Assange Abaikan Perintah Menyerahkan Diri
Sabtu, 30 Juni 2012 | 7:06
Julian Assange mendapat dukungan dari sejumlah selebriti dan pegiat hak asasi. [Reuters] [LONDON] Julian
Assange memutuskan tetap bersembunyi di Kedutaan Besar Ekuador di London, walau
sudah mendapat surat perintah untuk menyerahkan diri.
"Julian
akan tetap berada di dalam kedutaan di bawah perlindungan pemerintah
Ekuador," kata juru bicaranya, Susan Benn, kepada para wartawan hari Jumat
(29/6).
"Kami
amat menyadari penyalahgunaan traktat ekstradisi Amerika Serikat-Inggris. Walau
terperangkap di bawah situasi Inggris yang berbahaya, dia paling tidak memiliki
kebebasan untuk mengajukan suaka politik," tambahnya.
Laporan-laporan
media menyebutkan, berdasarkan surat perintah yang dikeluarkan Kepolisian
Inggris, maka dia seharusnya menyerahkan diri pada Jumat 29 Juni pukul 11.30
waktu setempat.
Pendiri
situs Wikileaks ini sudah diperintahkan oleh pengadilan Inggris untuk
diekstradisi ke Swedia, tempat dia menghadapi dakwaan melakukan pemerkosaan dan
pelecehan seksual.
Namun, timbul
kekhwatiran bahwa setibanya di Swedia dia akan diterbangkan ke Amerika Serikat,
yang menginginkannya untuk diadili sehubungan dengan pengungkapan lebih dari
250.000 telegram diplomatik pemerintah Amerika Serikat di Wikileaks.
Banding ke Eropa
Dalam wawancara
lewat telepon dengan BBC, Kamis (28/6),
Julian Assange sudah menegaskan tidak akan menyerahkan diri ketika ditanya
tentang surat perintah menyerahkan diri yang diberikan oleh Kepolisian Inggris,
Scotland Yard.
"Saran
untuk kami adalah bahwa undang-undang pencari suaka secara internasional maupun
nasional melebihi undang-undang esktradisi, jadi sudah hampir pasti
tidak," tuturnya.
Dia juga
mengatakan mendapat perlakuan yang baik selama di Kedutaan Besar Ekuador di
London. “Para staf di sini menjaga saya dengan baik dan menyediakan keperluan
dasar," tambahnya.
Warga
Austalia yang berusia 40 tahun ini mendapat banyak dukungan, antara lain dari
beberapa kaum selebriti Inggris maupun pegiat hak asasi manusia.
Pendiri
Wikileaks ini masuk ke gedung Kedutaan Besar Ekuador untuk meminta suaka
politik pada tanggal 19 Juni.
Dia
sebenarnya masih mendapat kesempatan untuk mengajukan banding atas
ekstradisinya ke Mahkamah Hak Asasi Manusia Eropa hingga tanggal 28 Juni.
[BBC/L-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
