AS Khawatir Terjadi Pembantaian di Aleppo
Jumat, 27 Juli 2012 | 9:32
Menjelang pertempuran yang berskala besar, bentrokan sudah terjadi di jalan-jalan Kota Aleppo. [Reuters] [DAMASKUS] Amerika Serikat (AS) mengkhawatirkan pasukan Suriah
tengah mempersiapkan pembantaian di Kota Aleppo, menyusul pengerahan artileri
dan pesawat tempur mereka untuk menggempur kelompok pemberontak di kota itu.
Departemen Luar Negeri AS mengatakan, berdasarkan laporan yang dapat
dipercaya, pasukan Suriah telah menyiapkan tank-tank, pesawat tempur, serta
helikopter di luar Kota Aleppo, yang digambarkan sebagai kesiapan tempur terbesar
semenjak krisis politik pecah di Suriah 16 bulan silam.
"Kami khawatir akan terjadi pembantaian di Aleppo, melihat keseriusan
mesin perang rezim Suriah," kata Juru Bicara Deplu AS, Victoria Nuland,
seperti dilaporkan kantor berita Reuters.
Pasukan dan tank-tank pemerintah dilaporkan mengelilingi kota dan tentara
tambahan dilaporkan tengah menuju kota terbesar kedua di Suriah itu.
Pasukan pemberontak yang mengklaim telah menguasai setengah dari Kota
Aleppo, telah mendirikan pos pemeriksaan dan menempatkan penembak jitu.
Mereka
juga mulai menyimpan amunisi dan pasokan medis.
Sebelumnya dilaporkan, sebanyak 34 orang tewas di Aleppo dan sekitarnya,
demikian klaim kelompok pemberontak. "Sebagian besar warga sipil menjadi
korban pebgeboman," kata aktivis Abu Mohammad al-Halabi.
Seorang sumber keamanan Suriah mengatakan bahwa pasukan khusus telah
didatangkan di luar Kota Aleppo dan disiagakan untuk menghadapi serangan
balasan hari Jumat atau Sabtu.
Keterangan yang sama juga diberikan oleh kelompok hak asasi Suriah yang berkantor
di London, Syrian Human Rights Observatory, yang menyatakan, pasukan tambahan didatangkan dari Damaskus ke
Aleppo dari arah selatan.
Pasukan dan tank-tank juga dilaporkan didatangkan dari Kota Hama dan dari
pos perbatasan dengan Turki di Provinsi Idlib.
Aleppo adalah ibukota
perdagangan Suriah dan merupakan kunci untuk menguasai wilayah utara negara
itu.
Bentrokan di jalan-jalan dilaporkan terjadi di seluruh Aleppo selama
beberapa hari terakhir.
Pasukan pemberontak berupaya bertahan di sejumlah
tempat yang telah mereka kuasai dalam serangan yang dimulai akhir pekan lalu.
[BBC/L-8]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
