Palestina Desak Penyelidikan Internasional Kematian Arafat
Kamis, 5 Juli 2012 | 11:47
Yasser Arafat [google] [RAMALLAH]
Otoritas Palestina meminta penyelidikan internasional atas kematian
mantan penguasa Palestina Yasser Arafat, setelah sebuah laporan
mengungkapkan kemungkinan
dia diracun. Pejabat senior Palestina, Saeb Erakat menyerukan
penyelidikan atas kematian Arafat.
Desakan itu muncul sehari setelah televisi
Al-Jazeera menyiarkan hasil sembilan bulan penyelidikan
terhadap kematian Arafat. Ditemukan, Arafat kemungkinan diracun dengan
zat radioaktif polonium.
Tawfiq
Tirawi, yang memimpin penyelidikan Palestina dalam kematian Afarat,
mengatakan otoritas akan memungkinkan analisis sampel dari sisa-sisa
jasad Arafat yang dikubur
di Tepi Barat Ramallah, jika keluarganya setuju.
Janda Arafat, Suha, dalam wawancara dengan
AFP mengatakan dia akan mendesak agar mayat suaminya digali sehingga pemeriksaan lebih lanjut dapat dilakukan.
“Saya
langsung akan memberikan surat resmi kepada laboratorium Swiss yang
melakukan tes untuk mengambil otoritas mengumpulkan sampel dari
sisa-sisa Arafat guna memverifikasi
hasil dan mempercepat pengungkapan kebenaran tentang pembunuhan
Arafat,” katanya.
Penyelidikan
Al-Jazeera mengungkapkan pengujian forensik barang-barang milik Arafat, termasuk pakaian dikenakan Arafat,
mengandung zat radioaktif polonium. Suha
telah menerima barang-barang Arafat dari rumah sakit Paris, tempat
Arafat meninggal pada usia 75 tahun, November 2004. Suha memberikan izin
Al-Jazeera untuk mengambil helai rambut, keringat, urin, dan darah Arafat untuk pengujian di laboratorium Eropa, termasuk di Swiss.
Francois
Bochud, Kepala Institut Radiasi Fisika Universitas Lausanne, mengatakan
hasil pengujian mengungkapkan tingkat tinggi polonium.
“Kesimpulannya adalah bahwa kami menemukan beberapa polonium signifikan yang menempel pada sampel,” katanya kepada
Al-Jazeera.
Akan
tetapi, diutarakan Bochud, untuk mengkonfirmasi teori bahwa Arafat
diracun oleh polonium diperlukan penggalian dan analisis sisa-sisa
Arafat. Bila Suha benar-benar
ingin tahu apa yang terjadi pada suaminya, maka penggalian membutuhkan
sampel.
Juru
bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Nabil Abu Rudeina, mengatakan
otoritas Palestina bersedia bekerja sama penuh untuk menyediakan semua
fasilitas yang diperlukan
dalam mengungkapkan kebenaran di balik kematian Arafat.
“Tidak
ada alasan politik atau agama yang akan mencegah pemeriksaan ulang,
pemeriksaan jenazah dengan persetujuan dari keluarganya,” katanya.
Polonium
pernah digunakan untuk membunuh mantan mata-mata Rusia yang berubah
menjadi pengkritik Kremlin, Alexander Litvinenko. Dia meninggal pada
2006 setelah meminum teh
dicampur dengan polonium di sebuah restoran di London. [AFP/D-11]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
