SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 22 Mei 2012
Pencarian Arsip

Pengunjuk Rasa Blokade Akses ke Parlemen Mesir
Rabu, 9 Februari 2011 | 17:25

Pengunjuk rasa Mesir berkumpul di Tharir Square di Kairo pada Senin (31/1/2011). Ini adalah hari ke-7 unjuk rasa menuntut Presiden Hosni Mubarak turun dari tahta kepresidenan. (Foto: AFP/Mohammed Abed) Pengunjuk rasa Mesir berkumpul di Tharir Square di Kairo pada Senin (31/1/2011). Ini adalah hari ke-7 unjuk rasa menuntut Presiden Hosni Mubarak turun dari tahta kepresidenan. (Foto: AFP/Mohammed Abed)

[KAIRO] Ratusan orang pengunjuk rasa Mesir mencoba menutup akses ke gedung parlemen negeri itu di Kairo pada Rabu (9/2) sebagai bagian dari kampanye mereka untuk mendesak Presiden Hosni Mubarak yang sudah berkuasa 30 tahun turun dari jabatannya.

Padahal gedung parlemen Mesir itu dijaga ketat oleh tentara Mesir lengkap dengan kendaraan lapis baja, tetapi tidak ada bentrokan antara aparat keamanan dan pengunjuk rasa. Selain itu, para pengunjuk rasa juga menutup akses ke majelis rendah dan menguasai Lapangan Tahrir.

Parlemen Mesir dikuasai ole Partai Nasional Demokrat (NDP) pimpinan Hosni Mubarak. Partai itu dinilai para pengunjuk rasa sebagai bagian dari rejim kekuasaan Hosni Mubarak.

“Kami datang untuk mencegah anggota NDP masuk ke gedung parlemen. Kami masih akan tinggi sampai tuntutan kami terpenuhi atau kami mati di sini,” kata Mohammed Abdullah (25 tahun) sementara massa anti Mubarak terus meneriakkan supaya Mubarak segera turun dan mengibarkan Bendara Mesir.

“Anggota parlemen ini tidak dipilih oleh rakyat,” kata pengunjuk rasa lainnya, seorang mahasiswa Universitas Al-Azhar Kairo, Mohammed Sobhi (19 tahun). Dia melanjutkan, “Kami menginginkan seluruh rejim ini jatuh, bukan hanya Presiden karena semua yang berada di bawahnya korup.”

Ribuan pengunjuk rasa pro demokrasi dan anti Mubarak berkemah di Lapangan Tahrir, Kairo sejak 28 Januari untuk mendesak Mubarak turun.

Padahal pemerintah berjanji akan melakukan reformasi konstitusi dan Mubarak tidak akan maju lagi pada pemilu presiden Mesir September mendatang, juga tidak akan memberikan jabatan presiden kepada putranya.

Tetapi para pengunjuk rasa tidak mempedulikan itu dan mereka terus berunjuk rasa dan mendesak Mubarak segera turun. [AFP/A-21]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN