SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 20 Juni 2013
Pencarian Arsip

Menhan Australia Bantah Usul Pangkalan Kapal Induk AS
Kamis, 2 Agustus 2012 | 7:51

Kapal induk USS Abraham Lincoln [google] Kapal induk USS Abraham Lincoln [google]

[JAKARTA] Menteri Pertahanan  (Menhan) Australia Stephen Smith membantah tegas usul memperluas pangkalan Angkatan Laut di Perth, Australia Barat, dengan menerima armada kapal induk bertenaga nuklir Amerika.

Ide untuk membangun sebuah pangkalan kapal induk Amerika bernilai US$ 7 miliar di Samudra Hindia itu adalah satu dari banyak hal yang dibahas dalam sebuah laporan yang disusun oleh think tank Centre for Strategic and International Studies atas permintaan Departemen Pertahanan Amerika Smith mengatakan, meskipun peningkatan akses Amerika ke pangkalan HMAS Stirling akan dibahas dalam jangka panjang, namun armada kapal induk Amerika,  termasuk kapal selam, kapal perusak dan jet tempur,  tidak akan berpangkalan di Australia.

"Laporan itu sifatnya independen kepada pemerintah Amerika, bukan dokumen pemerintah Amerika," katanya. "Kita tidak mempunyai pangkalan militer Amerika di Australia dan tidak sedang mengusulkan itu. Yang sudah kita bicarakan adalah akses yang lebih besar ke sarana-sarana kita,"  katanya.

Ketua Menteri dan Pemimpin Oposisi di Australia Barat juga telah memustahilkan ide pangkalan tersebut. Menhan Smith mengatakan, diperbesarnya akses kapal-kapal Amerika ke pangkalan Angkatan Laut Australia adalah kemungkinan jangka panjang, tapi hanya setelah rotasi tentara sekarang ini di Wilayah Utara dan akses yang lebih besar ke landasan udara di Australia Utara berjalan.

"Yang akan kami pertimbangkan ke depan adalah kemungkinan akses lebih besar ke HMAS Stirling," ia menegaskan.

"Alasan strategisnya adalah semakin pentingnya India dan semakin pentingnya lingkaran Samudra Hindia." Smith juga menolak sebuah ide lainnya dalam laporan tadi untuk melakukan peningkatan signifikan jumlah marinir Amerika di Darwin.

"Tidak ada usul Australia sebaiknya menerima marinir dalam jumlah besar yang ditrasfer dari Okinawa atau Guam. Kita hanya melaksanakan persetujuan antara pemerintah Australia dan pemerintah Amerika Serikat tentang rotasi enam bulan di Darwin," katanya.

Menteri Pertahanan Stephen Smith berbicara di Canberra ketika memberi update kepada Australian Strategic Policy Institute tentang buku putih pertahanan yang direncanakan dalam paruh pertama tahun depan.

Ia mengatakan, tugas dan prioritas Pasukan Pertahanan Australia masih tetap sama, tapi buku putih itu akan merespon bukan saja kebangkitan Cina, tapi juga India. [ABC/L-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN