SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 17 September 2014
Pencarian Arsip

Pembunuhan Tentara Inggris, Dua Tersangka Baru Ditahan
Jumat, 24 Mei 2013 | 15:04

Polisi menjaga flat yang sedang digeledah di Greenwich, sebelah tenggara London, Inggris,  Kamis (23/5). [AP] Polisi menjaga flat yang sedang digeledah di Greenwich, sebelah tenggara London, Inggris, Kamis (23/5). [AP]

[LONDON] Polisi Inggris, menahan dua tersangka baru yang diduga terkait dengan dua pelaku pembunuhan seorang tentara Inggris hingga tewas. Hingga Kamis (23/5), polisi juga tengah mengejar enam tersangka lainnya.  

Polisi Anti Teroris London mengungkapkan, pengejaran dilakukan terhadap sejumlah tersangka karena diduga merencanakan serangan lain, pasca pembunuhan Lee Rigby (25), prajurit Inggris yang bertugas pada korps musik, di dekat barak tentara Woolwich, bagian tenggara Kota London, Rabu (22/5).     

“Dua orang, laki-laki dan perempuan, telah ditahan. Enam orang lagi sedang diburu petugas. Mereka diduga kuat bekerjasama dengan dua pelaku pembunuhan tentara Inggris yang kemungkinan menjadi anggota kelompok teroris,” kata petugas polisi anti teroris, seperti dikutip CNN.  

Selain memburu tersangka lainnya, kepolisian Inggris juga menerjunkan 1.200 anggota untuk berjaga-jaga di areal publik Kota London. Selain itu, aparat kepolisian juga bersiaga di rumah-rumah ibadah dan institusi agama, serta stasiun kereta.  

“Selanjutnya kami juga menyiapkan petugas untuk melindungi semua fasilitas dan personel militer,” kata Asisten Komisaris Polisi untuk Tindak Kriminal Khusus, Mark Rowley.  

Perdana Menteri Inggris, David Cameron, mengatakan serangan brutal yang dilakukan kedua pelaku dengan mengatasnamakan Islam tak hanya melawan pemerintah Inggris tetapi juga ajaran Islam.  

“Mereka harus tahu bahwa apa yang mereka lakukan tak hanya melawan Inggris tetapi juga Islam. Seluruh Inggris dan komunitas Islam yang ada akan berdiri bersama melawan terorisme,” ujar Cameron.  

Sementara itu, polisi telah mengidentifikasi salah satu pelaku pembunuhan tentara, yakni Michael Alumide Adebolajo (28). Dia adalah warga Inggris keturunan Nigeria  dan menjadi seorang mualaf sejak 2003 dan berganti nama menjadi Mujahid.  

Adebolajo mempelajari Islam ketika kuliah di University of Greenwich. Disinilah dia mulai terlibat dengan kelompok ekstremis al-Muhajiroum yang merubah haluan sejak serangan teroris di London pada Juli 2005.  

Pemimpin kelompok al-Muhajiroum, Anjem Choudary, mengatakan Adebolajo telah meninggalkan kelompok itu pada 2010 dan memilih berjuang sendiri untuk membela Islam. 

 “Dia dulu menjadi anggota aktif selama beberapa tahun. Tapi perjuangan kami tidak dengan menggunakan kekerasan,” ujar Choudary sambil menambahkan telah kehilangan kontak dengan Adebolajo sejak tiga tahun terakhir. [CNN/BBC/AFP/J-9]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»