Penembakan di Kuil Sikh, Obama Serukan Antidiskriminasi
Selasa, 7 Agustus 2012 | 12:29
Presiden AS, Barack Obama [AP] [WASHINGTON] Presiden Amerika Serikat
(AS), Barack Obama, menyerukan rakyat AS untuk saling menghormati perbedaan
latar belakang, etnis bahkan agama dan tidak bersikap diskriminatif.
Pernyataan itu, disampaikan Obama,
Senin (6/8), menyikapi insiden penembakan di Kuil Sikh, di Wisconsin, yang
menewaskan tujuh orang, termasuk pelaku, dan melukai empat lainnya. Penembakan
tersebut diduga terkait dengan perbedaan etnis , meskipun kepolisian belum
mengungkap motif sebenarnya.
“Meskipun motif pelaku belum
diketahui, tapi jika ternyata penembakan itu didorong oleh masalah etnis para
pemeluk Sikh, saya pikir rakyat Amerika harus menarik diri dari sikap seperti
itu. Sangat penting bagi kita untuk menegaskan kembali bahwa terlepas dari mana
asal kita, siapa yang kita sembah (agama, red), ketika kita menjadi bagian dari
negeri ini, kita semua adalah satu dan harus saling menghormati satu sama
lain,” kata Obama.
Presiden Obama memerintahkan seluruh AS mengibarkan
bendera setengah tiang sebagai tanda penghormatan bagi para korban penembakan
di Kuil Sikh, Wisconsin. Dia juga menyampaikan kesedihan
atas insiden itu dan menggambarkannya sebagai peristiwa yang meremukkan hati.
Namun ketika ditanya apakah peristiwa
penembakan di Wisconsin akan mendorongnya mengambil langkah-langkah
pengendalian senjata, Obama hanya mengatakan, dirinya akan mempertemukan para
pemimpin di semua tingkatan masyarakat AS untuk mencari solusi mengekang
kekerasan bersenjata.
Sementara itu, Perdana Menteri India, Manmohan Singh,
menyampaikan rasa terkejut dan kesedihan mendalam atas peristiwa penembakan di
Kuil Sikh, Wisconsin. “Itu tindakan yang tidak masuk akal. Kekerasan yang
ditargetkan pada tempat ibadah agama sangat menyakitkan,” kata Singh.
Para pendukung Akali Dal Shiromani, partai politik Sikh
yang menjadi partai utama0 di India, juga melakukan demonstrasi di Kedutaan
Besar AS, di New Delhi, Senin. Mereka menuntut kekerasan terhadap pemeluk Sikh
yang terus meningkat di AS segera dihentikan.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS, Patrick Ventrell,
mengatakan Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton, telah berbicara melalui
telepon dengan menteri luar negeri India. Selain itu, Duta Besar AS untuk
India, Nancy Powell, juga bertemu dengan para pemimpin masyarakat Sikh di New
Delhi dan mengunjungi kuil Sikh terbesar di ibukota India itu.
Sementara itu, polisi mengidentifikasi pelaku penembakan
di Kuil Wisconsin, sebagai Wade Michael Page (40), yang merupakan veteran
angkatan darat. Page dinyatakan sebagai pelaku tunggal dari penembakan tragis
itu.
Sementara keenam korban pemeluk Sikh yang tewas adalah
Sita Singh (41), Ranjit Singh (49), Satwant Singh Kaleka (65), Prakash Singh
(39), Suveg Singh (84) dan Paramjit Kaur (41). Dua korban Sikh lainnya tetap
dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis, tiga lainnya telah dipulangkan
setelah dirawat.
Meskipun motif pelaku belum diungkap, namun sejumlah
pengamat menilai Page melakukan penembakan karena didasari kebencian terhadap
etnis yang berbeda dari kulit putih.
Menurut Pusat Hukum Kemiskinan Selatan, Page adalah
anggota dua band rasis bernama Akhir Apatis dan Kebencian Pasti, sebuah band
yang mengeluarkan album “Victory”,
menampilkan gambar mengerikan dari lengan putih tanpa tubuh meninju
seorang pria kulit hitam di wajah.
Salah satu akun band tersebut di MySpace juga menggambarkan foto dan lirik lagu yang rasis dan
mendorong orang kulit putih untuk berani mempertahankan AS sebagai tanah milik
bangsa kulit putih.
Sebuah video band Page lainnya di YouTube yang dipasang pada
2009, juga menggambarkan kebencian dalam salah satu lirik yang berbunyi "Wake Up, White Man, For Your Race, And Your
Land” (Bangkitlah Kaum Kulit Putih, untuk Tanahmu). [CNN/Reuters/J-9]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
