Israel Akan Putuskan Sendiri Kapan Menyerang Iran
Minggu, 19 Februari 2012 | 18:17
[YERUSALEM] Israel akan membuat keputusannya sendiri
mengenai serangan terhadap Iran, kata kepala staf militernya dalam
satu wawancara yang disiarkan Sabtu (18/2).
Sementara seorang pejabat
senior Amerika Serikat (AS) tiba di Israel untuk berunding mengenai Republik
Islam itu.
"Israel adalah penjamin utama keamanannya
sendiri. Ini adalah peran kami sebagai militer, negara Israel harus mempertahankan
dirinya," kata Letjen Benny Gantz kepada stasiun televisi Saluran Satu,
televisi milik negara.
"Kita harus mengikuti perkembangan-perkembangan di Iran dan proyek
nuklirnya, tetapi dalam tata krama yang sangat luas, memperhitungkan apa yang
dilakukan dunia, apa yang diputuskan Iran, apa yang kita harus lakukan atau
tidak lakukan," katanya.
Dalam pekan-pekan belakangan ini, ada spekulasi bahwa Israel sedang semakin dekat untuk
melancarkan serangan pendahuluan pada fasilitas program nuklir Iran, kendatipun Israel membantah ada keputusan seperti
itu.
Ketegangan antara Iran dan Israel telah meningkat, dan Iran mengirim
kapal-kapal perang memasuki Mediterania melalui Terusan Suez untuk menunjukkan
"kekuatan", satu tindakan yang menurut Israel akan dipantau dengan saksama.
Pada
Rabu, Iran mengatakan, pihaknya telah
memasang 3.000 sentrifugal lainnya untuk meningkatkan kemampuan pengayaan
uraniumnya, dan meningkatkan eksplorasi dan pengolahan batang kuning uranium.
Dan Israel menuduh bahwa gelombang serangan baru-baru ini ditujukan pada para
diplomat Israel dilakukan para agen Teheran.
Tuduhan-tuduhan itu dibantah keras oleh Iran.
Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat Tom Donilon , minggu ini mulai
berunding dengan para pejabat Israel, mengenai berbagai masalah
termasuk Iran. Perudingan itu dilakukan dua
pekan menjelang kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Washington untuk bertemu Presiden Barrack
Obama di Gedung Putih.
Satu artikel di surat kabar Washington Post baru-baru
ini mengatakan, Menteri Pertahanan AS Leon Panetta memperkirakan Israel mungkin menyerang
instalasi-instalasi nuklir Iran dalam beberapa bulan ke depan.
Menurut
Gantz, Iran tidak hanya merupakan satu
"masalah Israel", tetapi juga dunia dan masalah
kawasan.
Sebelumnya, Menteri
Pertahanan Israel Ehud Barak menyerukan dunia memperketat sanksi-sanksi
terhadap Iran sebelum negara itu memasuki satu "zona imunitas"
terhadap serangan fisik untuk menghentikan program nuklirnya.
Iran dikenakan empat kali sanksi PBB dan sejumlah tindakan sepihak AS dan Uni
Eropa menyangkut program nuklirnya, yang Teheran tegaskan hanya untuk tujuan
damai, tetapi banyak negara menduga program nuklirnya untuk membuat
senjata-senjata, termasuk senjata pemusnah massal. [Ant/L-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Kasus Kekerasan Atas Nama Agama Marak, Indonesia Dilaporkan ke PBB
SBY Minta Korut Bisa Jaga Perdamaian dan Pertumbuhan Ekonomi Asia
Kim Jong Un Undang SBY Berkunjung ke Korut
RI-Korut Sepakat Tingkatkan Kerja Sama
Kebuntuan di Yunani Ciptakan Krisis Pasar Finansial Eropa
Sekjen PBB Cidera Dalam Pertandingan Sepakbola
Hari Ini Pemerintah Baru Palestina Dilantik
