SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 25 Mei 2013
Pencarian Arsip

Kim Jong Un Undang SBY Berkunjung ke Korut
Selasa, 15 Mei 2012 | 14:50

 Kim Jong Un yang menjadi pemimpin Korut menggantikan ayahnya (AFP)  Kim Jong Un yang menjadi pemimpin Korut menggantikan ayahnya (AFP)

[JAKARTA] Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diundang Pemimpin baru Korea Utara (Korut) Kim Jong Un untuk mengunjungi negaranya. Undangan itu disampaikan lewat kunjungan Presiden Presidium Majelis Rakyat Tertinggi Republik Demokratik Rakyat Korea Kim Yong Nam di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (15/5).  
“Dalam pertemuan disampaikan salam hangat dari pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong Un dan juga undangan ke Korea Utara pada waktu yang lain,” ujar Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dalam keterangan pers usai pertemuan bilateral Presiden SBY dengan Presiden Kim Yong Nam, Selasa (15/5).

Presiden SBY juga menginstruksikan Marty untuk melakukan koordinasi untuk kunjungan. ”Tetapi belum bisa dipastikan kapan Presiden akan melakukan kunjungan balasan. Apakah tahun ini ataukah tahun depan,” ucapnya.  

Dalam kunjungan Yong Nam yang ketiga kalinya ini setelah sebelumnya orang nomor dua di Korut itu pernah mengunjungi Indonesia pada tahun 2002 dan 2005 menggarisbawahi apresiasinya atas peranan Indonesia selama ini dalam kerangka gerakan non-blok dan terutama kemandirian Indonesia dalam pelaksanaan politik luar negerinya selama ini.  

Sementara, kata Marty, dalam kaitannya ini Presiden menegaskan bahwasannya politik bebas aktif merupakan suatu pilihan dan menjadi ketetapan.  

Disamping itu, lanjutnya, kedua pimpinan ini juga membahas masalah Asean dan Korea Utara. Di mana, Korut secara khusus menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kepemimpinan Indonesia dalam kerangka ASEAN.  

”Presiden menegaskan antara lain, meskipun antara negara-negara ASEAN ada sistem politik yang berbeda namun semua negara ASEAN saling menghormati sistem politik yang berbeda dan hal ini tidak menjadi hambatan adanya kerjasama yang erat antara sesama negara ASEAN,” ucapnya.  

Lanjut Marty, Indonesia akan terus berperan aktif dalam menjalin hubungan dengan negara yang terisolasi itu dengan harapan Korut bisa menjadi negara yang lebih terbuka sama seperti Myanmar saat ini. Misalnya saja dalam hal perdagangan, budaya, olahraga, investasi hingga politik.

“Tapi ini proses, tidak bisa semua instan. Karena kita harus ciptakan confidence, kita harus membuat Korut merasa nyaman bahwa mereka bisa berinteraksi dengan kita bertukar pandangan dengan kita dan bisa confident,” jelasnya. [O-2]    




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN