Kofi Annan Mundur Sebagai Utusan PBB
Jumat, 3 Agustus 2012 | 7:19
Kofi Annan. [BBC] [JENEWA] Utusan internasional untuk Suriah, Kofi Annan,
menyatakan akan mengundurkan diri dari perannya sebagai utusan PBB dan Liga
Arab.
Kofi Annan akan mengundurkan diri mulai akhir Agustus mendatang. Dalam konferensi
pers di Jenewa pada Kamis (2/8), Annan mengatakan, tidak mungkin baginya menjalankan tugasnya.
Annan menyalahkan tindakan Pemerintah Suriah, oposisi, dan komunitas
internasional.
"Militerisasi yang semakin meningkat di lapangan dan
kurangnya persatuan di Dewan Keamanan secara mendasar, mengubah situasi bagi
keefektifan peran saya," kata Annan.
"Namun demikian, pertumpahan darah berlanjut, terutama disebabkan
kerasnya pendirian Pemerintah Suriah, dan penolakannya melaksanakan rencana
enam pokok, dan juga karena peningkatan aksi militer oleh oposisi. Semuanya
diperburuk dengan perpecahan di kalangan masyarakat internasional," jelas
Kofi Annan.
Sekjen PBB juga mengumumkan pengunduran diri Annan dengan penuh rasa penyesalan. "Kofi Annan berhak
mendapatkan penghormatan, karena dia telah mencurahkan seluruh kemampuannya
untuk tugas paling sulit dan tidak berpotensi mendapatkan penghargaan,"
kata Ban dalam pernyataan tertulisnya.
Rusia, yang memveto rencana resolusi Dewan Keamanan PBB, menyatakan
penyesalannya atas mundurnya Kofi Annan. "Moskwa selalu memberikan
dukungan terhadap kerja Annan," kata Duta Besar Rusia untuk PBB, Vitaly
Churkin.
Cari Pengganti
Ban melanjutkan, dirinya kini tengah berdiskusi dengan Liga Arab untuk
mencari penerus demi melanjutkan upaya perdamaian.
"Saya tetap yakin pertumpahan darah bukanlah jawaban. Setiap hari,
pertumpahan darah hanya akan menambah sulit penyelesaian, dan membawa seluruh
negara jatuh ke dalam penderitaan yang lebih dalam," tambah Ban.
Masih dalam pernyataan tertulisnya, Ban Ki-moon menyatakan, salah satu
usulan dalam enam poin rencana damai Annan hingga kini belum dilaksanakan di
Suriah, meski cara itu adalah harapan terbaik negeri itu menyelesaikan krisis
politik.
Selain itu, upaya mediasi di Suriah bertambah sulit dengan perpecahan di
Dewan Keamanan PBB. Negara-negara yang memiliki hak veto hingga kini belum
menemukan kata sepakat terkait tindakan yang harus dilakukan terhadap Suriah.
Rencana damai usulan Kofi Annan yang didukung dunia internasional terdiri
atas enam hal utama.
Keenam hal itu antara lain adalah penghentian penggunaan senjata berat,
memberikan akses aman untuk bantuan kemanusiaan serta kebebasan berunjuk rasa
dan media. [BBC/L-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
