SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Selasa, 23 September 2014
Pencarian Arsip

Kubu Sosialis, Ancaman Berat Sarkozy
Senin, 23 April 2012 | 7:32

[Reuters] [Reuters]

Presiden Prancis, Nikolas Sarkozy,  walaupun sangat terkenal di kancah politik Eropa dan dunia, tetapi tidak demikian untuk rakyatnya sendiri.

Sarkozy kini sedang gundah dan mulai menyerang saingannya dari kubu sosialis, Francois Hollande atas kegagalannya pada putaran pertama pemilu presiden Prancis yang digelar Minggu (22/4).

Kalau dalam putaran kedua nanti Sarkozy kalah, maka dia akan menjadi presiden Prancis pertama yang gagal mempertahankan kursi kepresidenan sejak Valery Giscard d'Estaing, yang pada tahun 1981 juga gagal terpilih kembali untuk masa jabatan kedua.

Karena itu, incumbent Nikolas Sarkozy berharap akan bisa membalikkan semua hasil polling yang menunjukkan ia akan kalah dalam pemilihan kali ini.

Seperti diberitakan, sekitar 85.000 tempat pemungutan suara di seluruh Prancis dibuka sejak pagi, dan sekitar 44,5 juta orang terdaftar sebagai pemilih.

Sementara sekitar 800 ribu warga Prancis di luar negeri telah menggunakan hak pilih mereka sejak Sabtu (21/4), karena masalah perbedaan waktu.

Sepuluh kandidat yang berlatar ideologi mulai dari kiri jauh hingga kanan jauh bersaing memperebutkan jabatan presiden. Hasil sementara menunjukkan, tidak akan ada pemenang mayoritas absolut dalam putaran pertama ini.

Putaran kedua akan digelar pada 6 Mei mendatang, untuk memilih dua kandidat peraih suara terbanyak dalam pemilihan putaran pertama.

Jajak pendapat terakhir menunjukkan, kandidat dari kubu sosialis Francois Hollande akan dengan mudah mengalahkan Sarkozy dalam pemilihan putaran kedua. Jajak pendapat memperkirakan, dalam pemilu putaran pertama Hollande akan meraih 27,5% hingga 30% suara, Sarkozy 25% hingga 27%.

Sementara kandidat kubu kanan jauh Marine Le Pen yang merupakan pimpinan Front Nasional diperkirakan meraih 14% hingga 17%, sementara kubu radikal Front Kiri yang diwakili Jean-Luc Melenchon diperkirakan meraih 12% hingga 14,5% suara.

Namun hasil putaran pertama ini akan bergantung pada jumlah pemilih yang menggunakan hak pilihnya.

Dari polling terungkap, sekitar 25% pemilih mengaku mempertimbangkan tidak akan memilih, karena para kandidat dianggap gagal menawarkan solusi untuk mengatasi masalah pengangguran dan bertambahnya pengaruh pasar finansial dalam ekonomi negara itu.

Perhatian juga akan tertuju pada kandidat kubu kanan jauh Marine Le Pen. Ayahnya yang merupakan pendahulu sebagai pimpinan Front Nasional yakni Jean-Marie Le Pen, memperoleh dukungan yang mengejutkan dalam pemilu tahun 2002.

Kubu kanan jauh selama ini melancarkan kampanye anti imigran di Prancis. [DW/L-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»