BPPT Rancang Prototipe Alat Pembaca e-KTP
Rabu, 27 Juni 2012 | 13:55
Prototipe Compact e-KTP Reader rancangan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi [SP/Ari Supriyanti Rikin]
[JAKARTA] Masyarakat
tidak perlu khawatir lagi saat melakukan transaksi perbankan atau transaksi
kegiatan lainnya yang membutuhkan fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) lama
seiring berjalannya program e-KTP.
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berhasil membuat prototipe atau
disain alat pembaca e-KTP kompak (Compact e-KTP Reader).
Direktur Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (PTIK) Badan Pengkajian dan
Penerapan Teknologi Hammam Riza mengatakan dalam rangka mempersiapkan fase
pemanfaatan e-KTP, alat pembaca e-KTP kompak ini sebagai perangkat yang sangat
dibutuhkan oleh institusi seperti perbankan untuk membaca data dan verifikasi
sidik jari pemegang e-KTP.
"Ketika alat ini sudah digunakan, tidak perlu lagi memberi fotokopi KTP
lama seperti sekarang saat bertransaksi di bank," katanya di sela
peluncuran Information Communication and Technology Outlook di Jakarta, Rabu
(27/6).
Hammam menambahkan, BPPT akan menyusun rekomendasi pemanfaatan e-KTP kepada
Kementerian Dalam Negeri tentang standar dan spesifikasi compact e-KTP reader.
Terkait upaya produksi massal alat ini, Hammam menyatakan sudah ada perusahaan
yang tertarik memproduksinya. BPPT pun siap menyediakan fasilitas uji di
laboratorium Teknologi Informasi dan Komunikasi BPPT di Puspitek Serpong.
"Diharapkan prototipe alat ini bisa diproduksi oleh industri nasional,
kita ingin potensi local content mencapai 60 persen untuk pembuatan alat ini.
Karena di e-KTP banyak teknologi yang kita datangkan dari luar. Padahal kita
mampu untuk mengembangkannya," jelasnya.
Seiring adanya rencananya produksi massal, BPPT masih perlu menyempurnakan
unsur pembaca biometrik dari alat ini.
Kepala Program Penelitian dan Perekayasa e-KTP Gembong S Wibowanto mengungkapkan
aplikasi yang dikembangkan bisa membaca e-KTP secara mandiri tanpa dihubungkan
ke desktop data atau sejenisnya.
"Market penggunanya bisa bank, rumah sakit atau kepolisian. Ketika sudah
diproduksi massal harganya terjangkau dan kemungkinan lebih murah dari alat
pembaca harga di supermaket," ucapnya. [R-15]
Komentar Untuk Artikel Ini
Jadilah yang pertama untuk menulis pendapat Anda!
