Kuartal I 2012, Pelanggan Selular Global Tambah 170 Juta
Jumat, 20 Juli 2012 | 15:23
Logo Ericsson [JAKARTA] Pelanggan telepon selular global mencapai 6,2
miliar pada kuartal I 2012 dan sebanyak
170 pelanggan baru akan bertambah. Jumlah lalu-lintas data jaringan bergerak
(mobile networks) secara global meningkat dua kali lipat dalam periode kuartal
I 2011 hingga kuartal I 2012. Kelak operator telekomunikasi harus siap
menghadapi ledakan lalu lintas data global yang akan tumbuh 15 kali lipat pada
akhir 2017.
"Pada 2017, jumlah pelanggan layanan jaringan bergerak
(mobile broadband) berdasarkan kartu SIM operator mencapai lima miliar atau meningkat lima kali lipat dibanding
akhir 2011," kata Wakil Presiden Komunikasi dan Pemasaran PT Ericsson
Indonesia, Hardyana Syintawati saat merilis Traffic and Market Report di
Jakarta, Kamis (19/7).
Dalam tiga bulan kuartal I 2012 ini, Ericsson juga mencatat ada sekitar 170 juta nomor baru yang aktif. Asia
termasuk yang terbesar dengan dominasi Tiongkok 40%. Indonesia tercatat mengalami penambahan sembilan juta nomor baru
yang aktif.
Hardyana yang akrab disapa Nana menjelaskan laporan
lalu-lintas data dan pasar jaringan seluler versi Ericsson itu tanpa menyebut
perkiraan jumlah pelanggan layanan jaringan bergerak di Indonesia. Laporan
Ericsson tersebut merupakan data secara
global yang mencakup Amerika Utara dan Latin, Eropa, Asia Pasifik, dan Timur
Tengah.
"Data dari laporan global ini nantinya akan dipakai
sebagai acuan Ericsson dan operator-operator lokal yang bekerja sama untuk
menentukan posisi Indonesia," kata Nana.
Menurut Nana, tren pada 2017, pengguna telepon GSM/ EDGE di
kawasan Asia Pasifik termasuk Indonesia akan menurun. Mereka akan beralih
menjadi pengguna layanan Long Term Evolution (LTE)/4G dan High Speed Packet
Access (HSPA).
“Hal yang sama juga dialami CDMA. Di wilayah Amerika Utara,
pengguna CDMA kecenderunganya menurun dan pertumbuhannya datar. Amerika Serikat
sebagai contoh, beberapa operator menutup layanannya. Banyak orang akan beralih
ke operator jaringan yang menawarkan akses data yang cepat,” ujarnya.
Dikatakan, peningkatan jumlah perangkat mobile termasuk
ponsel cerdas dan tablet akan memicu ledakan lalu lintas data pada 2017. Dalam
kalkulasi Ericsson, ada lonjakan sebesar 1.500% trafik data atau 15 kali lipat
dari kondisi penggunaan data saat ini seiring penggunaan ponsel cerdas dengan
jaringan EDGE, GPRS, 3G, atau HSPA.
Senior Vice President and Head of Strategy Ericsson, Douglas Gilstrap menambahkan saat ini, orang
menganggap akses ke internet merupakan prasyarat dalam piranti apapun. Pola
pikir ini telah memicu peningkatan untuk layanan jaringan bergerak dan lalu
lintas data.
“Operator menangkap peluang bisnis ini dan berkeinginan
memfasilitasi pertumbuhan ini dengan menyediakan layanan yang baik melalui
kecepatan data dengan jaringan berkapasitas tinggi. Kini, sekitar 75 persen
dari jaringan HSPA di seluruh dunia telah ditingkatkan ke kecepatan maksimal
hingga 7,2 Mbps atau lebih dan sekitar 40 persen telah ditingkatkan hingga 21
Mbps,” katanya.
Saat ini, Ericsson adalah perusahaan penyedia
infrastruktur jaringan data bagi operator telekomunikasi. Di Indonesia,
Ericsson bahkan menjadi tulang punggung operator Axis ketika saat awal
beroperasi. Ericsson kini masih bermitra dengan empat operator telekomunikasi
yaitu Telkomsel, Indosat, Axis, dan XL Axiata. [U-5]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
