SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Sabtu, 25 Mei 2013
Pencarian Arsip

Banjir Jepang, 18 Tewas dan 50.000 Mengungsi
Jumat, 13 Juli 2012 | 13:32

Banjir di Jepang [google] Banjir di Jepang [google]

[TOKYO] Hujan deras yang melanda Pulau Kyushu di Jepang sebelah barat, Kamis (12/7)  mengakibatkan 18 orang tewas dan 8 orang hilang, menurut laporan kantor berita NHK

Badan meteorologi Jepang menyatakan wilayah tersebut tidak pernah mengalami hujan berat sebelumnya dan curah hujan tinggi diperkirakan masih berlanjut. Pada bencana yang sama, kantor berita AFP menyebutkan sedikitnya 17 orang meninggal, 20 orang hilang. 

Mengutip para pejabat setempat, Kamis (12/7), sebanyak 50.000 orang telah diperintahkan untuk mengungsi saat curah hujan terbesar selama beberapa tahun terakhir melanda barat daya pulau Kyushu, Jepang.

Pekerja darurat di Prefektur Kumamoto menerima sejumlah laporan tanah longsor mengubur rumah dan orang-orang yang terperangkap di dalamnya. Akibat longsor itu, akses jalan juga tertutup lumpur atau air. "Khususnya di prefektur Kumamoto dan Oita, kami melihat hujan terberat yang (daerah) yang pernah dialami," kata Badan Meteorologi Jepang.

Prefektur Kumamoto mengkonfirmasi laporan kematian lima wanita, yang berusia 70-an 60-an dan 80-an. Ada juga seorang pria berusia 87 tahun setelah air menghancurkan rumah-rumah mereka. Pemerintah daerah telah menerima laporan sedikitnya 19 orang hilang.

Banyak korban tewas akibat terhanyut oleh luapan sungai atau hilang bersama rumah mereka yang hancur. "Sayangnya, kami yakin angka (korban meninggal dan hilang) akan meningkat seiring bertambahnya informasi lebih lanjut dari lapangan," kata seorang juru bicara Prefektur Kumamoto.

Petugas darurat lokal telah menerima "banyak permintaan" untuk operasi penyelamatan.  Hujan dimulai pada Kamis dini hari saat hujan musiman muncul akibat angin selatan yang hangat dan lembab. "Kami mungkin mendapatkan lebih banyak hujan lagi dan kami meningkatkan tingkat siaga kami untuk mengatasi sungai-sungai yang meluap," kata seorang pejabat Kumamoto.

Di Prefektur Kumamoto lebih dari 17.000 rumah tangga telah diperintahkan untuk mengungsi, dengan 5.000 lebih disarankan untuk mencari perlindungan di tempat lain. Otoritas Oita mengeluarkan perintah evakuasi bagi hampir 15.000 orang dan menyarankan 10.000 warga lainnya untuk mengungsi.

Secara keseluruhan, lebih dari 50.000 orang di Oita dan Kumamoto menerima perintah evakuasi, menurut media setempat. Sementara itu, di Prefektur Oita, seorang pria berusia 70an tahun tewas setelah tersapu ke sungai yang sedang mengamuk, sementara satu pria lain masih hilang.

Di Prefektur Kumamoto dan Oita, curah hujan tercatat mencapai 100 milimeter per jam. Perdana Menteri Yoshihiko Noda berjanji upaya bantuan penuh untuk membantu warga yang terkena dampak. "Saya telah mendengar bencana ini merupakan rekor hujan deras. Kami akan mengambil langkah-langkah efektif," katanya dalam pertemuan dengan legislatif.

Pasukan Bela Diri Angkatan telah dikerahkan ke wilayah bencana tersebut untuk melakukan upaya bantuan atas permintaan gubernur setempat. Kantor perdana menteri di Tokyo juga telah mendirikan  kantor penghubung untuk mengkoordinasikan upaya-upaya antara kementerian pemerintah pusat untuk menangani bencana. [NHK/AFP/U-5]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN