim Yong Nam, merujuk kerja sama di bidang obat tradisional, Presiden juga garisbawahi agar dapat meningkatkan kerja sama di bidang itu. Juga di bidang olah raga, prestasi cukup baik berkaitan dengan oleh raga dan Presiden akan beri instruksi pada Menpora(Andi Mallarangeng,red) agar lakukan kerja sama yang lebih tinggi," katanya.

Pupuk kepercayaan Secara khusus Menlu Marty Natalegawa mengatakan peningkatan kerj asama kedua negara bukan berarti Indonesia menutup mata terhadap sejumlah masalah yang terjadi di Korea Utara dan menjadi perhatian dunia internasional.

Belajar dari kasus Myanmar, kata Marty, Indonesia justru ingin memberikan sumbangan untuk penyelesaian masalah yang terjadi namun bukan dengan jalan mengucilkan justru dengan memupuk rasa percaya melalui kerja sama yang saling menguntungkan.

"Indonesia hormati resolusi PBB terhadap Korea Utara, namun diluar hal terkait resolusi, kita ingin menjalin komunikasi dan bukan pembenaran apa yang terjadi di Korea Utara, tetapi lebih melihat adanya kemungkinan perbaikan seandainya ada komunikasi, bukan pengucilan," kata Marty.

Marty memaparkan,"Presiden sampaikan pentingnya komunikasi dan dialog untuk penyelesaian masalah di kawasan. Ini kunjungan Presiden Korea Utara pertama pasca perubahan pimpinan, kita semua sedang melihat dan menelaah, apa yang jadi keprihatinan mereka, apa yang menjadi harapan mereka".

Dalam pertemuan bilateral yang berlangsung sekitar satu setengah jam tersebut, Presiden Kim menyampaikan salam hangat dari Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un bagi Presiden Yudhoyono dan undangan untuk mengunjungi Korea Utara. [Ant/L-9]    




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN