News Suara Pembaruan
Detail
|
Back
2009-09-09Ancaman Boikot Semakin MenguatDampak Pengesahan UU Perfilman
SP/Charles Ulag
Sejumlah sutradara, artis, dan pelaku industri perfilman yang tergabung dalam Masyarakat Film Indonesia, di antaranya Riri Reza (kiri), Nia Dinata (kedua dari kiri), Rima Melati (tengah), Jajang C Noor (kedua dari kanan), dan Slamet Rahardjo melakukan aksi damai di depan pintu Gedung Nusantara II DPR untuk menolak RUU Perfilman yang sedang dibahas dalam sidang paripurna di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (8/9).
[JAKARTA] Pengesahan UU Perfilman yang baru oleh pemerintah dan DPR semakin menguatkan protes di kalangan sineas, insan perfilman, dan pelaku industri film. Sejumlah pihak mengancam akan melakukan upaya yang semakin keras untuk menolak adanya undang-undang itu.
Ketua Badan Pertimbangan Perfilman Nasional, Deddy Mizwar menyatakan, akan mundur dari jabatannya. Tindakan yang keras juga akan dilakukan oleh Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI).
Sementara itu, Raam Pun- jabi dari Persatuan Perusahaan Film Indonesia mengatakan akan melakukan upaya yang nyata dalam beberapa hari ke depan.
Sikap penolakan yang keras itu muncul beberapa saat setelah DPR dan pemerintah mengesahkan UU Perfilman yang baru di DPR, Selasa (8/9) sore. Sejumlah sineas, insan perfilman, dan pelaku industri film berkumpul di Pusat Perfilman H Usmar Ismail, Jakarta.
"Inilah koalisi yang sangat besar dari insan film Tanah Air. Di sini duduk siapa saja, semuanya lengkap. Tidak peduli ketidakcocokan. Di sini, semua prihatin karena telah muncul UU Perfilman yang mengebiri film Indonesia," ujar budayawan sekaligus sutradara Slamet Rahardjo Djarot.
"Kami tidak antiundang-undang, tapi kami tidak bisa menerima undang-undang yang seperti ini. Kami semua merasa dikangkangi oleh pemerintah dan DPR. Undang-undang ini menjadikan kami seperti kriminal. Kami tidak butuh undang-undang yang menjadikan kami seperti kriminal," tambahnya.
Mira Lesmana, yang aktif dalam Masyarakat Film Indonesia menyebutkan, UU yang baru ini sama saja menghina para insan dan pelaku industri film Indonesia. "Jelas-jelas UU ini sangat tidak menghargai film Indonesia. Belum apa-apa, pada Pasal (6) sudah tertuang larangan. Belum lagi pada pasal lain yang mengharuskan seluruh kegiatan film diatur oleh pemerintah melalui menterinya. Pokoknya, apa pun harus dapat persetujuan menteri," ujar Mira yang sempat walk out ketika Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik, membacakan tanggapan pemerintah dalam rapat paripurna di DPR, kemarin sore.
Pasal (6) yang sangat merisaukan para insan perfilman itu berbunyi; "Film yang menjadi unsur pokok kegiatan perfilman dan usaha perfilman dilarang mengandung isi yang: (a) mendorong khalayak umum melakukan kekerasan, perjudian, penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya; (b) menonjolkan pornografi; (c) memprovokasi terjadinya pertentangan antar kelompok, antar suku, antas ras dan/atau antar golongan; (d) menistakan, melecehkan, dan/atau menodai nilai-nilai agama; (e) mendorong khalayak umum melakukan tindakan melawan hukum; dan/atau (f) merendahkan harkat martabat manusia.
Zaman Otoriter
Menurut Riri Riza, pasal itu adalah "pasal karet" yang sewaktu-waktu bisa menjerat para sineas. Akibatnya, sineas akan merasa terkungkung dalam berkreativitas. Hal ini bertolak belakangan dengan ketentuan UU ini yang menyatakan film sebagai hasil karya seni dan budaya.
"Film dalam proses produksinya, tidak boleh ada campur tangan dari siapa pun. Termasuk dari negara. Karena film adalah sebuah karya seni. Kita sudah punya lembaga sensor yang menilai kelayakannya untuk ditayangkan secara luas. Tapi di sini, sebelum membuat film, kita harus memberitahukan judul, isi cerita, dan rencana pembuatan (Pasal (17) Ayat (1), Red). Kita sudah kembali ke zaman otoriter," ujar Deddy "Nagabonar" Mizwar.
Kini, UU Perfilman yang baru sudah muncul dan siap menggantikan UU No 8/1992 tentang Perfilman. Namun, para sineas, insan film dan pelaku industri masih yakin bisa mengubah kondisi ini.
"Hanya ayat-ayat Alquran yang tidak bisa di-judicial review. Jadi UU ini masih bisa berubah," ujar Slamet Rahadjo. "Saya tidak pernah merasa kalah dengan keluarnya UU ini. Saya masih optimistis bahwa seluruh masyarakat Indonesia menginginkan filmnya berkembang lebih baik," tambahnya.
Hal yang sama juga disebutkan oleh Raam Punjabi. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengubah kondisi ini. Jika seluruh masyarakat film di Indonesia bersatu, tidak mustahil akan memengaruhi Presiden apakah akan menandatangani UU ini atau tidak. [K-11]
| ::..
BERITA UTAMA |
KPK Unjuk Gigi Semua Batas Wilayah
Belum Tegas Ditetapkan Darmin Makan Korban UU yang Disusupi Kepentingan Asing
DPR Siap Revisi HKTI Organisasi Kepentingan Elite |
| ::..
NASIONAL |
2010-09-03 Kasus Pemilihan Miranda
PDI-P Mendatangi KPK
SP/Charles Ulag
Ketua Fraksi PDI-P DPR Tjahjo Kumolo (tengah) didampingi anggota Fraksi PDI-P DPR l ... 2010-09-03 Survei Indo Barometer
Kepuasan Masyarakat Kian Menurun
sp/charles ulag
M Qodari
[JAKARTA] Tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan Presiden Su ... |
| ::.
INTERNASIONAL |
2010-09-03 Netanyahu-Abbas Sepakat Bertemu Setiap Dua Minggu
AP/Jason Reed
PM Israel Benjamin Netanyahu (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Palestina Mahmou ... 2010-09-03 Figur
Tak Terima Dihina
Carla Bruni, istri Presiden Prancis Nicolas Sarkozy, mendapat pembelaan dari Pe ... |
| ::..
EKONOMI |
2010-09-03 Investasi Prancis Masih Minim
Disiapkan, Skema Penjaminan Investasi Infrastruktur
istimewa
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan (tengah) menjelaskan tentang ... 2010-09-03 Investasi Prancis Masih Minim
Disiapkan, Skema Penjaminan Investasi Infrastruktur
istimewa
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan (tengah) menjelaskan tentang ... |
| ::..
EDITORIAL & OPINI |
2010-09-03 Dana Pertahanan AS dan Keamanan Global Oleh : Wim Tangkilisan
Terdapat dua hal menarik mengenai bidang pertahanan dua negara adidaya, ... 2010-09-03 Ibadah dalam Nuansa 65 Tahun Proklamasi Kemerdekaan RI Oleh : Andreas A Yewangoe
"Kristen Indonesia tidak mengenal dikotomi mayoritas dan minoritas. Pem ... |
| ::..
JABODETABEK |
2010-09-03 Razia Parsel Joanito De saojoao
Petugas Pemprov DKI Jakarta memeriksa parsel di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (2/ ... 2010-09-03 Ramadan Bangun Moral Polri Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri mengatakan Ramadan sebagai wahana yang tepat dalam m ... 2010-09-03 Pemkot Tangsel Lebarkan Jalan 10 Meter Sejumlah jalan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, akan mengalami pelebaran sekitar 10 mete ... 2010-09-03 Stres, Remaja Loncat dari Gedung Solihun, seorang pemuda yang diduga stres nekat loncat dari lantai 5 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) ... |
|
|
::..
NUSANTARA |
2010-09-03 18 Ketua DPC Gerindra Sulsel Dipecat
 Mosi tidak percaya yang dilakukan 18 Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Sulawesi Selatan (Sulsel) terhadap Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra Andi Rudiy ... |
|
::.. OLAHRAGA |
2010-09-03 Brasil Rampungkan Logo Olimpiade 2016
Pihak penyelenggara Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro sudah merampungkan pemilihan logo untuk Olimpia ... 2010-09-03 Solo Jadi Tuan Rumah Piala AFF U-16
Stadion Manahan Solo dipastikan akan menjadi tempat penyelenggaraan Kejuaraan Sepakbola ASEAN (AFF) ... |
|
::..
GLOBAL NEXUS |
2010-04-26 Wawancara Imajiner dengan Bung Karno
“The Tampaksiring Consessus”
Oleh : Christianto Wibisono
CW: Tiga hari tiga malam suntuk elite Indonesia retreat di Istana Tam ... |
| ::..
KESRA |
2010-09-03 Mendesak, Penataan Ulang Anggaran Pendidikan
[JAKARTA] Penataan anggaran pendidikan yang tersebar di sejumlah kementerian, sehingga pengawasannya amburadul, merupakan hal mendesak. Apabila alokasi anggaran amburadul dan pengawasannya sangat lema ... |
| ::..
HIBURAN |
2010-09-03 Deddy Prasetyo
Jangan Pernah Berhenti Belajar
Tidak banyak orang yang tahu siapa di balik kesuksesan petenis nomor satu Indonesia saat ini, Christopher Rungkat. Dengan tekun, sejak Christopher masih sangat belia, sang pelatih yang bernama Deddy P ... 2010-09-03 Catherine Zeta-Jones
Setia Dampingi sang Suami
imageshack.us
Istri yang setia pasti tak mau melihat suaminya berada dalam kondisi menyakitkan. Bahkan, tak jarang ada yang menderita stres karena tidak tega menyaksikan sang belahan jiwa terkapar ... |
| ::..
IPTEK & TELKO |
2010-09-02 Indonesia di Antara 129 Gunung Api
AP/Roone Patikawa
Gunung Sinabung mengeluarkan material vulkanik ke udara di Karo, Sumatera Utara, Senin (30/8). Gunung yang tidak aktif selama empat abad itu mengeluarkan awan panas dan debu vulkani ... |
| ::..
SUARA PEMBACA |
Haryono Square Lecehkan Konsumen Hari Rabu, 1 September 2010, sekitar pukul 13.00 saya berencana mendatangi apartemen bersubsidi di daerah Jl MT Haryono, Jakarta Timur. Ternyata saya salah gedung. Kantor yang saya datangi adalah kant ... Tatib DPR Beri Peluang untuk Malas Kemalasan anggota DPR tampaknya masih terus berlanjut padahal berbagai fasilitas sudah mereka terima. Lihat saja, pembahasan final RUU Pencucian Uang yang semula akan dilaksanakan pada Rabu (25/8/2010 ... Sekjen PBB Puji Peranan
Presiden Yudhoyono Sekjen PBB Ban Ki-moon memuji peranan Presiden SBY dalam kerangka PBB menangani berbagai masalah yang dihadapi dunia. Pujian itu disampaikan Ban Ki-moon di Markas Besar PBB New York pada Selasa, 24 Ag ... |
|
|
|
|