Samsung-AMD Perkenalkan Kategori Ultrathin
Rabu, 11 Juli 2012 | 11:29
Samsung Electronics Indonesia dan AMD memperkenalkan notebook dengan kategori baru ultrathin. Laptop tipis series 5 Ultrathin (535U3C) [JAKARTA] Samsung Electronics Indonesia dan AMD memperkenalkan notebook dengan kategori baru ultrathin. Laptop tipis
series 5 Ultrathin (535U3C) ini menggunakan generasi kedua AMD A series
APU. Dengan Ultrathin, AMD bakal menandingi Ultrabook versi Intel.
"Laptop ini memang dirancang untuk kalangan usia sekolah, mahasiswa,
entrepreneur, dan profesional muda," ujar Information Technology
Business Director Samsung Indonesia Sung Khiun dalam paparannya.
Tak hanya bentuk tipis yang serupa, Ultrathin juga siap bersaing dari
segi harga. Laptop tipis Samsung ini ditawarkan dengan harga lebih murah
dari laptop "Ultrabook" versi Intel yang mengisi ceruk premium. Samsung
Notebook. Series 5 Ultrathin ini dijual dengan Rp 6.799.000.
"Saat ini, konsumen menginginkan notebook yang ringan untuk kebutuhan
mobilitas, instant on, punya kualitas gambar yang lebih baik seperti
kemampuan tampilan 3D. Laptop ini memutar video HD dengan mulus dan
baterai yang tahan lama. Semua dalam satu paket," ujar Country Head AMD
Indonesia Hermawan Sutanto.
Samsung Series 5 535U3C mempunyai ketebalan maksimum 17,6 mm dan bobot
hanya 1,52 kg sehingga tampak ramping. Laptop ini didukung prosesor
dual-core AMD A6 4455M (2.1 GHz), dilengkapi pula grafis terintegrasi
Radeon HD 7500, RAM DDR3 sebesar 4 GB, dan hard disk berkapasitas 500
GB.
Walaupun tak setenar Ultrabook, Samsung Ultrahin (535U3C) mengadopsi
teknologi AMD Accrelerated Processing Unit (APU) yang menjadi pemenang
Computex Best Choice Award 2011 dan 2012.
"Kunci kelebihan prosesor AMD generasi kedua A series APU adalah
mengkombinasikan CPU dan GPU dalam satu chip. Penggabungan ini pula yang
juga membuat cost produksi lebih murah," katanya.
Lebih jauh, Head of Product Marketing IT Business Samsung Electronics
Indonesia Haryono Kartono mengatakan sudah menyambangi beberapa negara,
seperti Korea, Filipina, Singapura, Malaysia, termasuk Indonesia.
Samsung menjadi yang merek pertama memulai dengan kategori Ultrathin
berbasis prosesor AMD A6 "Trinity"
Haryono juga menambahkan bahwa kualitas baterai Samsung cukup terjamin.
Bahkan baterai memiliki charge recycle time sebanyak 1.500x atau 3
tahun. "Jadi, setelah 3 tahun pun, kualitasnya masih 70 persen.
Baterainya tidak akan bocor dan mengurangi kapasitas," ujarnya.
Sayang, saat ini, AMD belum menawarkan sekuritas anti theft seperti
Intel. Sistem sekuritas baru akan ditawarkan AMD untuk level piranti
keras pada tahun 2013. [U-5]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
