SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 20 Juni 2013
Pencarian Arsip

Pertemuan GNB Batal

Israel Larang Utusan Indonesia ke Tepi Barat
Senin, 6 Agustus 2012 | 7:19

Jalan masuk ke Tepi Barat selalu diawasi oleh Israel dan memerlukan izin. [AFP] Jalan masuk ke Tepi Barat selalu diawasi oleh Israel dan memerlukan izin. [AFP]

[TEL AVIV] Pertemuan Gerakan Non Blok (GNB) di Tepi Barat dibatalkan, karena Israel menolak izin masuk beberapa utusan termasuk dari Indonesia dan Malaysia.

Seorang pejabat Israel mengatakan, utusan dari Indonesia, Kuba, dan Bangladesh tidak diizinkan masuk,  karena negara-negara itu tidak mengakui Israel. Semua pos perbatasan untuk masuk ke Tepi Barat memerlukan izin Israel.

Utusan dari 13 negara dijadwalkan bertemu untuk membicarakan rencana Palestina untuk meningkatkan status keanggotaan di PBB. Tiga belas negara itu, termasuk anggota Komite Palestina Non Blok, organisasi yang terdiri dari 12 negara, sebagian besar Asia, Afrika dan Amerika Latin.

Status Pengawas

Seorang pejabat Palestina kepada kantor berita AFP mengatakan , "Setelah berkonsultasi dengan semua delegasi di Amman (Yordania) dan juga dengan kepemimpinan Palestina, pertemuan di Ramallah untuk Komite Palestina Gerakan Non Blok dibatalkan."

Sebelumnya, seorang pejabat Israel mengatakan, "Keputusan telah diambil untuk melarang perwakilan diplomatik dari beberapa negara yang tidak mengakui Israel melintas perbatasan Israel."

Aljasair juga dapat ditolak,  namun telah menyatakan tidak akan hadir karena ingin menghindari masalah di perbatasan. Memasuki kawasan Tepi Barat biasanya dilakukan dengan penerbangan ke Israel dan kemudian jalan darat atau melalui perbatasan yang dijaga Israel.

Gerakan Non Blok telah menyediakan helikopter dari Yordania ke Ramallah, namun perjalanan itu juga memerlukan izin Israel. Pertemuan itu sedianya membicarakan peningkatkan status Palestina di PBB, langkah yang ditentang Israel dan Amerika Serikat.

Otorita Palestina menginginkan status pengawas non anggota di Majelis Umum PBB. Presiden Mahmoud Abbas akan berpidato di depan Majelis Umum PBB bulan September namun belum ada permintaan pemungutan suara atas rencana tersebut. [BBC/L-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN