SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 22 Mei 2012
Pencarian Arsip

Lansia Itu Ternyata Juragan Narkoba
Rabu, 22 Februari 2012 | 9:49

María Luisa Padilla (81) diperiksa polisi saat tiba di Bandara Guatemala-City [google] María Luisa Padilla (81) diperiksa polisi saat tiba di Bandara Guatemala-City [google]

Pekan lalu, polisi Kosta Rika, sebuah negara di Amerika Latin,  menangkap seorang perempuan gaek berusia 81 tahun,  dengan tuduhan terlibat perdagangan narkoba.

Saat digerebek, di rumah perempuan tua renta  yang bernama
María Luisa Padilla itu,  ditemukan 235 porsi crack dan marihuana. Mungkin bagi Anda pembaca merasa aneh alias unik membaca berita ini. Tetapi bagi warga Amerika Latin, hal seperti ini sudah menjadi berita sehari-hari alias biasa saja.

Radio Nederland
dalam laporannya, Senin (21/2), mengatakan, pedagang narkoba mencari beragam cara untuk menjangkau kliennya. Mereka suka memakai orang-orang  "tak berdosa".

Mengapa di Amerika Latin semakin banyak orang lansia terlibat perdagangan narkoba. Jawabannya sederhana. Banyak lansia di benua ini yang miskin. Uang menjadi faktor utama mengapa mereka mau melakukan kegiatan ilegal tersebut. Kursi Roda Karena kelihatan rentan dan tidak berdosa, lansia tidak dicurigai orang.

Demikian pula halnya María Luisa Padilla, nenek berusia 87 tahun, yang menyelundupkan narkoba dari Nikaragua ke Guatemala. Saat beroperasi, Luisa menggunakan kursi roda, dan dia ditangkap di Bandara Guatemala-City, karena kedapatan membawa tiga kilogram kokain. 

Para pedagang narkoba kecil mengincar kakek dan nenek yang punya tunjangan hari tua tak seberapa. Mereka tergiur peluang emas untuk memperoleh tiga hingga empat ribu euro dalam satu kali aksi.

"Oma sedang memasak"  adalah kode yang banyak dikenal para pecandu narkoba di Kota Quilmes, sebuah kota dekat Buenos Aires. Mereka tahu pasokan baru marihuana telah tiba di rumah janda 71 tahun, yang juga dijuluki "Ibu joint" jika mendengar kode itu. Ironisnya, perempuan gaek itu bukan cuma mengedarkan, tetapi memimpin gerombolan narkoba, terutama perempuan, yang suka menjual obat bius di jalan-jalan.

Tapi, menurut Claudio Izaguirre, Ketua Organisasi Anti Narkoba Argentina, kebanyakan lansia yang terlibat perdagangan narkoba, tumbuh di lingkungan kriminal ketika muda. Mereka semua memiliki catatan kriminal. "Mereka adalah penjahat kriminal lansia yang menawarkan jasa-jasanya," katanya.

 Izaguirre tidak percaya ada orang yang bisa membujuk seorang kakek tak berdosa, yang belum pernah melakukan kejahatan untuk menjual narkoba. "Mereka sebenarnya memasok racun yang mematikan bagi anak-anak," kata Izaguirre.

Ia lalu bercerita tentang seorang laki-laki berusia 76 tahun, yang tahun lalu ditahan di Argentina, karena dituduh terlibat perdagangan narkoba. Kakek itu menjual kokain yang dibungkusnya dalam kertas permen.

Satu hal yang menarik lagi bahwa di Argentina, Brasil, Meksiko, Kosta Rika, Nikaragua dan Panama hukuman penjara untuk orang lansia berusia 70 tahun ke atas, bisa diubah menjadi tahanan rumah.

Ini yang menjadi alasan bagi para lansia itu untuk melanjutkan perdagangan obat bius. Menurut Claudio Izaguirre, orang lansia harus diadili dengan cara sama seperti penjahat lainnya. "Mereka adalah penjahat dan harus mentaati hukum, berapa pun usia mereka," katanya. [RN/L-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN