Kapsul Antariksa Dragon Sukses Diluncurkan
Rabu, 23 Mei 2012 | 8:50
Roket pengangkut Falcon 9, yang membawa kapsul ruang angkasa tidak berawak Dragon, sesuai rencana sukses diluncurkan dari Stasiun Ruang Angkasa Cape Canaveral, Selasa (22/5). [Reuters] [NEW YORK] Perusahaan
antariksa swasta yang bernama SpaceX, untuk pertama kalinya meluncurkan roket
pengangkut kapsul ruang angkasa "Dragon" ke stasiun ruang angkasa
internasional-ISS.
Roket
pengangkut Falcon 9, yang membawa kapsul ruang angkasa tidak berawak Dragon,
sesuai rencana sukses diluncurkan dari Stasiun Ruang Angkasa Cape Canaveral,
Selasa (22/5).
Percobaan
peluncuran sebelumnya (19/5) dibatalkan, karena gangguan teknis. Kapsul Dragon
mengangkut beban sekitar 450 kilogram, berupa peralatan dan logistik, dan
direncanakan bergabung dengan ISS pada Jumat (25/5).
Pendiri
perusahaan SpaceX, Elon Musk menyatakan, dirinya lega roket Falcon 9 telah mengangkasa, dan setelah
9 menit memasuki orbit bumi serta membuka panel kolektor sel surya.
Jika sesuai
rencana dimana Dragon dapat bergabung dengan ISS pada hari Jumat, SpaceX sukses
menorehkan sejarah baru dalam dunia antariksa modern.
Sebelumnya, Badan
Antariksa milik pemerintah Amerika Serikat (AS), NASA, yang mendominasi
penerbangan ke ISS.
Pengiriman
peralatan dan logistik setelah dihentikannya misi ulang alik AS, biasanya
menggunakan pesawat ruang angkasa Rusia, Progress atau roket Jepang HTV, dan
roket pengangkut Eropa ATV.
Kini
perusahaan swasta SpaceX milik miliarder Elon Musk, pendiri perusahaan sistem
pembayaran internet PayPal, yang akan melakukan tugas pemasokan logistik ke
ISS.
Jika semua
misi awal sukses, kapsul Dragon yang panjangnya 6 meter dan diameternya 3 meter
seberat enam ton itu, direncanakan kembali ke bumi tanggal 31 Mei dan mendarat
di samudra Pasifik di kawasan pesisir California.
Misi Berawak
SpaceX
merencanakan, hingga tahun 2015, kapsul Dragon dapat mengangkut hingga tujuh
astronot setiap kali penerbangan. Setelah dipensiunkannya misi wahana ulang
alik Amerika Serikat, pengangkutan astronot ke ISS terutama tergantung pada
roket Soyuz milik Rusia.
"Peluncuran
kapsul ruang angkasa Dragon merupakan kombinasi dua ujicoba penerbangan ruang
angkasa", kata Direktur NASA Charles Bolden.
"Pertama,
SpaceX harus menunjukkan, bahwa mereka mampu mengendalikan secara akurat wahana
ruang angkasanya. Dan kedua, kapsul Dragon harus mampu melakukan manuver hingga
beberapa meter mendekati ISS, agar dapat ditangkap dengan lengan pendarat oleh
astronot yang bertugas di stasiun ruang angkasa itu".
NASA
mengharapkan, dengan mengontrak perusahaan antariksa swasta, ongkos misi ke
ruang angkasa dapat menjadi lebih murah. Ongkos penerbangan seorang astronot
menggunakan roket Rusia, Soyuz rata-rata US$ 63 juta.
Pemerintah
Amerika diwakili NASA sudah membuat kontrak dengan SpaceX untuk 12 kali misi
penerbangan logistik ke ISS senilai US$ 1,6 miliar.
SpaceX ditargetkan mengangkut
seluruhnya 20 ton logistik ke ISS.
NASA juga
sudah menjalin kontrak serupa dengan perusahaan swasta lainnya Orbital Space
Corporation. [Rtr/AFP/DW/L-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
