SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 30 Juli 2014
Pencarian Arsip

Australia Kirim Pencari Suaka ke Papua Nugini
Jumat, 2 Agustus 2013 | 11:10

Petugas imigrasi Australia pejabat (kiri dan kanan) mendampingi kelompok pertama dari 40 pencari suaka yang tiba di Pulau Manus, Papua Nugini (PNG), Kamis (1/8).[AFP]
Petugas imigrasi Australia pejabat (kiri dan kanan) mendampingi kelompok pertama dari 40 pencari suaka yang tiba di Pulau Manus, Papua Nugini (PNG), Kamis (1/8).[AFP]

[SYDNEY] Pemerintah Australia telah mengirim rombongan pertama 40 pencari suaka, sebagian besar warga asal  Afghanistan dan Iran, dari Pulau Christmas ke Pulau Manus, Papua Nugini (PNG). Pengiriman ini merupakan bagian perjanjian pengaturan pemukiman kawasan yang ditandatangani oleh kedua kepala negara pada 19 Juli lalu.

Menteri Imigrasi Australia Tony Burke mengkonfirmasi bahwa rombongan telah tiba di PNG, Kamis (1/8). Mereka akan ditampung di pemerintah PNG sambil menunggu klaim suaka mereka diproses oleh Pemerintah PNG.

Sesuai dengan peraturan itu, setiap “imigran gelap pencari suaka” yang tiba di Australia dengan perahu akan dikirim ke PNG. Pendatang gelap akan dikirim ke PNG untuk menjalani penilaian dan bila dinyatakan sebagai pengungsi akan dimukimkan di PNG.

Burke mengatakan bahwa keputusan itu menunjukkan pemerintah Australia serius tentang penempatan “manusia perahu” di Australia. Ditegaskannya, bahwa penyelundupan orang bukanlah produk untuk dijual.  

“Pengiriman pertama ke Pulau Manus memberi pesan bahwa upaya menumpang perahu ke Australia bukanlah caranya untuk memperoleh izin tetap tinggal di Australia. Janji untuk tinggal dan bekerja di Australia, yang dijual oleh penyelundup manusia sebelum mereka melempar orang ke laut lepas, tidak lagi menjadi produk komersial,” ujar Burke.

Rabu (30/7) malam, 40 pencari suaka diterbangkan dari wilayah perairan Australia Samudera Hindia Australia di Pulau Christmas dikawal oleh Polisi Federal Australia dan staf imigrasi dan medis.

“Orang yang dinilai bukan sebagai pengungsi asli akan dikembalikan ke negara asal mereka atau ke negara di mana mereka mempunyai hak tinggal, atau ditahan di fasilitas transit,” kata Burke.

Burke berujar tidak ada batas jumlah orang yang dapat dikirim ke PNG dan pengiriman ini akan terus dilakukan secara berkala. Wanita, anak-anak, termasuk anak-anak yang tanpa disertai keluarganya, akan dikirim setelah pengaturan yang khusus telah terpenuhi.

Lebih dari 1.400 pencari suaka dari 18 perahu telah tiba di Pulau Christmas, sejak pengumuman peraturan pemukiman kawasan itu. Fasilitas Pulau Manus di PNG saat ini mampu menampung 500 orang, tapi ada rencana untuk diperluas menampung setidaknya 3.000 orang. Australia akan bekerja sama dengan PNG untuk memperluas Pusat Pemrosesan Kawasan Pulau Manus, serta mempertimbangkan pembangunan pusat-pusat pemrosesan daerah lain di PNG.

Keputusan pemerintah Australia telah mendapat kritikan dari kelompok hak asasi manusia terkait fasilitas yang ada di Pulau Manus. Minggu lalu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan merasa “terganggu” oleh keputusan untuk mengirim pencari suaka ke sana. Badan pengungsi PBB (UNHCR) menyoroti kekurangan yang signifikan dalam kerangka hukum untuk menerima dan memproses para pencari suaka.

“Ini termasuk kurangnya kapasitas nasional dan keahlian dalam pengelolaan, dan kondisi fisik yang buruk dalam pengaturan penahan terbuka, wajib dan sewenang-wenang,” kata UNHCR. [AFP/D-11]  




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



Pemilu 2014

selengkapnya »»