Baca Produk SP | Harian - Mingguan - Epaper | Telp : 021-8014077, 021-8007988, Iklan : 021-8006987,Sirkulasi : 021-8008007, Dokumentasi : 021-8013208 ext. 230 / 231
 

Return to the FRONTPAGE of Suara Pembaruan Online.
Edisi Digital E-Paper Suara Pembaruan KLIK DISINI ! tersedia mulai pukul 16:00 wib setiap hari.
Edisi Mingguan Suara Pembaruan KLIK DISINI ! Dalam Format Html
Indeks Berita SP Mulai Tahun 2005-2009 KLIK DISINI !
Indeks Berita SP Tahun 2010 KLIK DISINI !

News Suara Pembaruan

Detail | Back

ZOOM2009-09-09
Ancaman Boikot Semakin Menguat

Dampak Pengesahan UU Perfilman

SP/Charles Ulag

Sejumlah sutradara, artis, dan pelaku industri perfilman yang tergabung dalam Masyarakat Film Indonesia, di antaranya Riri Reza (kiri), Nia Dinata (kedua dari kiri), Rima Melati (tengah), Jajang C Noor (kedua dari kanan), dan Slamet Rahardjo melakukan aksi damai di depan pintu Gedung Nusantara II DPR untuk menolak RUU Perfilman yang sedang dibahas dalam sidang paripurna di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (8/9).

[JAKARTA] Pengesahan UU Perfilman yang baru oleh pemerintah dan DPR semakin menguatkan protes di kalangan sineas, insan perfilman, dan pelaku industri film. Sejumlah pihak mengancam akan melakukan upaya yang semakin keras untuk menolak adanya undang-undang itu.

Ketua Badan Pertimbangan Perfilman Nasional, Deddy Mizwar menyatakan, akan mundur dari jabatannya. Tindakan yang keras juga akan dilakukan oleh Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI).

Sementara itu, Raam Pun- jabi dari Persatuan Perusahaan Film Indonesia mengatakan akan melakukan upaya yang nyata dalam beberapa hari ke depan.

Sikap penolakan yang keras itu muncul beberapa saat setelah DPR dan pemerintah mengesahkan UU Perfilman yang baru di DPR, Selasa (8/9) sore. Sejumlah sineas, insan perfilman, dan pelaku industri film berkumpul di Pusat Perfilman H Usmar Ismail, Jakarta.

"Inilah koalisi yang sangat besar dari insan film Tanah Air. Di sini duduk siapa saja, semuanya lengkap. Tidak peduli ketidakcocokan. Di sini, semua prihatin karena telah muncul UU Perfilman yang mengebiri film Indonesia," ujar budayawan sekaligus sutradara Slamet Rahardjo Djarot.

"Kami tidak antiundang-undang, tapi kami tidak bisa menerima undang-undang yang seperti ini. Kami semua merasa dikangkangi oleh pemerintah dan DPR. Undang-undang ini menjadikan kami seperti kriminal. Kami tidak butuh undang-undang yang menjadikan kami seperti kriminal," tambahnya.

Mira Lesmana, yang aktif dalam Masyarakat Film Indonesia menyebutkan, UU yang baru ini sama saja menghina para insan dan pelaku industri film Indonesia. "Jelas-jelas UU ini sangat tidak menghargai film Indonesia. Belum apa-apa, pada Pasal (6) sudah tertuang larangan. Belum lagi pada pasal lain yang mengharuskan seluruh kegiatan film diatur oleh pemerintah melalui menterinya. Pokoknya, apa pun harus dapat persetujuan menteri," ujar Mira yang sempat walk out ketika Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik, membacakan tanggapan pemerintah dalam rapat paripurna di DPR, kemarin sore.

Pasal (6) yang sangat merisaukan para insan perfilman itu berbunyi; "Film yang menjadi unsur pokok kegiatan perfilman dan usaha perfilman dilarang mengandung isi yang: (a) mendorong khalayak umum melakukan kekerasan, perjudian, penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya; (b) menonjolkan pornografi; (c) memprovokasi terjadinya pertentangan antar kelompok, antar suku, antas ras dan/atau antar golongan; (d) menistakan, melecehkan, dan/atau menodai nilai-nilai agama; (e) mendorong khalayak umum melakukan tindakan melawan hukum; dan/atau (f) merendahkan harkat martabat manusia.


Zaman Otoriter

Menurut Riri Riza, pasal itu adalah "pasal karet" yang sewaktu-waktu bisa menjerat para sineas. Akibatnya, sineas akan merasa terkungkung dalam berkreativitas. Hal ini bertolak belakangan dengan ketentuan UU ini yang menyatakan film sebagai hasil karya seni dan budaya.

"Film dalam proses produksinya, tidak boleh ada campur tangan dari siapa pun. Termasuk dari negara. Karena film adalah sebuah karya seni. Kita sudah punya lembaga sensor yang menilai kelayakannya untuk ditayangkan secara luas. Tapi di sini, sebelum membuat film, kita harus memberitahukan judul, isi cerita, dan rencana pembuatan (Pasal (17) Ayat (1), Red). Kita sudah kembali ke zaman otoriter," ujar Deddy "Nagabonar" Mizwar.

Kini, UU Perfilman yang baru sudah muncul dan siap menggantikan UU No 8/1992 tentang Perfilman. Namun, para sineas, insan film dan pelaku industri masih yakin bisa mengubah kondisi ini.

"Hanya ayat-ayat Alquran yang tidak bisa di-judicial review. Jadi UU ini masih bisa berubah," ujar Slamet Rahadjo. "Saya tidak pernah merasa kalah dengan keluarnya UU ini. Saya masih optimistis bahwa seluruh masyarakat Indonesia menginginkan filmnya berkembang lebih baik," tambahnya.

Hal yang sama juga disebutkan oleh Raam Punjabi. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengubah kondisi ini. Jika seluruh masyarakat film di Indonesia bersatu, tidak mustahil akan memengaruhi Presiden apakah akan menandatangani UU ini atau tidak. [K-11]


 
::.. BERITA UTAMA
Pansus Disadap
Menko Polhukam Djoko Suyanto: Presiden Tidak Menghindari Unjuk Rasa
Demokrat Cari Sosok Kuat
Polisi Membekuk 20 Pembobol ATM
SBY Diharapkan Bertahan hingga 2014
::.. NASIONAL
2010-01-28
Demo Tak Sampai Pemakzulan
SP/Charles Ulag

Menko Polhukam Djoko Suyanto (kiri) dan Ketua Dewan Penasihat DPP Partai Golkar A ...

2010-01-28
Citra Pemerintah Pengaruhi Kinerja
[JAKARTA] Situasi politik yang tidak bisa dikelola dengan baik mempengaruhi kinerja pemerintah, teru ...
::. INTERNASIONAL
2010-01-28
Selamat Setelah 15 Hari Terkubur
AP/Ramon Espinosa

Tim penyelamat Prancis berhasil mengeluarkan seorang gadis dari reruntuhan puin ...

2010-01-28
Korut Tembakkan Artileri Lagi
AP/Yonhap

Tentara Korsel melakukan patroli sekaligus latihan antisipasi kemungkinan serangan Koru ...

::.. EKONOMI
2010-01-28
Perusahaan Sering Gagal pada Level Eksekusi
SP/Abimanyu

Direktur Corporate Affair "Suara Pembaruan" (SP) Sujud Swastoko (kiri) disaksikan Pem ...

2010-01-28
Target Ekspor 300 Juta Pasang
Industri Alas Kaki RI Masih Menarik

ANTARA/Ismar Patrizki

Pekerja sedang menyelesaikan pembuat ...

::.. EDITORIAL & OPINI
2010-01-28
"Food Estate" Segarkan Sektor Pertanian Nasional

Mukhamad Najib

Salah satu program unggulan untuk menjaga ketahanan pangan yang akan dilakukan ...

2010-01-28
Ironi Kepemimpinan
Sonny Eli Zaluchu

Masih segar dalam ingatan, peristiwa pelemparan sepatu oleh wartawan stasiun T ...

::.. JABODETABEK
2010-01-28
Pendemo Penuhi Ibukota
Kecam 100 Hari Pemerintahan SBY-Boediono

SP/Ruht Semiono

Dua mahasiswa mengepalkan tangan saat ...

2010-01-28
Antasari Duga Jaksa dan Polisi Terlibat Konspirasi
ANTARA/Prasetyo Utomo

Terdakwa kasus pembunuhan berencana Direktur Putra Rajawali Banjaran Nasrud ...

2010-01-28
Mertua Tewas Dibakar Menantu
Novianti Setuningsih

Dua orang warga sedang mempersiapkan tenda di depan rumah pasangan Imam dan ...

2010-01-28
Operator Angkutan TKI Terancam Bangkrut
[TANGERANG] Puluhan operator angkutan pemulangan tenaga kerja Indonesia (TKI) terancam rugi dan bang ...
::.. NUSANTARA
2010-01-28
Kasus Kecil Jangan ke Pengadilan

ANTARA/Muhammad Said

Menkumham Patrialis Akbar meresmikan pusat layanan hukum (law center) di Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM Riau, di Pekanbaru, Rabu, (27/1). Menkumham mengimbau daerah ...

::.. OLAHRAGA
2010-01-28
"The Real Manchester"
AFP/Paul Ellis

Pemain Manchester United (MU) Wayne Rooney (tengah) meluapkan kegembiraan setelah ...

2010-01-28
Justine Henin Diunggulkan
AP/rick rycroft - Justine Henin

[MELBOURNE] Petenis Belgia Justine Henin diunggulkan untuk memena ...

::.. GLOBAL NEXUS
2010-01-25
Bogor, Asia Afrika, APEC, CAFTA
Christianto Wibisono
Kota Bogor mengandung milestone unik dalam kinerja geopolitik Indonesia tahun ...

::.. KESRA
2010-01-28
Negara Langgar Kebebasan Beragama
Deklarasi Dewan Antaragama Indonesia

Dok SP - Din Syamsuddin

[JAKARTA] Sekitar 100 tokoh lintas agama di Indonesia mendeklarasikan Inter Religius Council/IRC (Dewan Antar-Agama Indonesia) di Ja ...

::.. HIBURAN
2010-01-28
Dari Kondektur hingga Kepala Stasiun Kereta
Sri Ratnasari Mardiana Puspaningrum

Novianti Setuningsih

Saat tiba di Stasiun Tanjung Barat, Jakarta Selatan, maka mata akan melihat suasana berbeda. Warna oranye mendominasi semua sudut stasiu ...

2010-01-28
Bintang Film Terfavorit 2009
Clint Eastwood

in.com

Usia lanjut tak membuat pamor Clint Eastwood memudar. Buktinya, pada usia 79 tahun, ia terpilih sebagai Bintang Film Terfavorit AS 2009 oleh polling yang digelar oleh Harri ...

::.. IPTEK & TELKO
2010-01-28
Waspadai Kamera Pembobol ATM
AFP/SONNY TUMBELAKA

Seorang polisi dengan senjata berjaga di depan anjungan tunai mandiri (ATM) BCA di Nusa Dua, Bali, Selasa (26/1). Sejumlah ATM dijaga ketat setelah maraknya kasus pembobolan uan ...

::.. SUARA PEMBACA
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Perbatasan
Wilayah perbatasan, ibarat teras dalam sebuah rumah, sehingga perlu dibangun seindah dan sebaik mungkin agar orang luar melihat rumah itu indah dan nyaman. Untuk itu, wilayah perbatasan Indonesia juga ...
Kasus Century dan Arena Balas Dendam
Siapa yang mengira kasus talangan dana ke Bank Century menjadi timah panas bagi pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Bailout Century yang tadinya sayup-sayup terdengar kini telah menjadi tontonan ga ...
Panggung Pansus Century yang Monoton
Mencermati perjalanan Pansus Century yang menurut media massa mampu mengalihkan perhatian masyarakat terhadap tayangan sinetron dan hiburan, selalu memunculkan pertanyaan. Pertanyaan penting pertama y ...







About Us | Contact Us | ©2008 Suara Pembaruan Online | Counter :