Chen Akhirnya Tiba di New York
Senin, 21 Mei 2012 | 6:14
Chen Guangcheng. [Reuters] [NEW YORK] Setelah menunggu selama dua minggu, pengacara buta
Chen Guangcheng kini telah berada di New York bersama keluarganya.
Apa arti kebebasan
ini bagi Chen dan Cina?
Chen Guangcheng menjadi aktivis HAM Cina paling dikenal di dunia, setelah
melarikan diri dari tahanan rumah ke Kedutaan Amerika Serkiat (AS) di Beijing.
Sejak itu, hubungan pemerintah AS dan Cina pun menegang.
Chen dan keluarganya harus menunggu selama dua minggu di rumah sakit Beijing,
untuk memperoleh dokumen bepergian.
Pada Sabtu (19/5) pagi, mereka diberitahu
akan segera berangkat ke Amerika Serikat.
Chen berulang kali mengatakan, ia tidak mencari suaka di AS dan akan kembali
ke Cina. Ia juga mengutarakan kekhawatirannya akan nasib keluarga yang ia
tinggalkan.
Tetapi berdasarkan kasus di masa lampau, Pemerintah Cina akan sulit
memberikan izin kepada Chen untuk kembali. Apalagi kepergiannya menyebabkan
nama Cina tercoreng di mata internasional dan krisis diplomatik dengan AS.
Chen mendapat beasiswa untuk kuliah hukum di Universitas New York dan telah
pindah ke apartemen di Manhattan bersama istri dan dua orang anaknya.
Menurut pengamat politik Sun, Chen dan aktivis senasib dengannya, lebih
memiliki pengaruh saat berada di Cina.
"Walau di Cina ia menjadi tahanan rumah dan tidak diijinkan berbicara
dengan siapapun, ia tetap berpengaruh karena banyak orang yang mengamati apa
yang terjadi padanya,” katanya. [DW/L-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
