Banjir Jepang, 18 Tewas dan 50.000 Mengungsi
Jumat, 13 Juli 2012 | 13:32
Banjir di Jepang [google] [TOKYO] Hujan deras yang melanda Pulau Kyushu di Jepang sebelah barat, Kamis (12/7)
mengakibatkan 18 orang tewas dan 8 orang hilang, menurut laporan kantor berita
NHK.
Badan meteorologi
Jepang menyatakan wilayah tersebut tidak pernah mengalami hujan berat
sebelumnya dan curah hujan tinggi diperkirakan masih berlanjut.
Pada bencana yang sama, kantor berita
AFP menyebutkan sedikitnya 17 orang meninggal, 20 orang hilang.
Mengutip para pejabat setempat, Kamis (12/7), sebanyak 50.000
orang telah diperintahkan untuk mengungsi saat curah hujan terbesar
selama beberapa tahun terakhir melanda barat daya pulau Kyushu, Jepang.
Pekerja
darurat di Prefektur Kumamoto menerima sejumlah laporan tanah longsor
mengubur rumah dan orang-orang yang terperangkap di dalamnya. Akibat
longsor itu, akses jalan juga tertutup lumpur
atau air.
"Khususnya
di prefektur Kumamoto dan Oita, kami melihat hujan terberat yang
(daerah) yang pernah dialami," kata Badan Meteorologi Jepang.
Prefektur
Kumamoto mengkonfirmasi laporan kematian lima wanita, yang berusia
70-an 60-an dan 80-an. Ada juga seorang pria berusia 87 tahun setelah
air menghancurkan rumah-rumah mereka. Pemerintah
daerah telah menerima laporan sedikitnya 19 orang hilang.
Banyak korban
tewas akibat terhanyut oleh luapan sungai atau hilang bersama rumah
mereka yang hancur.
"Sayangnya,
kami yakin angka (korban meninggal dan hilang) akan meningkat seiring
bertambahnya informasi lebih lanjut dari lapangan," kata seorang juru
bicara Prefektur Kumamoto.
Petugas darurat lokal telah menerima "banyak permintaan" untuk operasi penyelamatan.
Hujan dimulai pada Kamis dini hari saat hujan musiman muncul akibat angin selatan yang hangat dan lembab.
"Kami
mungkin mendapatkan lebih banyak hujan lagi dan kami meningkatkan
tingkat siaga kami untuk mengatasi sungai-sungai yang meluap," kata
seorang pejabat Kumamoto.
Di
Prefektur Kumamoto lebih dari 17.000 rumah tangga telah diperintahkan
untuk mengungsi, dengan 5.000 lebih disarankan untuk mencari
perlindungan di tempat lain. Otoritas Oita mengeluarkan
perintah evakuasi bagi hampir 15.000 orang dan menyarankan 10.000 warga
lainnya untuk mengungsi.
Secara keseluruhan, lebih dari 50.000 orang di
Oita dan Kumamoto menerima perintah evakuasi, menurut media setempat.
Sementara
itu, di Prefektur Oita, seorang pria berusia 70an tahun tewas setelah
tersapu ke sungai yang sedang mengamuk, sementara satu pria lain masih
hilang.
Di Prefektur Kumamoto dan Oita,
curah hujan tercatat mencapai 100 milimeter per jam.
Perdana
Menteri Yoshihiko Noda berjanji upaya bantuan penuh untuk membantu
warga yang terkena dampak. "Saya telah mendengar bencana ini merupakan
rekor hujan deras. Kami akan mengambil langkah-langkah
efektif," katanya dalam pertemuan dengan legislatif.
Pasukan
Bela Diri Angkatan telah dikerahkan ke wilayah bencana tersebut untuk
melakukan upaya bantuan atas permintaan gubernur setempat. Kantor
perdana menteri di Tokyo juga telah mendirikan
kantor penghubung untuk mengkoordinasikan upaya-upaya antara kementerian pemerintah pusat untuk menangani bencana. [NHK/AFP/U-5]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
