SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 17 Mei 2012
Pencarian Arsip

Israel Akan Putuskan Sendiri Kapan Menyerang Iran
Minggu, 19 Februari 2012 | 18:17

[YERUSALEM] Israel akan membuat keputusannya sendiri mengenai serangan terhadap Iran, kata kepala staf militernya dalam satu wawancara yang disiarkan Sabtu (18/2).

Sementara seorang pejabat senior Amerika Serikat (AS) tiba di Israel untuk berunding mengenai Republik Islam itu.

"Israel adalah penjamin utama keamanannya sendiri. Ini adalah peran kami sebagai militer, negara Israel harus mempertahankan dirinya," kata Letjen Benny Gantz kepada stasiun televisi Saluran Satu, televisi milik negara.

"Kita harus mengikuti perkembangan-perkembangan di Iran dan proyek nuklirnya, tetapi dalam tata krama yang sangat luas, memperhitungkan apa yang dilakukan dunia, apa yang diputuskan Iran, apa yang kita harus lakukan atau tidak lakukan," katanya.

Dalam pekan-pekan belakangan ini, ada spekulasi bahwa Israel sedang semakin dekat untuk melancarkan serangan pendahuluan pada fasilitas program nuklir Iran, kendatipun Israel membantah ada keputusan seperti itu.

Ketegangan antara Iran dan Israel telah meningkat, dan Iran mengirim kapal-kapal perang memasuki Mediterania melalui Terusan Suez untuk menunjukkan "kekuatan", satu tindakan yang menurut Israel akan dipantau dengan saksama.

Pada Rabu, Iran mengatakan, pihaknya telah memasang 3.000 sentrifugal lainnya untuk meningkatkan kemampuan pengayaan uraniumnya, dan meningkatkan eksplorasi dan pengolahan batang kuning uranium.

Dan Israel menuduh bahwa gelombang serangan baru-baru ini ditujukan pada para diplomat Israel dilakukan para agen Teheran. Tuduhan-tuduhan itu dibantah keras oleh Iran.

Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat Tom Donilon , minggu ini mulai berunding dengan para pejabat Israel, mengenai berbagai masalah termasuk Iran. Perudingan itu dilakukan dua pekan menjelang kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Washington untuk bertemu Presiden Barrack Obama di Gedung Putih.

Satu artikel di surat kabar Washington Post baru-baru ini mengatakan, Menteri Pertahanan AS Leon Panetta memperkirakan Israel mungkin menyerang instalasi-instalasi nuklir Iran dalam beberapa bulan ke depan.

Menurut Gantz,  Iran tidak hanya merupakan satu "masalah Israel", tetapi juga dunia dan masalah kawasan.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak menyerukan dunia memperketat sanksi-sanksi terhadap Iran sebelum negara itu memasuki satu "zona imunitas" terhadap serangan fisik untuk menghentikan program nuklirnya.

Iran dikenakan empat kali sanksi PBB dan sejumlah tindakan sepihak AS dan Uni Eropa menyangkut program nuklirnya, yang Teheran tegaskan hanya untuk tujuan damai, tetapi banyak negara menduga program nuklirnya untuk membuat senjata-senjata, termasuk senjata pemusnah massal. [Ant/L-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN