Imam Masjid New York Minta FPI Introspeksi Diri
Rabu, 22 Februari 2012 | 11:17
Massa FPI [JAKARTA] Imam
Masjid Pusat Kegiatan Islam ("Islamic Centre") New York, AS, Shamsi
Ali mengimbau ormas Front Pembela Islam (FPI) untuk melakukan introspeksi
tentang metode yang selama ini dijalankan.
Pernyataan itu ia sampaikan untuk menanggapi fenomena Indonesia Tanpa FPI,
tantangan terhadap salah satu ormas Islam di Indonesia yang saat ini menjadi
buah bibir banyak kalangan, terutama di media jejaring sosial.
"Saya mengimbau agar teman-teman di FPI introspeksi diri. Apakah jalan
yang mereka tempuh sesuai dengan etika Islam atau tidak," kata Shamsi
kepada Antara di Jakarta, baru-baru ini.
Menurut dia, ormas-ormas Islam tetap diperlukan untuk mewadahi aspirasi yang
berkaitan dengan masalah kemasyarakatan.
"FPI ada karena adanya dorongan masyarakat untuk meredam
kemungkaran-kemungkaran yang terjadi. Namun, saya tidak setuju jika untuk
meredam kemungkaran dilakukan dengan cara yang mungkar pula, yang tidak sesuai
dengan etika Islam," katanya.
Shamsi juga berpendapat bahwa pembubaran FPI tidak menyelesaikan masalah karena
publik yang mendukungnya tetap ada karena merasa aspirasi mereka terwakili oleh
ormas tersebut.
"Saya benar-benar mengimbau FPI untuk merenungkan apakah cara yang mereka
gunakan itu sesuai dengan nilai-nilai yang diperjuangkan karena selamanya Islam
itu membawa pesan damai, bukan kekerasan," katanya.
Ia menjelaskan dalam Alquran, setiap ada kata jihad selalu diiringi dengan kata
"fisabilillah" atau "terkait dengan jalan Allah" yang
merupakan jalan kebenaran dan kebaikan sehingga jangan sampai niat yang baik
ditempuh dengan cara-cara yang melenceng dari jalan itu.
"Jika kita melihat pada sejarah perjuangan Nabi Muhammad, beliau selalu melakukan
dakwah secara persuasif melalui jalan yang damai," kata Shamsi.
Imam Shamsi Ali datang ke Indonesia bersama rombongan yang terdiri atas 13
pemuka agama-agama di AS, untuk menyampaikan pesan perdamaian bahwa agama bukan
merupakan sumber konflik, namun sumber harmoni manusia di dunia.
Pemuka-pemuka agama tersebut mewakili tiga elemen komunitas, yakni Yahudi,
Kristen (Katolik dan Protestan) dan Islam.
Rombongan tersebut tiba di Jakarta pada Selasa (21/2) dan telah mengunjungi
Pesantren Darun Najah di Jakarta Pusat. Pada Rabu (22/2), mereka dijadwalkan
bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menyampaikan misi yang
mereka bawa.
Setelah mengunjungi Jakarta, rombongan antarkepercayaan itu akan melanjutkan
membawa misinya ke Jordania untuk menemui Raja Abdullah II dan Yerusalem untuk
menemui Pemimpin Palestina Mahmoud Abbas dan Tokoh Israel Simon Perez.
[Ant/L-9]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
Kasus Kekerasan Atas Nama Agama Marak, Indonesia Dilaporkan ke PBB
SBY Minta Korut Bisa Jaga Perdamaian dan Pertumbuhan Ekonomi Asia
Kim Jong Un Undang SBY Berkunjung ke Korut
RI-Korut Sepakat Tingkatkan Kerja Sama
Kebuntuan di Yunani Ciptakan Krisis Pasar Finansial Eropa
Sekjen PBB Cidera Dalam Pertandingan Sepakbola
Hari Ini Pemerintah Baru Palestina Dilantik
Presiden Korsel Temui Aung San Suu Kyi
