Menhan Australia Bantah Usul Pangkalan Kapal Induk AS
Kamis, 2 Agustus 2012 | 7:51
Kapal induk USS Abraham Lincoln [google] [JAKARTA] Menteri
Pertahanan (Menhan) Australia Stephen
Smith membantah tegas usul memperluas pangkalan Angkatan Laut di Perth,
Australia Barat, dengan menerima armada kapal induk bertenaga nuklir Amerika.
Ide untuk
membangun sebuah pangkalan kapal induk Amerika bernilai US$ 7 miliar di Samudra
Hindia itu adalah satu dari banyak hal yang dibahas dalam sebuah laporan yang
disusun oleh think tank Centre for
Strategic and International Studies atas permintaan Departemen Pertahanan
Amerika
Smith
mengatakan, meskipun peningkatan akses Amerika ke pangkalan HMAS Stirling akan
dibahas dalam jangka panjang, namun armada kapal induk Amerika, termasuk kapal selam, kapal perusak dan jet
tempur, tidak akan berpangkalan di
Australia.
"Laporan
itu sifatnya independen kepada pemerintah Amerika, bukan dokumen pemerintah
Amerika," katanya.
"Kita
tidak mempunyai pangkalan militer Amerika di Australia dan tidak sedang mengusulkan
itu. Yang sudah kita bicarakan adalah akses yang lebih besar ke sarana-sarana
kita," katanya.
Ketua
Menteri dan Pemimpin Oposisi di Australia Barat juga telah memustahilkan ide
pangkalan tersebut.
Menhan Smith
mengatakan, diperbesarnya akses kapal-kapal Amerika ke pangkalan Angkatan Laut
Australia adalah kemungkinan jangka panjang, tapi hanya setelah rotasi tentara
sekarang ini di Wilayah Utara dan akses yang lebih besar ke landasan udara di
Australia Utara berjalan.
"Yang
akan kami pertimbangkan ke depan adalah kemungkinan akses lebih besar ke HMAS
Stirling," ia menegaskan.
"Alasan
strategisnya adalah semakin pentingnya India dan semakin pentingnya lingkaran
Samudra Hindia."
Smith juga
menolak sebuah ide lainnya dalam laporan tadi untuk melakukan peningkatan
signifikan jumlah marinir Amerika di Darwin.
"Tidak
ada usul Australia sebaiknya menerima marinir dalam jumlah besar yang ditrasfer
dari Okinawa atau Guam. Kita hanya melaksanakan persetujuan antara pemerintah
Australia dan pemerintah Amerika Serikat tentang rotasi enam bulan di
Darwin," katanya.
Menteri
Pertahanan Stephen Smith berbicara di Canberra ketika memberi update kepada
Australian Strategic Policy Institute tentang buku putih pertahanan yang
direncanakan dalam paruh pertama tahun depan.
Ia mengatakan,
tugas dan prioritas Pasukan Pertahanan Australia masih tetap sama, tapi buku
putih itu akan merespon bukan saja kebangkitan Cina, tapi juga India. [ABC/L-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
