SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Jumat, 24 Mei 2013
Pencarian Arsip

Kabinet Mesir Diumumkan, Tantawi Tetap Menhan
Jumat, 3 Agustus 2012 | 7:32

Presiden Mohamed Mursi (kanan) dan PM Hisham Qandil kini mengendalikan Mesir. [AP] Presiden Mohamed Mursi (kanan) dan PM Hisham Qandil kini mengendalikan Mesir. [AP]

[KAIRO] Panglima Angkatan Bersenjata Mesir Jenderal Hussein Tantawi tetap menjabat sebagai Menteri Pertahanan dalam kabinet baru Mesir yang diumumkan Perdana Menteri Hisham Qandil, Kamis (2/8).

Kondisi ini membuat militer Mesir masih memiliki kekuasaan besar, termasuk di kekuasaan legislatif.

Selain itu, Perdana Menteri Qandil juga menegaskan, Menteri Luar Negeri Mohammed Kamal Amr dan Menteri Keuangan Mumtaz al-Said dipastikan tetap menempati posisi mereka.

Sedangkan Mayor Jenderal Ahmed Jamal al-Din, yang saat ini menjadi asisten menteri dalam negeri urusan keamanan, untuk sementara ditunjuk sebagai menteri dalam negeri. Penunjukan kembali Jenderal Tantawi, panglima Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata (SCAF), sejalan dengan deklarasi konstitusi sementara yang diterbitkan setelah pemilihan presiden Juni lalu.

Sementara itu, Presiden Mesir Mohammad Mursi yang berasal dari Ikhwanul Muslimin menjanjikan sebuah pemerintahan terbuka, dimana perempuan dan umat Kristen juga mendapatkan tempat.

Sebelumnya, Mursi sempat mendapatkan kritikan tajam karena terlalu lama menentukan nama perdana menteri untuk kemudian membentuk pemerintahan.

Penunjukan Hisham Qandil, mantan Menteri Sumber Daya Air, mengejutkan banyak pihak yang mengharapkan figur yang lebih terkenal. Sejauh ini, dari 18 nama menteri yang diumumkan media pemerintah, dua orang di antaranya berasal dari Ikhwanul Muslimin.

Mustafa Musad, yang bertanggung jawab atas kebijakan pendidikan selama kampanye pemilihan presiden, ditunjuk menjadi menteri pendidikan. Sedangkan, Tariq Wafiq kepala komite perumahan Partai Kebebasan dan Keadilan (FJP), menjadi menteri urusan perumahan.

Posisi kunci lain yaitu Menteri gama dijatuhkan kepada Osama al-Abd, Presiden Universitas al-Azhar. Beredar kabar bahwa tokoh ultra konservatif Salafi, Mohammed Yusri Ibrahim juga akan ditunjuk sebagai menteri. [BBC/L-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN