SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 21 Mei 2013
Pencarian Arsip

RI Desak Ubah Mandat Pasukan PBB di Suriah
Jumat, 29 Juni 2012 | 10:41

Aksi demo meminta dunia internasional terlibat menyelesaikan konflik di Suriah. [google] Aksi demo meminta dunia internasional terlibat menyelesaikan konflik di Suriah. [google]

[JAKARTA] Indonesia mendesak PBB untuk secepatnya membuat langkah nyata guna meredamkan konflik internal di Suriah yang kian memanas hingga memunculkan ketegangan baru dengan negara tetangganya, Turki. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun tak segan-segan meminta Sekjen PBB Ban Ki Moon untuk mengubah mandat pasukan PBB untuk konflik tersebut.  

“Presiden SBY merekomendasikan agar Sekjen PBB dapat mengambil inisiatif baru, termasuk merubah mandat pasukan PBB,” ujar Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah melalui sambungan telepon di Jakarta, Kamis (28/6).  

Dikatakan Faiz, percakapan yang dilakukan SBY dan Ban Ki Moon tengah malam kemarin, bersifat urgensi karena bila melihat perkembangan terakhir, dikhawatirkan insiden Suriah dengan Turki akan menjadi perang terbuka. Mengingat dua kepala pemerintahannya sudah saling mengeluarkan pernyataan keras yang bisa saja menjurus kepada perang. Padahal, pada saat bersamaan konflik internal bersenjata di Suriah belum ada tanda akan mencapai titik temu. Sehingga, jelas rakyat yang akan menjadi korban terbesar jika perang tersebut terjadi karena mereka digencat konflik dari dalam dan luar negeri.

Presiden SBY mengatakan, Dewan Keamanan harus bersatu dan tidak boleh ada perbedaan lagi antara tiga hal veto. PBB dan masyarakat dunia diharapkannya tidak menjatuhkan Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam konflik di negara itu.
Saat ditanya bagaimana terobosan yang perlu diambil PBB dalam konflik itu, dirinya mengatakan hal ini masih akan terus dikembangkan. Adapun, terobosan ni nantinya bisa saja seperti krisis Libanon dulu. ”Ini sesuatu yang masih berproses lebih lanjut. Terobosan di Lebanon juga berangkat dari pembicaraan Presiden SBY dengan Sekjen PBB,” tukasnya.

Terhadap rekomendasi tersebut, Ban Ki Moon berjanji akan membawanya ke dalam forum di Jenewa. Di mana, hasil dari pertemuan itu akan dibahas lebih lanjut dengan Presiden SBY.   Sementara itu, rencana pembicaraan telepon antara Presiden SBY dengan Presiden terpilih Mesir Muhammad Mursi urung dilaksanakan karena faktor teknis.  

Sebelumnya, Presiden SBY mengatakan permasalahan Suriah telah dibicarakan dengan sejumlah kepala negara dan kepala pemerintahan saat menghadiri KTT G-20 di Los Cabos, Meksiko, dan juga KTT Pembangunan Berkelanjutan di Rio de Jenairo, Brazil pekan lalu. Disana, Presiden SBY berdiskusi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan meminta agar konflik tersebut bisa terhenti.

”Rusia punya hubungan baik dengan Suriah, didampingi dengan Menlu dan delegasi kami mendiskusikan hal tersebut. Intinya saya berharap Rusia dan negara lain bisa berperan menghentikan tragedi kemanusiaan di sana. Diskusi cukup lama 45 menit. Pandangan saya dengan Presiden Putin sama” kata SBY dalam pembukaan sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden.

Pandangan yang dimaksud adalah menghentikan korban jiwa baru kemudian melakukan proses politik bila memang dikehendaki masyarakat Suriah. ”Nah, setelah itu, silahkan proses politik, internal. Kalau memang rakyat suriah mengatakan sudah saatnya ada transisi kepemimpinan, yah kita hormati, kita dukung,” ucapnya. [O-2]  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN