Lansia Itu Ternyata Juragan Narkoba
Rabu, 22 Februari 2012 | 9:49
María Luisa Padilla (81) diperiksa polisi saat tiba di Bandara Guatemala-City [google] Pekan lalu, polisi Kosta Rika,
sebuah negara di Amerika Latin,
menangkap seorang perempuan gaek berusia 81 tahun, dengan tuduhan terlibat perdagangan narkoba.
Saat digerebek, di rumah perempuan tua renta
yang bernama María
Luisa Padilla itu, ditemukan 235 porsi crack dan
marihuana.
Mungkin bagi Anda pembaca merasa
aneh alias unik membaca berita ini. Tetapi bagi warga Amerika Latin, hal
seperti ini sudah menjadi berita sehari-hari alias biasa saja.
Radio Nederland dalam laporannya, Senin (21/2), mengatakan,
pedagang narkoba mencari beragam cara untuk menjangkau kliennya. Mereka suka
memakai orang-orang "tak
berdosa".
Mengapa di Amerika Latin semakin
banyak orang lansia terlibat perdagangan narkoba. Jawabannya sederhana. Banyak
lansia di benua ini yang miskin. Uang menjadi faktor utama mengapa mereka mau
melakukan kegiatan ilegal tersebut.
Kursi Roda
Karena kelihatan rentan dan tidak
berdosa, lansia tidak dicurigai orang.
Demikian pula halnya María Luisa
Padilla, nenek berusia 87 tahun, yang menyelundupkan narkoba dari Nikaragua ke
Guatemala.
Saat beroperasi, Luisa menggunakan
kursi roda, dan dia ditangkap di Bandara Guatemala-City, karena kedapatan
membawa tiga kilogram kokain.
Para
pedagang narkoba kecil mengincar kakek dan nenek yang punya tunjangan hari tua
tak seberapa. Mereka tergiur peluang emas untuk memperoleh tiga hingga empat
ribu euro dalam satu kali aksi.
"Oma sedang memasak" adalah kode yang banyak dikenal para pecandu
narkoba di Kota Quilmes, sebuah kota dekat Buenos Aires. Mereka tahu pasokan
baru marihuana telah tiba di rumah janda 71 tahun, yang juga dijuluki "Ibu
joint" jika mendengar kode itu.
Ironisnya, perempuan gaek itu bukan
cuma mengedarkan, tetapi memimpin gerombolan narkoba, terutama perempuan, yang
suka menjual obat bius di jalan-jalan.
Tapi, menurut Claudio Izaguirre,
Ketua Organisasi Anti Narkoba Argentina, kebanyakan lansia yang terlibat
perdagangan narkoba, tumbuh di lingkungan kriminal ketika muda. Mereka semua
memiliki catatan kriminal. "Mereka adalah penjahat kriminal lansia yang
menawarkan jasa-jasanya," katanya.
Izaguirre tidak percaya ada orang
yang bisa membujuk seorang kakek tak berdosa, yang belum pernah melakukan
kejahatan untuk menjual narkoba. "Mereka sebenarnya memasok racun yang
mematikan bagi anak-anak," kata Izaguirre.
Ia lalu bercerita tentang seorang
laki-laki berusia 76 tahun, yang tahun lalu ditahan di Argentina, karena
dituduh terlibat perdagangan narkoba. Kakek itu menjual kokain yang
dibungkusnya dalam kertas permen.
Satu hal yang menarik lagi bahwa di
Argentina, Brasil, Meksiko, Kosta Rika, Nikaragua dan Panama hukuman penjara
untuk orang lansia berusia 70 tahun ke atas, bisa diubah menjadi tahanan rumah.
Ini yang menjadi alasan bagi para lansia itu untuk melanjutkan perdagangan obat
bius.
Menurut Claudio Izaguirre, orang
lansia harus diadili dengan cara sama seperti penjahat lainnya. "Mereka
adalah penjahat dan harus mentaati hukum, berapa pun usia mereka,"
katanya. [RN/L-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
