SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Minggu, 19 Mei 2013
Pencarian Arsip

Banjir Rusia Tewaskan 170 Warga
Senin, 9 Juli 2012 | 15:08

banjir di Rusia [google] banjir di Rusia [google]

[KRYMSK] Pemerintah menyatakan 9 Juli 2012 sebagai hari berkabung nasional setelah dua bencana terpisah Minggu merenggut nyawa lebih dari 180 orang. Bendera nasional akan dikibarkan setengah tiang, sedangkan stasiun televisi tidak akan menampilkan program hiburan, dan jemaat gereja Kristen Ortodoks di seluruh negeri akan memperingati para korban.

Setelah banjir bandang pada Sabtu pagi, lebih dari 170 mayat telah ditemukan di wilayah Krasnodar. Sekitar 5.000 rumah di empat kota rusak dilanda banjir. Jumlah korban tewas kemungkinan akan meningkat, sementara petugas penyelamat menyingkirkan puing-puing. Pada Minggu, satu bus yang membawa peziarah Rusia terguling di Ukraina Utara, menewaskan 14 orang dan melukai 29 penumpangnya.

Semua korban yang tewas adalah perempuan perempuan. Bus terbalik di jalan tol setelah kesalahan mengemudi yang dicurigai, dan jatuh ke selokan. Presiden Vladimir Putin, yang masih dikritik dalam beberapa tahun terakhir karena lambat merespon atau mengabaikan bencana, langsung terbang ke wilayah di selatan Rusia. Dia berusaha menunjukkan komitmen dan mengambil alih situasi.

Rusia telah ditimpa serangkaian bencana alam dan musibah buatan manusia dalam beberapa tahun terakhir. Banyak kejadian itu dipersalahkan pada infrastruktur yang sudah tua atau peraturan keselamatan yang diabaikan. Putin juga memerintahkan kepala badan investigasi Rusia untuk menentukan apakah cukup peringatan yang telah diberikan pada masyarakat terhadap bahaya banjir? Jaksa federal juga mengatakan mereka sedang menyelidiki apakah warga sudah benar dilindungi dari "bencana alam dan teknologi".

Putin telah mengirimkan Menteri Darurat Bencana, Vladimir Puchkov untuk melakukan misi inspeksi, dan indikasi lebih lanjut dari keprihatinan atas kondisi reservoir. Vladimir Puchkov kemudian melaporkan bahwa telah terbang di atas bendungan dan tidak melihat bukti kerusakan. Putin tampaknya enggan bertemu dengan setiap warga yang terkena banjir, mungkin tidak bersedia mengambil risiko menjadi target kemarahan mereka.

Pekerja dan relawan Rusia bergegas untuk mendistribusikan makanan, air minum dan pakaian bersih seluruh Krymsk. Banyak warga kota yang dihuni 57.000 jiwa bertahan tanpa listrik dan air minum. Saat air banjir surut, warga mencoba untuk menyingkirkan lumpur dari rumah mereka dan menyelamatkan harta benda. Bencana banjir itu memang "bukan berita baik" untuk Putin saat warga Rusia tidak lagi mau mempercayai para pejabat, menurut Olga Kryshtanovskaya, seorang sosiolog yang sampai saat ini anggota aktif dari Rusia Bersatu yang berkuasa partai.

"Ada masalah ketidakpercayaan yang meningkat tajam sejak pemilu Duma pada Desember. Rezim berada dalam situasi saat tidak dapat berfungsi seperti sebelumnya," kata Kryshtanovskaya.

Pengumuman Putin yang kembali memimpin di Kremlin dan penipuan yang kontroversial pemilihan parlemen pada Desember lalu memicu protes yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap pemerintahan. Para pengunjuk rasa menyalahkan Putin  yang membangun sebuah sistem yang kaku dan hanya memperkaya lingkaran dalamnya dengan mengorbankan warga Rusia.

"Tekanan pada pihak berwenang akan sangat kuat di saat-saat seperti ini," tambah Kryshtanovskaya yang mencatat bahwa para pemimpin oposisi telah menjadi pertama yang mengumumkan seruan untuk menyumbang para korban banjir.    

Duta Besar RI untuk Moskwa, Djauhari Oratmangun mengkonfirmasi sejauh ini tidak ada warga negara Indonesia (WNI), menjadi korban banjir bandang yang melanda wilayah Krasnodar maupun kota Krymsk, Rusia, Minggu sore waktu Moskwa (8/7). “Tidak ada warga Indonesia yang menjadi korban. KBRI Moskwa terus mengikuti dan memantau perkembangan tersebut, bekerjasama dengan berbagai instansi terkait di Rusia,” kata Oratmangun.

Dia juga menyampaikan rasa duka dan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya kepada warga Rusia yang tertimpa bencana serta kepada Pemerintah Rusia. Banjir besar Rusia terjadi menyusul turunnya hujan lebat selama satu bulan terakhir dengan curah terbesar terjadi pada Jumat (5/6) dan diharapkan segera berakhir pada Senin (9/7).

Presiden Rusia Vladimir Putin meninjau daerah yang rusak akibat banjir bandang di wilayah Krasnodar, Rusia, hari Sabtu (7/7), dan memerintahkan dilakukannya penyelidikan terhadap para pejabat lokal dalam menangani musibah banjir yang mengakibatkan jatuhnya korban sebanyak lebih dari 144 orang tersebut.

Penduduk kota Krymsk yang dilanda banjir terparah, kaget dan merasa tidak ada peringatan dini (early warning),  sebelum banjir bandang melanda pada tengah malam, membanjiri rumah-rumah, membalikkan mobil-mobil, dan merusakkan jalan-jalan, serta menenggelamkan banyak warga wilayah itu. Warga yang selamat mengatakan, mereka tidak diberi bantuan atau pertolongan saat terjadinya musibah tersebut.

Sebagian besar korban tewas berada di dalam rumah dan sekitar kota Krymsk, kota berpenduduk 57.000 orang. Selain itu, sembilan orang dinyatakan tewas di kota wisata Laut Hitam Gelendzhik dan dua orang lagi tewas di kota pelabuhan Novorissiysk. Televisi Rusia menayangkan ribuan rumah di kawasan itu hampir seluruhnya tenggelam dan polisi mengatakan korban tewas sebagian besar adalah orang tua yang lelap tidur saat bencana datang [RT/AP/AFP/KBRI Moskwa/PLE/Win/VOA/U-5].




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN