Presiden Rusia Perintahkan Bantuan Setelah Tragedi Meteor
Sabtu, 16 Februari 2013 | 7:42
Meteor melintas di sebuah kawasan di Pegunungan Ural, Rusia. [Reuters] [MOSKWA]
Presiden Rusia Vladimir Putin telah memerintahkan bantuan segera buat orang
yang tinggal di Pegunungan Ural, Rusia, setelah meteor meledak di wilayah itu
pada Jumat (15/2), dan melukai tak kurang dari 1.000 orang.
"Setiap upaya mesti dilancarkan untuk memperkirakan kerusakan secara
objektif. Banyak orang telah cedera. Bantuan harus diberikan kepada mereka secepatnya,"
kata Putin di dalam satu pernyataan yang disiarkan di jejaring Kremlin.
Menteri Keadaan Darurat Vladimir Puchkov mengatakan meteor tersebut, yang
dideteksi pada pukul 07.20 waktu Moskow (10.20 WIB) di dekat Chelyabink, dan
melukai tak kurang dari 1.000 orang, termasuk 12 anak kecil.
Sebanyak 300 rumah, 12 gedung sekolah dan sejumlah pabrik rusak, kata menteri
itu.
Ledakan tersebut menghancurkan sebanyak 100.000 meter persegi kaca di
Chelyabink, kota dengan satu juta warga dan terletak sekitar 1.500 kilometer di
sebelah timur Moskow, kata beberapa pejabat.
Meteor itu --yang diperkirakan berbobot 10 ton-- memasuki atmosfir Bumi dengan
kecepatan supersonik, sekitar 54.000 kilometer per jam, dan meledak sekitar
30-50 kilometer di atas tanah, kata Akademi Sains Rusia di dalam satu
pernyataan.
Meteor tersebut melepaskan energi beberapa kiloton di atas wilayah Chelyabink,
kata akademi itu.
Perdana Menteri Dmitry Medvedev, yang berpidato di satu forum ekonomi di Kota
Krasnoyarsk di Siberia, mengatakan meteor tersebut "menunjukkan bahwa
bukan hanya ekonomi yang rentan, tapi seluruh planet ini juga rentan",
demikian laporan Xinhua --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Sabtu pagi.
Para pejabat lain juga bereaksi dengan sangat cepat mengenai meteor yang tak terduga
itu.
Pavel Astakhov, utusan presiden urusan hak anak, memberitahu kantor berita
Interfax, "Perlu untuk menjamin keselamatan anak-anak sebab ancaman hujan
meteor baru di wilayah Chelyabink tetap ada."
Namun wanita Juru Bicara
Menteri Keadaan Darurat Irina Rossius mendesak warga agar tidak mendekati
pecahan meteor dan segera menghubungi polisi jika mereka menemukan pecahan
benda langit tersebut.
"Komite Keamanan Duma Negara mengendalikan keadaan,"k ata Vyacheslav
Timchenko, anggota Duma, kepada wartawan setelah anggota Duma diberi penjelasan
mengenai keadaan di Pegunungan Ural.
Tentara dikerahkan ke wilayah itu untuk melakukan operasi pencarian dan
pertolongan. [Ant/L-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
