SP Logo
Selamat datang Tamu   |   
Rabu, 19 Juni 2013
Pencarian Arsip

Kuartal I 2012, Pelanggan Selular Global Tambah 170 Juta
Jumat, 20 Juli 2012 | 15:23

Logo Ericsson Logo Ericsson

[JAKARTA] Pelanggan telepon selular global mencapai 6,2 miliar pada kuartal I  2012 dan sebanyak 170 pelanggan baru akan bertambah. Jumlah lalu-lintas data jaringan bergerak (mobile networks) secara global meningkat dua kali lipat dalam periode kuartal I 2011 hingga kuartal I 2012. Kelak operator telekomunikasi harus siap menghadapi ledakan lalu lintas data global yang akan tumbuh 15 kali lipat pada akhir 2017. 

 "Pada 2017, jumlah pelanggan layanan jaringan bergerak (mobile broadband) berdasarkan kartu SIM operator mencapai lima miliar  atau meningkat lima kali lipat dibanding akhir 2011," kata Wakil Presiden Komunikasi dan Pemasaran PT Ericsson Indonesia, Hardyana Syintawati saat merilis Traffic and Market Report di Jakarta, Kamis (19/7).  

Dalam tiga bulan kuartal I  2012 ini, Ericsson juga mencatat ada sekitar  170 juta nomor baru yang aktif. Asia termasuk yang terbesar dengan dominasi Tiongkok 40%.  Indonesia tercatat mengalami penambahan sembilan juta nomor baru yang aktif.   Hardyana yang akrab disapa Nana menjelaskan laporan lalu-lintas data dan pasar jaringan seluler versi Ericsson itu tanpa menyebut perkiraan jumlah pelanggan layanan jaringan bergerak di Indonesia. Laporan Ericsson  tersebut merupakan data secara global yang mencakup Amerika Utara dan Latin, Eropa, Asia Pasifik, dan Timur Tengah.  

"Data dari laporan global ini nantinya akan dipakai sebagai acuan Ericsson dan operator-operator lokal yang bekerja sama untuk menentukan posisi Indonesia," kata Nana.  

Menurut Nana, tren pada 2017, pengguna telepon GSM/ EDGE di kawasan Asia Pasifik termasuk Indonesia akan menurun. Mereka akan beralih menjadi pengguna layanan Long Term Evolution (LTE)/4G dan High Speed Packet Access (HSPA).   “Hal yang sama juga dialami CDMA. Di wilayah Amerika Utara, pengguna CDMA kecenderunganya menurun dan pertumbuhannya datar. Amerika Serikat sebagai contoh, beberapa operator menutup layanannya. Banyak orang akan beralih ke operator jaringan yang menawarkan akses data yang cepat,” ujarnya.  

Dikatakan, peningkatan jumlah perangkat mobile termasuk ponsel cerdas dan tablet akan memicu ledakan lalu lintas data pada 2017. Dalam kalkulasi Ericsson, ada lonjakan sebesar 1.500% trafik data atau 15 kali lipat dari kondisi penggunaan data saat ini seiring penggunaan ponsel cerdas dengan jaringan  EDGE, GPRS, 3G, atau HSPA.    

Senior Vice President and Head of Strategy Ericsson,  Douglas Gilstrap menambahkan saat ini, orang menganggap akses ke internet merupakan prasyarat dalam piranti apapun. Pola pikir ini telah memicu peningkatan untuk layanan jaringan bergerak dan lalu lintas data.  

“Operator menangkap peluang bisnis ini dan berkeinginan memfasilitasi  pertumbuhan ini  dengan menyediakan layanan yang baik melalui kecepatan data dengan jaringan berkapasitas tinggi. Kini, sekitar 75 persen dari jaringan HSPA di seluruh dunia telah ditingkatkan ke kecepatan maksimal hingga 7,2 Mbps atau lebih dan sekitar 40 persen telah ditingkatkan hingga 21 Mbps,” katanya.  

Saat ini, Ericsson adalah perusahaan penyedia infrastruktur jaringan data bagi operator telekomunikasi. Di Indonesia, Ericsson bahkan menjadi tulang punggung operator Axis ketika saat awal beroperasi. Ericsson kini masih bermitra dengan empat operator telekomunikasi yaitu Telkomsel, Indosat, Axis, dan XL Axiata. [U-5]




Kirim Komentar Anda

Silahkan login untuk memberi komentar

Hanya teks dan link yang diperbolehkan.


Komentar Untuk Artikel Ini

Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!



AKTIVITAS & REKOMENDASI TEMAN