Obama dan Putin Cari Solusi Perdamaian Suriah
Selasa, 19 Juni 2012 | 9:22
Presiden Obama dan Putin. [Reuters] [LOS CABOS] Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama dan
Presiden Rusia Vladimir Putin mendesak segera diakhirinya kekerasan di Suriah.
Dalam pernyataan bersama menyusul pertemuan pertama mereka sejak pelantikan
kembali Putin sebagai presiden, keduanya mengatakan memiliki keyakinan sama
bahwa rakyat Suriah harus menentukan masa depan mereka sendiri.
Kedua negara sebelumnya tidak satu kata dalam gagasan penyelesaian krisis
tersebut.
Rusia dan Cina sudah dua kali memblokir rancangan Resolusi PBB yang didukung
AS berisi kecaman terhadap Suriah.
Kedua negara tersebut berargumen bahwa menumbangkan kekuasaan pemerintah
melalui kekuatan eksternal merupakan hal yang tidak bisa diterima.
Pertemuan Obama dan Putin di sela-sela KTT G20 di Los Cabos, Meksiko itu
dilaksanakan di tengah laporan yang belum dapat dikonfirmasi bahwa dua kapal
Rusia siap berlayar ke Suriah.
Dua kapal ampibi itu menjalankan misi untuk melindungi warga negara Rusia
dan memindahkan peralatan, jika dirasa perlu, dari pangkalan angkatan laut di
Tartus.
Koresponden pertahanan BBC
Jonathan Marcus mengatakan bahwa, jika dapat dikonfirmasi, pengerahan
kapal-kapal tersebut mengindikasikan bahwa Rusia mengambil langkah-langkah
pencegahan jika rezim Suriah tumbang.
Sementara itu, sedikitnya 52 orang tewas dalam kekerasan terbaru di Suriah,
kata para aktivis. Tembakan artileri dilaporkan di sejumlah wilayah, termasuk Kota
Homs dan Deir Ezzor serta permukiman Douma di Damaskus.
Dalam pernyataan pers sesudah pertemuan itu, Obama mengatakan bahwa ia dan
Putin bertekad untuk bekerja sama dengan para pelaku internasional lainnya,
termasuk PBB, Kofi Annan, dan pihak-pihak yang berkepentingan "untuk
berusaha mencari solusi terhadap krisis Suriah."
Putin mengatakan, kedua negara memiliki banyak 'kesepakatan' tentang Suriah.
"Dalam rangka menghentikan pertumpahan darah di Suriah, kami menyerukan
dihentikannya segala bentuk kekerasan," kata kedua pemimpin itu dalam
pernyataan bersaman mereka.
"Kami satu keyakinan bahwa rakyat Suriah harus memiliki kesempatan
untuk secara bebas dan demokratik memilih masa depan mereka sendiri."
Mereka juga memperingatkan Iran untuk mematuhi kewajiban internasional
seputar kontroversi program nuklir kontroversial negara itu, dan meminta
"minimalisasi penggunaan uranium untuk kepentingan sipil.
"Para wartawan mengatakan tidak ada senyum di antara Obama dan Putin
sepanjang konferensi pers itu, dan interaksi mereka tampak kaku. [BBC/L-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
