SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Kamis, 20 Juni 2013
Pencarian Arsip

Curiosity Akhirnya Mendarat di Planet Mars
Senin, 6 Agustus 2012 | 7:34

Wahana penjelajah Curiosity sesuai jadwal mendarat di Planet Mars. [DW] Wahana penjelajah Curiosity sesuai jadwal mendarat di Planet Mars. [DW]

Tanggal 5 Agustus 2012 malam atau  Senin (6/8) dinihari,  wahana penjelajah Curiosity sesuai jadwal mendarat di Mars.

Laboratorium ilmiah mobil itu diluncurkan 26 November 2011 lalu. Proyeknya berharga US$ 2,5 miliar  itu adalah rekor termahal sebuah misi ke Planet Mars.

 Wahana ini mendarat di Kawah Gale, yang  berlokasi dekat katulistiwa Mars. Ini merupakan pendaratan akurat sebuah wahana penelitian Mars. Areal pendaratan dikalkulasi dengan akurasi di bawah 20 kilometer.

Kapsul pendarat diturunkan kecepatannya dengan sangat drastis, dari 12.000 kilometer per jam hingga berhenti total dalam waktu hanya 7 menit. Ketika memasuki atmosfir, lapisan pelindung akan memanas hingga 870 derajat Celsius.

Friksi udara memainkan peranan besar dalam sistem pengereman. Parasut akan mengembang pada saat kapsul mencapai kecepatan 1.450 kilometer per jam.

Parasut untuk mengerem daya luncur kapsul pendarat dapat menahan daya amat ekstrem, dan sebelumnya  sudah ditest di laboratorium terowongan angin milik NASA di California.

Parasut berbobot 45 kilogram itu menahan beban seberat 30 ton di Bumi. Setelah menempuh perjalanan sejarak 560 juta kilometer dari Bumi, Mars Rover mendarat dengan empuk di permukaan Mars.

Dengan dibantu roket yang dipasang pada kapsul pendarat, dilakukan pengereman dari kecepatan 110 kilometer per jam hingga nol. Kapsul pendarat akan melayang 8 meter di atas permukaan Mars dan menurunkan Mars Rover menggunakan kabel.

Wahana penjelajah Curiosity dirancang untuk melacak keberadaan komponen organik, seperti nitrogen, karbon, oksigen, hydrogen, belerang,  dan fosfor.

Para ilmuwan ingin meneliti isotop dan mineral di planet Mars, serta meneliti bagaimana perkembangan atmofirnya dalam  empat  miliar tahun terakhir. Panjang Curiosity  tiga  meter, ukurannya sekitar  5 kali lipat dari dua wahana penjelajah pendahulunya, "Spirit" dan "Opportunity."

Bobotnya sekitar 900 kilogram dan dilengkapi beragam perangkat analisa ilimiah. Curiosity dirancang untuk bekerja selama satu tahun Mars atau setara 686 hari Bumi, dan bergerak dengan kecepatan 30 hingga 90 meter per jam.

Curiosity diharapkan memasok lebih banyak citra, foto dengan akurasi tinggi, dan dirancang untuk meneliti, apakah atmosfir Mars sebelumnya dapat mendukung adanya kehidupan juga,  jika kehidupannya hanya di tingkat mikroorganisme. Curiosity dilengkapi dengan mikroskop elektron beresolusi 12 mikrometer.

Misi Mars

Sejak tahun 1960, telah diluncurkan lebih dari 40 misi ke Mars, terutama oleh Amerika Serikat dan Soviet/Rusia, tapi hanya 20 yang berhasil. Beberapa dari wahana bahkan tidak mampu mencapai atmosfer Mars.

Sejak lama, planet Mars membangkitkan imajinasi. Karena warna merah darah permukaannya,  planet ini dinamai  Mars,dewa perang Romawi.

Tahun 1898, penulis Inggris H.G. Wells, dengan novelnya yang berjudul War of the Worlds, bercerita mengenai serangan orang Mars ke Bumi.

Pada tahun novel 1838, Wells dijadikan sandiwara radio, dan memicu kepanikan di kalangan pendengar di Amerika Serikat. Planet Mars dianggap mirip Bumi. Planet ini mengorbit matahari pada jarak 228 juta kilometer, sementara Bumi 150 juta kilometer. Atmosfer Mars sebagian besar terdiri dari karbon dioksida dan nitrogen.

Juga planet Venus mirip dengan bumi dan memiliki atmosfer seperti Mars, berjarak 108 juta kilometer dari matahari. Sementara planet yang terdekat dengan matahari, Merkurius, tidak memiliki atmosfer.

Lewat gambar, penelitian dan pengukuran yang dilakukan wahana Mars membuat  pengetahuan akan Mars terus bertambah. Mars memiliki gunung berapi dan sistem ngarai sepanjang 4.000 km dengan kedalaman 7 km.

Warna merah yang dimiliki Mars diakibatkan debu besi oksida yang menyebar di permukaan dan atmosfer. Mars memiliki dua kutub yang komposisinya dari CO2 beku atau "dry ice," serta air dalam bentuk es.

Lapisan kutub utara berdiameter lebih 1.000 km dengan ketebalan 5 km. Lapisan kutub selatan berdiameter 350 km dengan ketebalan 1,5 km. Keduanya mengindikasikan air dalam bentuk cair. Citra dari wahana peneliti Phoenix menunjukkan adanya tetesan air.

Manusia Mars berwarna hijau, seperti dalam film Mars Attacks, tidak eksis di planet ini. Tahun 2011, pemerintah Amerika Serikat menyatakan, tidak ada bukti keberadaan mahluk luar angkasa, tidak memiliki dokumen rahasia mengenai alien, juga tidak ada instalasi militer rahasia untuk menyembunyikan UFO. Paling tidak, manusia tidak usah takut adanya nakhluk yang memusuhi kita, jika berkunjung ke Mars.

Para astronot ini selama 520 hari dikurung dalam sistem yang terisolasi di Moskow, untuk membuat simulasi beban stress selama perjalanan ke planet merah itu. [DW/L-8]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN