Facebook Beli Aplikasi Instagram Rp 9 Triliun
Rabu, 11 April 2012 | 13:18
Ilustrasi Facebook [SAN FRANCISCO] Pengelola jejaring sosial Facebook
mengumumkan pembelian Instagram, aplikasi telepon pintar untuk mengedit dan
berbagi foto. Facebook membayar US$1 miliar (sekitar Rp 9 triliun) dalam bentuk
uang segar dan saham untuk keperluan belanjanya itu. Instagram diperkirakan
dipakai oleh lebih dari 30 juta orang di seluruh dunia.
Instagram sebenarnya baru diluncurkan Oktober 2010 lalu,
mulanya hanya digarap untuk iPhone sebelum kemudian juga didesain sebagai
aplikasi Android pekan lalu. Pendiri dan direktur utama Facebook Mark
Zuckerberg mengatakan akan terus mengembangkan Instagram sebagai merek
terpisah, agar bisa dipakai pula sebagai aplikasi untuk layanan jejaring
pesaing Facebook.
Aplikasi ini gratis dan penggunanya bisa memanfaatkan 17
lapisan pada foto yang mereka ambil, mulai dari mengubah nuansa warna sampai
memberi foto kesan yang berbeda, sebelum akhirnya diunggah.
Ternyata aplikasi Instagram sangat digemari. Menurut
Instagram kini layanan ini dipakai lebih dari 30 juta pengguna yang mengunggah
lebih dari 5 juta gambar setiap hari.
Paul Kedrosky, seorang investor bidang teknologi serta
penulis blog the Infectious Greed, menjelaskan fenomena Instagram itu kepada
pada BBC. "Setahu saya Instagram hanya punya 13 pekerja, jadi dengan
transaksi ini tiap kepala dapat bagian $77 juta. Ini adalah deal bisnis paling
mahal dalam sejarah," tambahnya.
Zuckerberg juga menulis dalam laman Facebook-nya:
"Menurut kami fakta bahwa Instagram juga terkoneksi dengan layanan
(jejaring) lain di luar Facebook merupakan bagian dari pengalaman yang
penting."
"Adalah sebuah tonggak penting bagi Facebook karena
untuk pertama kalinya kami membeli sebuah produk dan perusahaan yang dipakai
begitu banyak pengguna. Kami tidak punya rencana melakukan banyak hal semacam
ini, kalau pun nanti barangkali ada lagi (transaksi serupa)," tutur
Zuckerberg.
Sementara menurut analis Paul Kedrosky, transaksi dilakukan
super cepat. "Kabarnya langsung deal secepat kilat. Setelah meluncurkan
versi Android pekan lalu dan menambah pengguna sejuta orang per hari, jelas
kalau aplikasi ini bukan cuma soal berbagi foto, ini jejaring sosial lain yang
juga sangat kompetitif, dan mungkin ada kekhawatiran akan masuknya pesaing lain
yang juga berminat dengan transaksi ini."
"Itu satu-satunya alasan kenapa Facebook melakukan hal
ini diam-diam dan sebelum masa penawaran saham perdana dimulai." [BBC/U-5]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
