SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 22 Mei 2012
Pencarian Arsip

Myanmar Pertimbangkan Pengamat ASEAN Monitor Pemilu
Rabu, 22 Februari 2012 | 9:30

Aung San Suu Kyi [google] Aung San Suu Kyi [google]

Myanmar berjanji  mempertimbangkan secara serius masuknya pengamat dari negara-negara Asia Tenggara untuk  memonitor  jalannya pemilu sela, yang akan berlangsung tanggal 1 April mendatang.

Pemilu sela tanggal 1 April 2012 di Myanmar dipandang sebagai tes kunci bagi komitmen Pemerintah Myanmar dalam menyemai reformasi di negeri itu. Pemilu sela tersebut akan diikuti oleh peraih Nobel Perdamaian, yang juga merupakan tokoh oposisi pro demokrasi Aung San Suu Kyi.  

Sementara itu, ASEAN dalam pernyataan resminya menyebutkan Presiden Myanmar Thein Sein telah berjanji untuk mempertimbangkan pemberian izin kepada pengamat ASEAN, guna memonitor jalannya pemilu di negara yang dulu bernama Birma itu.

Janji tersebut disampaikannya dalam pembicaraan dengan Sekjen ASEAN Surin Pitsuwan, di Ibukota Naypyidaw. Janji menghadirkan pengamat dari ASEAN disampaikan setelah mempertimbangkan kondisi pemilu sebelumnya,  terutama pada tahun 2010 lalu,  yang dinilai berbagai kalangan syarat dengan kecurangan dan intimidasi.

Pada saat itu, pengamat asing dan media internasional tidak diizinkan memasuki negara tersebut selama proses pemilu berlangsung. Oleh karenanya, baik partai oposisi maupun negara-negara barat memandang pemilu tersebut kurang legitimasi.

Pada Senin (21/2) kemarin, partai oposisi Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD)  mengeluhkan bahwa kejujuran dan keadilan proses pemilu susulan yang akan berlangsung April tahun ini, terancam karena adanya pembatasan dalam menggunakan lokasi-lokasi untuk berkampanye. Kampanye Suu Kyi selama ini selalu dibanjiri pendukungnya.

Namun beberapa jam setelah keluhan itu dilancarkan, pihak pemerintah melonggarkan batasan tersebut, yang digambarkan pihak oposisi sebagai hal yang sangat signifikan. Pada  Senin petang kemarin, Komisi Pemilu menyatakan kepada partai oposisi NLD  bahwa semua pembatasan untuk aktivitas pemilu telah dicabut.

Juru bicara NLD Nyan Win menyambut baik putusan itu seraya mengatakan, kini tampak secercah harapan.

Blokade Kampanye


yan Win mengungkapkan, sebelumnya, beberapa organisasi pemerintahan memblokade aktivitas kampanye, meski sudah ada perizinan dari Komisi Pemilu.

Misalnya dalam kasus pengajuan keberatan Menteri Olahraga Tint Hsan, atas penggunaan lapangan-lapangan bola sebagai lokasi kampanye di tiga wilayah yakni  Hlegu di utara Yangon, pusat kota Mandalay, dan kota di delta Irrawady, Phyapon.

Menteri Olahraga keberatan karena putranya merupakan kandidat pemilu sela dari kubu partai pemerintah, yang didukung militer, Partai Uni Solidaritas dan Pembangunan. 

Kubu oposisi sebenarnya tidak mengancam kedudukan pemerintah, bahkan bila berhasil meraup seluruh 48 kursi parlemen yang diperebutkan. Namun kemenangan Aung San Suu Kyi dapat memberikan legitimasi terhadap parlemen baru yang belum berpengalaman ini.

Keputusan Suu Kyi untuk bertarung dalam pemilu parlemen menjadi simbol perubahan di Myanmar, negara yang hingga tahun lalu hampir setengah abad dikuasai junta militer itu. [DW/BBC/L-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN