SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 23 Mei 2013
Pencarian Arsip

Penembakan di Kuil Sikh, Obama Serukan Antidiskriminasi
Selasa, 7 Agustus 2012 | 12:29

Presiden AS, Barack Obama [AP] Presiden AS, Barack Obama [AP]

[WASHINGTON] Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, menyerukan rakyat AS untuk saling menghormati perbedaan latar belakang, etnis bahkan agama dan tidak bersikap diskriminatif.  

Pernyataan itu, disampaikan Obama, Senin (6/8), menyikapi insiden penembakan di Kuil Sikh, di Wisconsin, yang menewaskan tujuh orang, termasuk pelaku, dan melukai empat lainnya. Penembakan tersebut diduga terkait dengan perbedaan etnis , meskipun kepolisian belum mengungkap motif sebenarnya.  

“Meskipun motif pelaku belum diketahui, tapi jika ternyata penembakan itu didorong oleh masalah etnis para pemeluk Sikh, saya pikir rakyat Amerika harus menarik diri dari sikap seperti itu. Sangat penting bagi kita untuk menegaskan kembali bahwa terlepas dari mana asal kita, siapa yang kita sembah (agama, red), ketika kita menjadi bagian dari negeri ini, kita semua adalah satu dan harus saling menghormati satu sama lain,” kata Obama.  

Presiden Obama memerintahkan seluruh AS mengibarkan bendera setengah tiang sebagai tanda penghormatan bagi para korban penembakan di Kuil Sikh, Wisconsin. Dia juga menyampaikan kesedihan atas insiden itu dan menggambarkannya sebagai peristiwa yang meremukkan hati.  

Namun ketika ditanya apakah peristiwa penembakan di Wisconsin akan mendorongnya mengambil langkah-langkah pengendalian senjata, Obama hanya mengatakan, dirinya akan mempertemukan para pemimpin di semua tingkatan masyarakat AS untuk mencari solusi mengekang kekerasan bersenjata.  

Sementara itu, Perdana Menteri India, Manmohan Singh, menyampaikan rasa terkejut dan kesedihan mendalam atas peristiwa penembakan di Kuil Sikh, Wisconsin. “Itu tindakan yang tidak masuk akal. Kekerasan yang ditargetkan pada tempat ibadah agama sangat menyakitkan,” kata Singh.  

Para pendukung Akali Dal Shiromani, partai politik Sikh yang menjadi partai utama0 di India, juga melakukan demonstrasi di Kedutaan Besar AS, di New Delhi, Senin. Mereka menuntut kekerasan terhadap pemeluk Sikh yang terus meningkat di AS segera dihentikan.   

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS, Patrick Ventrell, mengatakan Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton, telah berbicara melalui telepon dengan menteri luar negeri India. Selain itu, Duta Besar AS untuk India, Nancy Powell, juga bertemu dengan para pemimpin masyarakat Sikh di New Delhi dan mengunjungi kuil Sikh terbesar di ibukota India itu.  

Sementara itu, polisi mengidentifikasi pelaku penembakan di Kuil Wisconsin, sebagai Wade Michael Page (40), yang merupakan veteran angkatan darat. Page dinyatakan sebagai pelaku tunggal dari penembakan tragis itu.   Sementara keenam korban pemeluk Sikh yang tewas adalah Sita Singh (41), Ranjit Singh (49), Satwant Singh Kaleka (65), Prakash Singh (39), Suveg Singh (84) dan Paramjit Kaur (41). Dua korban Sikh lainnya tetap dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis, tiga lainnya telah dipulangkan setelah dirawat.  

Meskipun motif pelaku belum diungkap, namun sejumlah pengamat menilai Page melakukan penembakan karena didasari kebencian terhadap etnis yang berbeda dari kulit putih.   Menurut Pusat Hukum Kemiskinan Selatan, Page adalah anggota dua band rasis bernama Akhir Apatis dan Kebencian Pasti, sebuah band yang mengeluarkan album “Victory”,  menampilkan gambar mengerikan dari lengan putih tanpa tubuh meninju seorang pria kulit hitam di wajah.

Salah satu akun band tersebut di MySpace juga menggambarkan foto dan lirik lagu yang rasis dan mendorong orang kulit putih untuk berani mempertahankan AS sebagai tanah milik bangsa kulit putih.  

Sebuah video band Page lainnya di YouTube yang dipasang pada 2009, juga menggambarkan kebencian dalam salah satu lirik yang berbunyi "Wake Up, White Man, For Your Race, And Your Land” (Bangkitlah Kaum Kulit Putih, untuk Tanahmu). [CNN/Reuters/J-9]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN