Pebisnis Keluhkan Ekonomi Suriah yang Mulai Melemah
Minggu, 19 Februari 2012 | 17:59
Aksi demo meminta dunia internasional terlibat menyelesaikan konflik di Suriah. [google] [LEBANON] Seorang
pebinis papan atas Suriah mengatakan, sanksi dunia internasional telah membuat
perekonomian negara itu lumpuh.
Faisal al-Qudsi, pebisnis yang
juga putera mantan Presiden Suriah mengatakan, saat ini akibat sanksi tersebut
pemerintahan mulai hancur secara perlahan. Dan langkah keras militer Suriah kepada warga
hanya akan bertahan paling lama enam bulan lagi, setelah itu akan ada jutaan
orang di jalan-jalan.
Menurutnya, militer lambat laun akan merasa lelah dan tidak akan bisa
pergi ke tempat lain. "Mereka harus duduk bersama dan berbicara atau
setidaknya menghentikan aksi pembunuhan ini. Dan begitu
mereka menghentikan aksi pembunuhan itu, maka jutaan orang akan turun ke
jalan-jalan,” katanya.
Namun al-Qudsi mengatakan,
Presiden Bashar al-Assad dan pengikutnya akan berjuang hingga batas akhir
kemampuannya, karena mereka berpikir apa yang terjadi sekarang adalah
"konspirasi universal untuk melawan pemerintah Suriah."
Sementara itu, laporan
sejumlah aktivis mengatakan bahwa pasukan Suriah terus mengepung Kota Homs dan
menembaki distrik Baba Amr pada Minggu (19/2).
Mereka berupaya terus menyerang
posisi pejuang oposisi di kawasan itu. Kekerasan yang tengah dilakukan oleh
militer Suriah terhadap kelompok oposisi dan warga terus terjadi, meski Damaskus sedang mendapat kunjungan dari
utusan khusus Cina, Zhai Jun.
Dalam kunjungannya itu Zhai
meminta agar semua pihak menghentikan aksi kekerasan. Namun seruan permintaan
tersebut tampaknya tidak terlalu banyak berpengaruh terhadap tekanan militer
terhadap kelompok oposisi. [BBC/L-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
