RI-Korut Sepakat Tingkatkan Kerja Sama
Selasa, 15 Mei 2012 | 12:38
Marty Natalegawa [google] [JAKARTA] Pemerintah Indonesia dan pemerintah Korea
Utara sepakat untuk meningkatkan kerja sama di berbagai bidang termasuk di
bidang politik, investasi dan juga saling mengenal kebudayaan kedua bangsa.
Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dalam keterangan pers di Kantor Presiden
Jakarta, Selasa (15/5), usai mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
menerima kunjungan kehormatan Presiden Republik Demokratik Rakyat Korea Kim
Yong Nam di Istana Merdeka mengatakan hubungan diplomatik antara kedua negara
yang sudah berlangsung cukup lama menjadi salah satu modal untuk peningkatan
kerja sama.
"Peningkatan hubungan bilateral, tentu sudah pahami dan ketahui antara
Indonesia dan Korea Utara sudah lama dan bersahabat. Sepanjang pertemuan
kedekatan sangat tercerminkan. Melalui pertemuan, kedua presiden menegaskan
perlu ditingkatkan hubungan bilateral antara lain meningkatkan kerja sama
hubungan politik dan saling mengunjungi pejabat kedua negara," kata Marty.
Marty menambahkan,"di luar kerja sama politik ada tekad untuk tingkatkan
hubungan ekonomi dan perdagangan. Secara khusus Presiden menunjuk Menko
Perekonomian (Hatta Rajasa,red) , Mendag(Gita Wirjawan) dan Menperin(MS
Hidayat,red) menindaklanjuti apa yang telah dibicarakan".
Menurut Menlu, di luar bidang ekonomi dan perdagangan, kedua pemimpin membahas
kerja sama di bidang budaya. Adanya kedekatan rakyat antara kedua negara yang
sudah terjalin, kerja sama budaya perlu dikedepankan.
"Secara khusus Presiden Kim Yong Nam, merujuk kerja sama di bidang obat
tradisional, Presiden juga garisbawahi agar dapat meningkatkan kerja sama di
bidang itu. Juga di bidang olah raga, prestasi cukup baik berkaitan dengan oleh
raga dan Presiden akan beri instruksi pada Menpora(Andi Mallarangeng,red) agar
lakukan kerja sama yang lebih tinggi," katanya.
Pupuk kepercayaan Secara khusus Menlu Marty Natalegawa mengatakan peningkatan
kerj asama kedua negara bukan berarti Indonesia menutup mata terhadap sejumlah
masalah yang terjadi di Korea Utara dan menjadi perhatian dunia internasional.
Belajar dari kasus Myanmar, kata Marty, Indonesia justru ingin memberikan
sumbangan untuk penyelesaian masalah yang terjadi namun bukan dengan jalan
mengucilkan justru dengan memupuk rasa percaya melalui kerja sama yang saling
menguntungkan.
"Indonesia hormati resolusi PBB terhadap Korea Utara, namun diluar hal
terkait resolusi, kita ingin menjalin komunikasi dan bukan pembenaran apa yang
terjadi di Korea Utara, tetapi lebih melihat adanya kemungkinan perbaikan
seandainya ada komunikasi, bukan pengucilan," kata Marty.
Marty memaparkan,"Presiden sampaikan pentingnya komunikasi dan dialog
untuk penyelesaian masalah di kawasan. Ini kunjungan Presiden Korea Utara
pertama pasca perubahan pimpinan, kita semua sedang melihat dan menelaah, apa
yang jadi keprihatinan mereka, apa yang menjadi harapan mereka".
Dalam pertemuan bilateral yang berlangsung sekitar satu setengah jam tersebut,
Presiden Kim menyampaikan salam hangat dari Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un
bagi Presiden Yudhoyono dan undangan untuk mengunjungi Korea Utara. [Ant/L-9]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
