Hollande Menang Tipis, Pilpres Prancis ke Putaran Dua
Senin, 23 April 2012 | 11:50
Calon presiden Prancis dari Partai Sosialis Francois Hollande mengacungkan tangan usai menyampaikan pidatonya di Tulle, Prancis, Minggu (22/4) [AP] [PARIS] Pemimpin partai Sosialis, Francois Hollande telah
mengalahkan kandidat presiden incumbent
Nicolas Sarkozy dalam pemilihan umum presiden putaran pertama Prancis, Minggu
(22/4). Dari hasil penghitungan 93 persen suara, Hollande berhasil meraih 28,4
persen dan Sarkozy 27 persen, sementara posisi ketiga dipegang oleh Le Pen
dengan meraih 18,3 persen. Hollande dan Sarkozy akan menghadapi pilpres putaran
kedua pada 6 Mei mendatang.
“Pertama, saya memimpin di antara para kandidat, hari ini
saya merupakan kandidat terbaik untuk menjadi presiden Prancis berikutnya.
Putaran pertama merupakan sebuah hukuman dan penolakan terhadap incumbent,”
ucap Hollande mengklaim kemenangan.
Sarkozy berjanji akan berusaha melakukan perubahan positif
dalam pilpres putaran pertama.
Dia menjelaskan bahwa dirinya mengerti hasil buruk yang
diperolehnya dikarenakan kegelisahan dan penderitaan di tengah kekacauan
ekonomi global.
“Kita bisa masuk putaran kedua dengan percaya diri dan
sekarang saya meminta kepada semua rakyat Prancis yang menaruh patriotisme atas
keberpihakan atau kepentingan khusus untuk bersatu dan bergabung dengan saya,”
kata Sarkozy kepada wartawan.
Ditegaskan Sarkozy, partainya akan berjuang melawan
relokasi pekerjaan, mengontrol imigrasi, menempatkan nilai-nilai kerja dan
keamanan.
Sebuah jajak pendapat dari tiga lembaga survei Ipsos, CSA,
dan IFOP menunjukkan Hollande diperkirakan akan memenangkan pilpres putaran
kedua 6 Mei. Dari hasil jajak pendapat itu juga menunjukkan kegelisahan warga
Prancis terkait lapangan pekerjaan dan pendapatan personal.
Sarkozy berjuang menghindari hanya menjalani satu periode
kepresidenan. Sarkozy telah menyatakan dia akan mundur dari panggung politik
jika dia kalah. Kampanye antara Hollande dan Sarkozy dapat dipastikan bertarung
untuk merebut suara pemilih Le Pen dalam putaran kedua.
Dalam jajak pendapat Institut IFOP menunjukkan bahwa 48
persen pendukung Le Pen akan beralih memilih Sarkozy dan 31 persen kepada
Hollande. Sementara jajak pendapat OpinionWay menunjukkan 18 persen pendukung
Le Pen akan mendukung Sosialis dan 39 persen pada Sarkozy.
“Mulai besok, kita tidak lagi dalam kasus sembilan
kandidat melawan Nicolas Sarkozy, tetapi akan satu lawan satu, Nicolas Sarkozy
melawan Francois Hollande, maka saya kira kompetisi akan berbeda,” kata
Jean-Francois Cope, ketua partai Serikat Gerakan Populer, partai Sarkozy.
Sementara kandidat presiden sayap kiri Jean-Luc Melenchon,
berada di urutan keempat, menyerukan kepada para pendukungnya untuk
menggulingkan Sarkozy. Partai oposisi sayap kiri tidak pernah memenangkan
pemilihan presiden dalam 25 tahun terakhir. Jajak pendapat meramalkan bahwa
partai sayap kiri akan mengalahkan partai pemerintah.
Krisis utang zona euro, tingkat pengangguran tinggi dan
pertumbuhan ekonomi lambat telah menjadi isu utama selama Kampanye Prancis.
Sarkozy berusaha membela kinerja pemerintahannya, dan Hollande berjanji
mendorong peningkatan belanja.
Francois Hollande telah mendapatkan popularitas melebihi
Nicolas Sarkozy. Hollande berjanji akan
menaikkan pajak bagi para konglomerat Prancis, dan berniat mendongkrak posisi
internasional Prancis di Uni Eropa. Jika kandidat Sosialis itu terpilih,
Prancis akan menjadi satu-satunya negara besar Uni Eropa dipimpin oleh politisi
sayap kiri. Inggris, Jerman dan Spanyol memiliki pemerintah konservatif,
sementara Italia memiliki pemerintahan teknokrat. [AFP/AP/D-11]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
